Receh.in — MUFG Bank Ltd. melepas sebagian kepemilikannya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), tetapi transaksi ini bukan sinyal sang pemegang saham pengendali meninggalkan Adira Finance.
Tujuannya justru lebih teknis: menambah jumlah saham ADMF yang beredar di publik atau free float.
MUFG menjual hampir 56 juta saham ADMF atau sekitar 4,53% dari modal perseroan dengan harga rata-rata Rp7.800 per saham. Berdasarkan jumlah saham dan harga tersebut, nilai transaksinya secara indikatif mencapai sekitar Rp436,8 miliar.
Efeknya langsung terlihat pada struktur kepemilikan. Porsi saham publik yang sebelumnya hanya sekitar 5,8% naik menjadi 10,33%, membawa ADMF melewati target free float 10% yang sebelumnya ingin dicapai pada akhir Juni 2026.
Bagi investor, cerita terpentingnya bukan sekadar MUFG menjual saham. Bertambahnya free float berpotensi memperbesar pasokan saham yang benar-benar dapat diperdagangkan di pasar, meski peningkatan likuiditas tetap bergantung pada distribusi saham baru tersebut dan aktivitas transaksi berikutnya.
- MUFG Bank melepas hampir 56 juta saham ADMF atau 4,53% dengan harga rata-rata Rp7.800 per saham.
- Nilai transaksi secara indikatif sekitar Rp436,8 miliar dan free float ADMF naik dari 5,8% menjadi 10,33%.
- Divestasi dilakukan untuk memenuhi target free float, bukan berarti MUFG dan Bank Danamon kehilangan status sebagai pengendali Adira Finance.
MUFG Jual Saham, tapi Tetap Menjadi Pengendali ADMF
MUFG Bank menyatakan pelepasan saham dilakukan untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float.
Sebelum transaksi, MUFG bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) menguasai sekitar 93,4% saham Adira Finance. Sementara kepemilikan publik hanya sekitar 5,8%, dengan sekitar 0,79% saham lainnya merupakan saham treasuri hasil pembelian kembali.
Setelah MUFG melepas 4,53% saham, porsi free float naik menjadi 10,33%.
| Komponen | Sebelum Transaksi | Setelah Transaksi |
|---|---|---|
| Free float | 5,80% | 10,33% |
| Saham yang dilepas MUFG | — | 4,53% |
| Saham treasuri | 0,79% | 0,79%* |
*Berdasarkan informasi dalam bahan sumber, tidak disebutkan adanya perubahan saham treasuri dalam transaksi ini.
Artinya, penjualan saham tersebut lebih tepat dibaca sebagai redistribusi sebagian kepemilikan dari pengendali ke pasar, bukan perubahan kontrol atas Adira Finance.
MUFG Kantongi Sekitar Rp437 Miliar dari Penjualan ADMF
MUFG menjual hampir 56 juta saham pada harga rata-rata Rp7.800 per saham.
Dengan perhitungan sederhana, nilai transaksi berada di sekitar Rp436,8 miliar.
| Perhitungan | Nilai |
|---|---|
| Jumlah saham yang dijual | ±56 juta saham |
| Harga rata-rata | Rp7.800 |
| Nilai indikatif transaksi | ±Rp436,8 miliar |
Nilai tersebut merupakan estimasi Receh.in berdasarkan jumlah saham yang disebut hampir 56 juta dan harga transaksi rata-rata Rp7.800. Nilai final dapat sedikit berbeda jika jumlah saham aktual tidak tepat 56 juta lembar.
Setelah penjualan, bahan sumber menyebut kepemilikan MUFG menjadi sekitar 14,36% dari modal ditempatkan dan disetor.
Dengan demikian, transaksi ini secara ekonomi bukan hanya menambah free float, tetapi juga mengubah komposisi kepemilikan antara pengendali dan pemegang saham publik.
Target Free Float 10% Terlambat, tapi Akhirnya Tercapai
Adira Finance sebenarnya menargetkan free float minimal 10% sudah tercapai pada akhir Juni 2026.
Target tersebut terkait dengan struktur kepemilikan setelah penggabungan usaha Adira Finance dengan Mandala Finance yang efektif pada 26 Juni 2025.
Merger itu kemudian diikuti Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO). Efek gabungan aksi tersebut adalah naiknya konsentrasi kepemilikan MUFG dan Bank Danamon sekaligus menekan porsi saham publik.
Manajemen pada awal Juli 2026 masih menyatakan langkah untuk meningkatkan free float tengah didiskusikan bersama pemegang saham pengendali.
Kini, sekitar tiga bulan setelah target awal terlewati, divestasi MUFG membawa kepemilikan publik menjadi 10,33%.
Jadi, targetnya memang tercapai, tetapi bukan sesuai tenggat akhir Juni yang sebelumnya disiapkan perseroan.
Apa Dampaknya untuk Saham ADMF?
Naiknya free float umumnya membuat lebih banyak saham tersedia untuk diperdagangkan oleh investor nonpengendali.
Dalam kasus ADMF, tambahan sekitar 4,53% saham ke pasar cukup berarti karena free float sebelumnya hanya 5,8%.
Secara matematis, jumlah saham yang masuk ke porsi publik bertambah hampir 80% dibanding basis free float sebelumnya. Namun kenaikan free float tidak otomatis menjamin volume transaksi harian atau likuiditas saham akan melonjak dalam proporsi yang sama.
Likuiditas tetap bergantung pada siapa pembeli saham tersebut, seberapa tersebar kepemilikannya, seberapa aktif investor memperdagangkannya, dan kondisi pasar ADMF setelah transaksi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah potensi overhang. Apabila pemegang saham pengendali kembali perlu melepas saham untuk tujuan tertentu, tambahan pasokan dapat memengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran. Tetapi dari informasi yang tersedia saat ini, transaksi yang diumumkan secara eksplisit ditujukan untuk pemenuhan free float.
FAQ Divestasi Saham ADMF oleh MUFG
Berapa saham ADMF yang dijual MUFG?
Berapa harga penjualan saham ADMF?
Berapa nilai transaksi MUFG?
Berapa free float ADMF setelah transaksi?
Apakah MUFG keluar dari Adira Finance?
Mengapa MUFG menjual saham ADMF?
Perhitungan Receh.in: Nilai indikatif transaksi dihitung dari sekitar 56 juta saham × Rp7.800 = sekitar Rp436,8 miliar. Kenaikan free float dari 5,8% menjadi 10,33% setara kenaikan 4,53 poin persentase.
Catatan: Bahan sumber menyebut sisa kepemilikan MUFG sebesar 14,36% setelah transaksi. Artikel menggunakan persentase tersebut sebagai acuan karena angka jumlah saham sisa dalam bahan sumber tampak tidak konsisten secara satuan dengan persentase kepemilikan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham ADMF. Kenaikan free float tidak otomatis meningkatkan likuiditas, harga saham, maupun kinerja fundamental perusahaan.

0 Komentar