Receh.in — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Salah satu agenda utama yang akan dimintakan persetujuan adalah pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri, yang disebut setara sekitar 2,7% dari jumlah saham perseroan.
RUPSLB juga akan membahas perubahan struktur kepemimpinan menyusul pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari posisi Wakil Direktur Utama. Catherine sebelumnya telah menyampaikan pengunduran diri pada 28 Agustus 2026 dengan alasan memprioritaskan komitmen keluarga.
Selain itu, susunan Dewan Komisaris dan Direksi GoTo akan diperbarui. Agus D.W. Martowardojo akan memimpin Dewan Komisaris sebagai Komisaris Utama, sementara Hans Patuwo berada di posisi Direktur Utama.
- RUPSLB GOTO dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.
- Perseroan meminta persetujuan untuk membatalkan sekitar 32 miliar saham treasuri atau sekitar 2,7% dari jumlah saham yang disebutkan dalam materi.
- RUPSLB juga akan mengakui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo serta menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi GoTo.
GOTO Mau Hapus Permanen 32 Miliar Saham Treasuri
Agenda yang paling menarik bagi investor adalah rencana pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri.
Saham treasuri merupakan saham perseroan yang sebelumnya telah diterbitkan tetapi kemudian dibeli kembali oleh perusahaan. Selama masih berstatus saham treasuri, saham tersebut berada dalam penguasaan perusahaan dan memiliki perlakuan berbeda dibanding saham yang dimiliki investor publik.
Jika RUPSLB memberikan persetujuan, saham tersebut akan dibatalkan secara permanen sehingga tidak lagi dapat diterbitkan kembali dari portofolio treasury.
| Agenda | Rencana GoTo |
|---|---|
| Saham treasuri | Pembatalan sekitar 32 miliar saham |
| Porsi yang disebut | ±2,7% |
| Sifat tindakan | Penghapusan permanen saham treasuri |
| Arus kas baru | Tidak membutuhkan pengeluaran kas baru untuk proses pembatalan |
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menjelaskan bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk menyederhanakan struktur modal dan memberikan nilai bagi pemegang saham.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan investor dalam membaca dampaknya. Karena saham treasuri pada dasarnya sudah tidak diperlakukan sama seperti saham publik yang beredar untuk hak suara dan distribusi tertentu, pembatalannya tidak tepat disamakan secara sederhana dengan buyback baru yang langsung mengurangi jumlah saham publik di pasar.
Efek yang lebih jelas adalah saham treasuri tersebut hilang secara permanen sehingga tidak dapat kembali dilepas ke pasar pada masa mendatang. Dengan demikian, potensi dilusi dari penggunaan kembali saham treasury tersebut juga ikut hilang.
Apa Dampak Pembatalan Saham Treasuri bagi Investor GOTO?
Dari perspektif pemegang saham, pembatalan treasury dapat memberikan beberapa implikasi terhadap struktur modal GoTo.
| Dampak | Penjelasan |
|---|---|
| Struktur modal lebih sederhana | Saham yang berada di treasury dihapus permanen |
| Potensi dilusi berkurang | Saham tersebut tidak dapat kembali dilepas atau digunakan di kemudian hari |
| Tidak membutuhkan kas baru | Pembelian kembali telah terjadi sebelumnya |
| Jumlah saham diterbitkan berkurang | Basis modal saham menjadi lebih kecil setelah pembatalan |
Namun investor sebaiknya berhati-hati dengan anggapan bahwa pembatalan saham treasury otomatis menaikkan nilai intrinsik saham dalam besaran yang sama.
Harga saham tetap akan ditentukan oleh kinerja bisnis, arus kas, prospek pertumbuhan, profitabilitas, kondisi pasar, serta persepsi investor terhadap prospek GoTo.
Pembatalan saham treasury juga berbeda dari aksi korporasi yang mengalirkan kas langsung kepada investor seperti dividen.
Catherine Hindra Sutjahyo Mundur dari Wakil Direktur Utama
Agenda lain dalam RUPSLB adalah pengakuan atas pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama.
Catherine dilaporkan mengajukan pengunduran diri pada 28 Agustus 2026 karena ingin memprioritaskan komitmen keluarga.
Perusahaan menyatakan proses transisi telah dipersiapkan sehingga perubahan tersebut diharapkan tidak mengganggu operasional bisnis.
Perubahan ini cukup penting karena Catherine merupakan salah satu eksekutif senior dalam struktur kepemimpinan GoTo. Namun dampak sebenarnya terhadap bisnis akan lebih banyak ditentukan oleh bagaimana tanggung jawab eksekutif dibagi dan strategi perusahaan dilaksanakan setelah perubahan manajemen.
Susunan Komisaris dan Direksi GoTo Setelah RUPSLB
Dalam susunan yang akan berlaku setelah memperoleh persetujuan yang diperlukan, Dewan Komisaris GoTo akan dipimpin Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama.
Tiga posisi komisaris independen diisi John A. Prasetio, Dirk Van den Berghe, dan Marjorie Tiu Lao.
| Nama | Posisi |
|---|---|
| Agus D.W. Martowardojo | Komisaris Utama |
| John A. Prasetio | Komisaris Independen |
| Dirk Van den Berghe | Komisaris Independen |
| Marjorie Tiu Lao | Komisaris Independen |
| Wishnutama Kusubandio | Komisaris |
| Andre Soelistyo | Komisaris |
| Santoso Kartono | Komisaris |
Sementara itu, jajaran direksi akan dipimpin Hans Patuwo sebagai Direktur Utama.
| Nama | Posisi |
|---|---|
| Hans Patuwo | Direktur Utama |
| Simon Tak Leung Ho | Direktur |
| Sudhanshu Raheja | Direktur |
| R.A. Koesoemohadiani | Direktur |
| Monica Lynn Mulyanto | Direktur |
| Wuzhen (William) Xiong | Direktur |
Susunan tersebut memperlihatkan kombinasi eksekutif dan komisaris dengan latar belakang lokal maupun internasional. Bagi investor, yang perlu dicermati berikutnya adalah bagaimana struktur baru tersebut menerjemahkan tata kelola ke dalam keputusan bisnis dan pencapaian target perusahaan.
FAQ RUPSLB GOTO 14 Oktober 2026
Kapan RUPSLB GoTo digelar?
Berapa saham treasuri GOTO yang akan dibatalkan?
Apa dampak pembatalan saham treasuri GOTO?
Apakah pembatalan saham treasuri membutuhkan kas baru?
Kenapa Catherine Hindra Sutjahyo mundur?
Siapa Direktur Utama dan Komisaris Utama GoTo?
Catatan: Susunan organ perseroan dan pembatalan saham treasuri tetap bergantung pada persetujuan serta keputusan RUPSLB dan pemenuhan ketentuan yang berlaku.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual, atau mempertahankan saham GOTO.

0 Komentar