Receh.in — Ada perbedaan besar antara membeli kembali saham dan menghapusnya secara permanen. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kini memasuki tahap kedua itu.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026, pemegang saham menyetujui penarikan kembali 32.186.417.803 saham Seri A yang sebelumnya telah dibeli GOTO dalam program buyback periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025.
Artinya, saham tersebut tidak sekadar disimpan sebagai saham treasuri. Setelah proses pengurangan modal dilaksanakan, saham itu akan dikeluarkan dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
RUPSLB juga membawa perubahan pada jajaran manajemen. Pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari posisi Wakil Direktur Utama disetujui, sementara susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi GOTO ditetapkan.
Jumlah Saham GOTO Berkurang Sekitar 2,7%
Setelah penarikan 32,19 miliar saham Seri A tersebut, modal ditempatkan dan disetor GOTO akan menjadi 1.158.958.579.417 saham.
Jika ditarik mundur, jumlah saham sebelum pengurangan modal sekitar 1,191 triliun saham. Dengan demikian, saham yang ditarik setara kurang lebih 2,7% dari jumlah saham sebelum pengurangan.
| Keterangan | Jumlah Saham |
|---|---|
| Saham yang ditarik kembali | 32.186.417.803 |
| Perkiraan saham sebelum pengurangan modal | 1.191.144.997.220 |
| Saham setelah pengurangan modal | 1.158.958.579.417 |
| Persentase pengurangan | ±2,7% |
Rapat sekaligus menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar untuk menyesuaikan struktur modal setelah saham tersebut ditarik.
Apa Bedanya Saham Treasuri Dipegang dan Dibatalkan?
Saham hasil buyback pada awalnya dapat disimpan perusahaan sebagai saham treasuri. Selama masih berstatus demikian, perusahaan dalam kondisi dan aturan tertentu masih memiliki kemungkinan untuk mengalihkan atau menggunakan saham tersebut pada masa mendatang.
Ketika saham treasuri ditarik kembali melalui pengurangan modal, ceritanya berubah. Saham itu dikeluarkan dari jumlah modal ditempatkan dan disetor sehingga secara struktural jumlah saham perusahaan menjadi lebih sedikit.
Bagi pemegang saham lain, efek matematisnya adalah persentase kepemilikan terhadap total saham dapat meningkat secara relatif tanpa mereka harus membeli saham tambahan, sepanjang jumlah saham mereka sendiri tidak berubah.
Namun pengurangan jumlah saham tidak otomatis membuat nilai perusahaan atau harga saham naik dengan persentase yang sama. Pasar tetap akan menilai GOTO berdasarkan prospek laba, arus kas, pertumbuhan bisnis, tata kelola, serta valuasinya.
Potensi Dilusi dari Saham Treasuri Itu Juga Hilang
Ada implikasi lain yang cukup penting. Ketika saham treasuri masih berada di tangan perusahaan, investor dapat mempertimbangkan kemungkinan saham tersebut suatu saat dialihkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan membatalkannya, jumlah 32,19 miliar saham tersebut tidak lagi tersedia untuk kembali beredar melalui mekanisme tersebut.
Karena itu, aksi ini dapat dipandang sebagai penyederhanaan struktur modal dan menghilangkan potensi pasokan kembali dari blok saham treasuri tersebut. Namun efek akhirnya terhadap likuiditas perdagangan maupun valuasi tetap tidak bisa ditentukan hanya dari jumlah saham yang dibatalkan.
RUPSLB Dihadiri 86,74% Hak Suara
Rapat memenuhi kuorum dengan kehadiran pemegang saham yang mewakili 2.270.810.325.109 hak suara, atau sekitar 86,74% dari seluruh hak suara sah.
Tingginya angka hak suara dibandingkan jumlah lembar saham mencerminkan struktur hak suara GOTO yang tidak semata-mata satu saham satu suara untuk seluruh kelas saham. Karena itu, angka 2,27 triliun tersebut sebaiknya dibaca sebagai hak suara yang hadir dalam RUPSLB, bukan jumlah saham biasa yang beredar.
Catherine Hindra Sutjahyo Mundur
Selain agenda modal, RUPSLB menyetujui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Wakil Direktur Utama.
Setelah perubahan tersebut, jajaran Direksi GOTO terdiri atas Hans Patuwo, Simon Tak Leung Ho, Sudhanshu Raheja, R. A. Koesoemohadiani, Wuzhen (William) Xiong, dan Monica Lynn Mulyanto.
Sementara Dewan Komisaris terdiri atas Agus D. W. Martowardojo, Wishnutama Kusubandio, Andre Soelistyo, Santoso Kartono, Dirk Van den Berghe, Marjorie Tiu Lao, serta John A. Prasetio.
| Dewan Komisaris | Direksi |
|---|---|
| Agus D. W. Martowardojo | Hans Patuwo |
| Wishnutama Kusubandio | Simon Tak Leung Ho |
| Andre Soelistyo | Sudhanshu Raheja |
| Santoso Kartono | R. A. Koesoemohadiani |
| Dirk Van den Berghe | Wuzhen (William) Xiong |
| Marjorie Tiu Lao | Monica Lynn Mulyanto |
| John A. Prasetio | - |
Yang Berubah bagi Investor GOTO
Dari empat agenda utama RUPSLB, pengurangan jumlah saham menjadi bagian yang paling langsung berkaitan dengan struktur kepemilikan investor.
Setelah penarikan saham selesai, basis saham GOTO berkurang sekitar 2,7%. Secara teori, jumlah saham yang lebih sedikit dapat membuat berbagai metrik per saham—seperti laba per saham jika GOTO membukukan laba—lebih tinggi dibandingkan kondisi dengan laba yang sama dan jumlah saham lebih besar.
Tetapi aksi korporasi ini tidak menambah laba operasional perusahaan dengan sendirinya. Pengaruh fundamental tetap ditentukan oleh kemampuan GOTO meningkatkan pendapatan, memperbaiki margin, menghasilkan arus kas, dan menciptakan keuntungan.
Karena saham yang dibatalkan juga merupakan hasil buyback lama, investor perlu menghindari pembacaan seolah-olah GOTO sedang masuk pasar untuk menyerap tambahan 32 miliar saham pada harga sekarang. Transaksi pembeliannya sudah terjadi pada periode 2024–2025.
FAQ RUPSLB dan Pengurangan Saham GOTO
Berapa saham GOTO yang akan dibatalkan?
Berapa jumlah saham GOTO setelah pengurangan modal?
Apakah ini merupakan buyback baru GOTO?
Berapa besar pengurangan jumlah saham GOTO?
Siapa yang mundur dari jajaran Direksi GOTO?
Apakah pembatalan saham otomatis membuat harga GOTO naik?
Catatan: RUPSLB menyetujui pengurangan modal melalui penarikan 32.186.417.803 saham Seri A yang sebelumnya dibeli kembali pada periode 12 Juni 2024–11 Juni 2025. Aksi ini bukan program buyback baru.
Perhitungan Receh.in: Jumlah saham sebelum pengurangan dihitung dari 1.158.958.579.417 saham setelah pengurangan ditambah 32.186.417.803 saham yang ditarik, sehingga diperoleh sekitar 1.191.144.997.220 saham. Dengan basis tersebut, pengurangan setara sekitar 2,7%.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual, atau mempertahankan saham GOTO.

0 Komentar