Daftar IsiTampilkan


Receh.in
— Bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), secara resmi mengumumkan tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham (share buyback) sebagai respon atas dinamika dan volatilitas tinggi yang melanda pasar saham domestik belakangan ini.

Manajemen BSI menekankan bahwa langkah ini dipertimbangkan untuk memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga nilai bagi pemegang saham (shareholder value), mengingat harga saham berkapitalisasi besar kerap tertekan kondisi makro terlepas dari kinerja fundamental perusahaan yang tetap solid.

Pernyataan ini disampaikan Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, pada Selasa (20/10/2026), seiring dengan rilis pencapaian kinerja keuangan perseroan hingga Agustus 2026 yang tumbuh positif di seluruh lini bisnis.

Ringkasan Utama

  • Opsi Share Buyback BSI: BRIS sedang mengevaluasi secara komprehensif rencana pembelian kembali saham untuk menopang harga saham di tengah volatilitas pasar modal.
  • Laba Bersih Tumbuh 10,07%: Hingga Agustus 2026, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp5,30 triliun ditopang ekspansi pembiayaan dan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
  • DPK Tembus Rp389 Triliun: Dana Pihak Ketiga tumbuh pesat 17,71% YoY, dengan porsi dana murah (CASA) mendominasi sebesar Rp246 triliun.
  • Kualitas Pembiayaan Terjaga: Pembiayaan melesat 16,21% YoY menjadi Rp344 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF Gross) terjaga di level aman 1,80%.
Rp5,30 T Laba Bersih Per Agustus 2026
+17,71% Pertumbuhan DPK YoY
1,80% NPF Gross Terjaga Sehat
+36,27% Lonjakan Fee-Based Income

Dinamika Pasar Modal & Alasan Evaluasi Buyback

Wisnu Sunandar mengungkapkan bahwa volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir ikut menekan pergerakan saham emiten unggulan, termasuk di sektor perbankan. Menurutnya, BSI secara berkala mengevaluasi berbagai alternatif strategis demi penciptaan nilai jangka panjang.

"Salah satu alternatif yang sedang dikaji adalah pembelian kembali saham perseroan atau share buyback. Apabila perseroan memutuskan untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, BSI akan menyampaikan informasi kepada regulator dan masyarakat sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku."
— Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI

Ia menambahkan, perseroan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan dengan tetap menjaga keberlanjutan keuangan, pertumbuhan bisnis, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kinerja Keuangan BSI Per Agustus 2026

Kajian rencana buyback ini didukung oleh posisi keuangan BSI yang sangat sehat. Kinerja operasional per Agustus 2026 mencerminkan daya tahan fundamental bisnis perseroan:

← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →

Indikator Keuangan Capaian Per Agustus 2026 Pertumbuhan (YoY)
Laba Bersih Rp5,30 Triliun +10,07%
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp389,00 Triliun +17,71%
— Porsi Dana Murah (CASA) Rp246,00 Triliun -
Total Pembiayaan Rp344,00 Triliun +16,21%
Pendapatan Fee-Based Income Rp5,60 Triliun +36,27%
Non-Performing Financing (NPF) Gross 1,80% Terjaga Sehat
Biaya Dana (Cost of Fund) 2,30% Turun 37 bps

Sumber: Keterangan Resmi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Selasa (20/10/2026).

Efisiensi Biaya Dana (CoF):
BSI berhasil menekan biaya dana (cost of fund) sebesar 37 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 2,30%. Penurunan CoF ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan porsi CASA yang mencapai Rp246 triliun, sehingga mampu memberikan ruang marjin pembiayaan yang lebih tebal di tengah tren suku bunga tinggi.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apakah BSI sudah pasti akan mengeksekusi aksi buyback saham?
Belum pasti. Pembelian kembali saham (share buyback) saat ini masih dalam tahap evaluasi dan pengkajian internal. Keputusan resmi akan diumumkan melalui keterbukaan informasi BEI jika sudah difinalisasi.
Berapa laba bersih yang dibukukan BSI per Agustus 2026?
BSI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026, mengalami pertumbuhan 10,07% secara tahunan (YoY).
Bagaimana kualitas aset pembiayaan BSI saat ini?
Kualitas pembiayaan BSI sangat sehat dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross terjaga pada level 1,80%, di bawah batas toleransi regulator.
Sumber Data: Keterangan Resmi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) per Selasa, 20 Oktober 2026.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk edukasi publik dan penyampaian informasi pasar modal. Bukan merupakan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham tertentu.