Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) kembali masuk pasar surat utang dengan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp4,11 triliun.

Namun, penerbitan kali ini bukan terutama untuk membiayai tambang baru atau ekspansi produksi. Hampir seluruh dana yang dihimpun diarahkan untuk refinancing: membayar fasilitas kredit bergulir yang jatuh tempo Oktober 2026 dan sebagian kewajiban obligasi yang jatuh tempo Desember 2026.

Artinya, aksi korporasi ini lebih tepat dibaca sebagai penataan jatuh tempo utang ketimbang tambahan modal ekspansi. MDKA menukar sebagian kewajiban lama dengan utang baru yang memiliki kupon tetap 8,25% dan 10% per tahun.

Dengan komposisi Rp1,8 triliun pada Seri A dan Rp2,31 triliun pada Seri B, beban kupon secara tahunan jika seluruh obligasi tetap beredar berada di kisaran Rp379,5 miliar. Angka tersebut belum memasukkan biaya penerbitan maupun struktur kewajiban lain perseroan.

Ringkasan
  • MDKA menawarkan obligasi baru sebesar Rp4,11 triliun dalam dua seri.
  • Seri A berkupon 8,25% senilai Rp1,8 triliun, sedangkan Seri B berkupon 10% senilai Rp2,31 triliun.
  • Hampir seluruh hasil emisi digunakan untuk membayar utang lama, bukan membiayai ekspansi baru.
Rp4,11 T Nilai obligasi baru
10% Kupon Seri B
Rp3,48 T Untuk fasilitas kredit bergulir
idA+ Peringkat Pefindo

MDKA Ganti Utang Lama dengan Obligasi Baru

Obligasi Berkelanjutan V Tahap IV merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan MDKA dengan target penghimpunan dana total Rp15 triliun.

Sebelum tahap ini, MDKA telah menerbitkan obligasi sekitar Rp6,1 triliun melalui rangkaian program yang sama.

Pada Tahap IV, obligasi dibagi menjadi dua seri dengan karakter berbeda.

Seri Pokok Kupon Tenor
Seri A Rp1,80 triliun 8,25% 367 hari
Seri B Rp2,31 triliun 10,00% 3 tahun
Total Rp4,11 triliun — —

Bunga dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Januari 2027.

Sumber yang diterima menyebut pelunasan pokok dan bunga terakhir Seri A dijadwalkan 27 Oktober 2027, sedangkan Seri B pada 20 Oktober 2029 dengan mekanisme bullet payment.

Karena pokok dibayar sekaligus pada akhir tenor, arus kas MDKA selama periode berjalan akan menanggung pembayaran kupon, sementara kewajiban pokok tetap harus disiapkan pada tanggal jatuh tempo.

Rp3,48 Triliun Langsung untuk Bayar Kredit Bergulir

Bagian terbesar dana hasil obligasi tidak akan lama berada di kas perseroan.

MDKA menyatakan sekitar US$195 juta atau ekuivalen Rp3,48 triliun akan digunakan untuk melunasi seluruh pokok fasilitas kredit bergulir berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir MCG tertanggal 13 Juni 2025.

Fasilitas tersebut jatuh tempo pada 27 Oktober 2026, hanya sekitar satu pekan setelah jadwal emisi obligasi pada 20 Oktober 2026.

Sisanya sekitar Rp614,9 miliar akan digunakan untuk membiayai sebagian pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2023 Seri B yang jatuh tempo 15 Desember 2026.

Penggunaan Dana Nilai Jatuh Tempo Kewajiban
Pelunasan fasilitas kredit bergulir MCG ±Rp3,48 triliun 27 Oktober 2026
Sebagian pelunasan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV 2023 Seri B Rp614,9 miliar 15 Desember 2026

Dengan komposisi tersebut, obligasi baru pada dasarnya berfungsi memindahkan sebagian tekanan jatuh tempo dari 2026 ke 2027 dan 2029.

Ini refinancing, bukan deleveraging. Utang lama memang dilunasi, tetapi sumber pembayarannya berasal dari utang baru. Total leverage baru benar-benar membaik jika setelah transaksi MDKA menghasilkan arus kas, melepas aset, atau menggunakan sumber lain untuk menurunkan pokok utang secara bersih.

Kupon 10% Membuat Biaya Dana Layak Dicermati

Seri B menjadi bagian terbesar penerbitan dengan nilai Rp2,31 triliun dan kupon tetap 10% per tahun selama tiga tahun.

Secara nominal, pembayaran kupon tahunan untuk Seri B mencapai sekitar Rp231 miliar.

Seri A senilai Rp1,8 triliun dengan bunga 8,25% menghasilkan beban bunga tahunan ekuivalen sekitar Rp148,5 miliar.

Seri Pokok Kupon Estimasi Kupon Tahunan
Seri A Rp1,80 triliun 8,25% ±Rp148,5 miliar
Seri B Rp2,31 triliun 10,00% ±Rp231,0 miliar
Total Rp4,11 triliun ±9,23% weighted ±Rp379,5 miliar

Perhitungan sederhana tersebut menghasilkan kupon tertimbang sekitar 9,23% per tahun. Ini bukan biaya utang efektif keseluruhan karena belum memperhitungkan biaya emisi, tenor yang berbeda, pajak, maupun kewajiban keuangan lainnya.

Bagi investor saham MDKA, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah perusahaan berhasil memperoleh dana Rp4,11 triliun. Yang lebih relevan adalah apakah refinancing tersebut memperbaiki profil jatuh tempo tanpa membuat biaya bunga menjadi terlalu berat terhadap EBITDA dan arus kas operasi.

Apalagi Seri B memiliki tenor tiga tahun dengan bunga dua digit. Selama periode tersebut, kemampuan proyek-proyek MDKA menghasilkan kas akan menjadi faktor penting untuk membayar kupon sekaligus menyiapkan dana pelunasan pokok pada 2029.

Peringkat idA+ dan Jadwal Penerbitan

Pefindo memberikan peringkat idA+ untuk obligasi tersebut, berlaku mulai 1 Oktober 2026 hingga 1 Oktober 2027.

Penjamin pelaksana emisi terdiri atas Indo Premier Sekuritas, Sucor Sekuritas, Aldiracita Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan BCA Sekuritas. Bank Rakyat Indonesia bertindak sebagai wali amanat.

Tahapan Jadwal
Masa Penawaran Umum 14–15 Oktober 2026
Penjatahan 16 Oktober 2026
Distribusi Elektronik / Emisi 20 Oktober 2026
Pencatatan di BEI 21 Oktober 2026

MDKA juga memiliki hak membeli kembali sebagian atau seluruh obligasi setelah satu tahun sejak tanggal penjatahan. Obligasi yang dibeli dapat digunakan sebagai pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali sesuai ketentuan.

Intinya: penerbitan obligasi Rp4,11 triliun ini lebih merupakan operasi pengelolaan neraca daripada cerita ekspansi. MDKA menggeser kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu dekat ke tenor yang lebih panjang, tetapi sebagai gantinya menanggung kupon hingga 10% per tahun. Refinancing memberi ruang waktu; apakah ruang itu menciptakan nilai akan bergantung pada kemampuan proyek dan operasi MDKA menghasilkan arus kas sebelum jatuh tempo berikutnya datang.

FAQ Obligasi MDKA 2026

Berapa nilai obligasi yang diterbitkan MDKA?
MDKA menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp4,11 triliun.
Berapa kupon obligasi MDKA?
Seri A memiliki kupon tetap 8,25% per tahun, sedangkan Seri B menawarkan bunga tetap 10% per tahun.
Untuk apa dana obligasi digunakan?
Hampir seluruh dana akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit bergulir dan sebagian pokok obligasi lama yang jatuh tempo pada Oktober dan Desember 2026.
Berapa estimasi pembayaran kupon tahunan?
Berdasarkan nilai pokok dan tingkat bunga, estimasi kupon tahunan ekuivalen sekitar Rp379,5 miliar apabila seluruh obligasi tetap beredar.
Apa peringkat obligasi MDKA?
Pefindo memberikan peringkat idA+ untuk periode 1 Oktober 2026 hingga 1 Oktober 2027.
Kapan obligasi MDKA dicatatkan di BEI?
Berdasarkan jadwal perkiraan, distribusi elektronik dilakukan 20 Oktober 2026 dan pencatatan di BEI pada 21 Oktober 2026.
Sumber: Keterbukaan informasi PT Merdeka Copper Gold Tbk. mengenai Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: Estimasi kupon tahunan Seri A dihitung dari Rp1,8 triliun × 8,25% = Rp148,5 miliar, sedangkan Seri B Rp2,31 triliun × 10% = Rp231 miliar. Total ekuivalen sekitar Rp379,5 miliar dengan kupon tertimbang sekitar 9,23%. Perhitungan ini bukan biaya utang efektif dan tidak memasukkan biaya emisi maupun perbedaan tenor.

Catatan: Sumber yang diterima menyebut Seri A memiliki tenor 367 hari sekaligus mencantumkan jadwal pelunasan pada 27 Oktober 2027. Artikel mempertahankan kedua informasi tersebut sebagaimana terdapat dalam bahan sumber dan tidak melakukan koreksi tanggal secara independen.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli obligasi maupun saham MDKA. Investor perlu mempertimbangkan peringkat kredit, arus kas, leverage, profil jatuh tempo, struktur kupon, risiko komoditas, serta kemampuan perseroan memenuhi pembayaran bunga dan pokok.