Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk. (KIJA) SD Darmono menilai masa depan kawasan industri tidak lagi cukup bertumpu pada pembangunan pabrik, jalan, utilitas, dan kawasan komersial.

Kawasan industri, menurutnya, harus berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas, inovasi, serta entrepreneur baru.

Darmono merumuskan lima unsur yang harus berjalan bersama, yakni Industry, Infrastructure, Education, Innovation, dan Entrepreneurship. Target akhirnya bukan hanya memperbanyak lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan jumlah masyarakat yang menjadi pencipta lapangan kerja atau job creator.

Dalam visi tersebut, Darmono menyebut proporsi masyarakat yang menjadi job creator perlu didorong hingga sekitar 10%. Angka itu merupakan target atau aspirasi pengembangan, bukan capaian yang sudah terealisasi.

Ringkasan
  • Jababeka mendorong transformasi kawasan industri menjadi ekosistem berbasis Industry, Infrastructure, Education, Innovation, dan Entrepreneurship.
  • SD Darmono menilai pembangunan sumber daya manusia membutuhkan proses lebih panjang dan berkelanjutan dibandingkan sekadar membangun infrastruktur fisik.
  • Visi Jababeka mencakup peningkatan jumlah job creator hingga sekitar 10% masyarakat, tetapi target tersebut belum merupakan realisasi.

Dari Kawasan Pabrik Menjadi Ekosistem Ekonomi

Darmono menilai persaingan antarwilayah industri kini semakin ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kemampuan inovasi, dan kapasitas melahirkan usaha baru.

Artinya, menawarkan lahan industri dan infrastruktur dasar saja dinilai tidak lagi cukup untuk menjaga daya saing kawasan dalam jangka panjang.

Jababeka karena itu mendorong model pengembangan yang menghubungkan lima unsur utama.

Unsur Peran dalam Ekosistem
Industry Menyediakan aktivitas produksi, investasi, dan kebutuhan tenaga kerja
Infrastructure Mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi
Education Menghasilkan talenta sesuai kebutuhan dunia usaha
Innovation Mendorong pengembangan produk, teknologi, dan solusi baru
Entrepreneurship Mendorong lahirnya usaha dan pencipta lapangan kerja baru

Gagasan tersebut menggeser fungsi kawasan industri dari sekadar lokasi produksi menjadi lingkungan yang menghubungkan perusahaan, pendidikan, tenaga kerja, inovasi, dan kewirausahaan.

Poin pentingnya bukan mengganti pembangunan fisik dengan pendidikan. Infrastruktur tetap dibutuhkan, tetapi Darmono menilai kawasan akan sulit naik kelas apabila investasi fisik tidak diikuti pembangunan manusia dan kemampuan menciptakan usaha baru.

President University Jadi Jembatan Kampus dan Industri

Salah satu contoh pendekatan tersebut adalah pengembangan institusi pendidikan di Kota Jababeka.

Menurut paparan Darmono, pada 2001 Jababeka membangun inisiatif pendidikan yang kemudian melahirkan President University dengan tujuan menempatkan proses pendidikan dekat dengan lingkungan industri.

Modelnya diarahkan agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui magang dan interaksi dengan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.

Bagi perusahaan, kedekatan dengan institusi pendidikan membuka akses terhadap calon tenaga kerja. Sementara bagi mahasiswa, lingkungan industri memberikan kesempatan memahami standar kualitas, disiplin kerja, teknologi, dan kebutuhan perusahaan sebelum memasuki pasar tenaga kerja.

Pendekatan tersebut pada dasarnya mencoba memperpendek jarak antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri.

Infrastruktur bisa selesai dibangun dalam hitungan tahun, tetapi membangun manusia membutuhkan siklus jauh lebih panjang. Itu sebabnya Darmono menempatkan pendidikan sebagai bagian struktural dari kawasan industri, bukan sekadar fasilitas pendukung.

Target 10% Job Creator: Dari Pencari Kerja ke Pencipta Kerja

Darmono juga mendorong perubahan orientasi masyarakat dari dominan sebagai pencari kerja menuju semakin banyak pencipta pekerjaan.

Target yang disebut adalah mendorong sekitar 10% masyarakat menjadi job creator.

Logikanya, kawasan industri tidak hanya bergantung pada perusahaan besar untuk menyerap tenaga kerja. Ekosistem juga perlu melahirkan usaha kecil dan menengah, startup, penyedia jasa, industri kreatif, serta berbagai bisnis pendukung lain.

Jika berlangsung sesuai harapan, siklusnya adalah tenaga kerja berkualitas melahirkan inovasi, inovasi membuka peluang usaha, dan usaha baru kemudian menciptakan lapangan pekerjaan tambahan.

Namun dampak tersebut tidak dapat dianggap otomatis. Target 10% baru akan bermakna apabila disertai akses pembiayaan, pasar, pendidikan kewirausahaan, pendampingan bisnis, serta lingkungan regulasi yang memungkinkan usaha baru bertahan.

Model Jababeka Tidak Harus Disalin Mentah-mentah

Koridor Bekasi-Cikarang-Karawang sering dijadikan contoh kawasan yang menghubungkan industri, kawasan hunian, pendidikan, logistik, dan berbagai layanan pendukung.

Namun Darmono menilai pendekatan tersebut tidak harus diterapkan dengan pola yang sama di setiap daerah.

Wilayah lain dapat menyesuaikan model pengembangan dengan keunggulan masing-masing, mulai dari manufaktur, agroindustri, pengolahan mineral, pariwisata, hingga ekonomi digital.

Yang lebih penting adalah keterhubungan antara pemerintah, pengembang kawasan, industri, institusi pendidikan, serta pelaku usaha lokal.

Intinya: visi Jababeka menggeser ukuran keberhasilan kawasan industri dari sekadar luas lahan dan jumlah pabrik menuju kemampuan menghasilkan talenta, inovasi, dan entrepreneur. Target 10% job creator menjadi arah yang ambisius, tetapi keberhasilannya akan sangat bergantung pada kualitas ekosistem yang dibangun, bukan hanya infrastruktur fisik.

FAQ Transformasi Kawasan Industri Jababeka

Apa lima unsur ekosistem kawasan industri menurut SD Darmono?
Lima unsur tersebut adalah Industry, Infrastructure, Education, Innovation, dan Entrepreneurship.
Mengapa pendidikan dianggap penting dalam kawasan industri?
Pendidikan dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri sekaligus memperkuat kemampuan inovasi dan kewirausahaan dalam kawasan.
Apa peran President University dalam model Jababeka?
President University dikembangkan untuk mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan perusahaan di kawasan industri melalui pembelajaran yang lebih terkait dengan pengalaman industri dan magang.
Berapa target job creator yang disebut SD Darmono?
Darmono menyebut target sekitar 10% masyarakat menjadi job creator. Angka tersebut merupakan aspirasi pengembangan, bukan capaian yang sudah terealisasi.
Apakah model Jababeka bisa diterapkan di daerah lain?
Menurut Darmono, prinsipnya dapat diterapkan dengan penyesuaian terhadap keunggulan masing-masing daerah, sehingga tidak harus menyalin pola Jababeka secara identik.
Sumber: Pernyataan Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk. SD Darmono mengenai transformasi kawasan industri menjadi ekosistem ekonomi sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in, termasuk laporan Kontan dan EmitenNews yang dirujuk dalam bahan tersebut.

Catatan: Target 10% masyarakat menjadi job creator merupakan visi atau sasaran yang disampaikan SD Darmono dan belum merupakan capaian aktual. Dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, maupun investasi juga bergantung pada implementasi ekosistem dan tidak otomatis terjadi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham KIJA. Pernyataan mengenai strategi pengembangan kawasan merupakan pandangan manajemen dan perlu dinilai bersama realisasi bisnis serta kinerja keuangan perseroan.