Receh.in — Trimegah Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi Buy untuk saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan target harga Rp4.400 per saham.
Rekomendasi tersebut berasal dari riset analis Trimegah Sekuritas Ignatius Samon yang dipublikasikan pada Jumat, 16 Oktober 2026. IndoPremier mencatat target harga CPIN dari Trimegah sebesar Rp4.400 dengan rating Buy pada pukul 09.43 WIB.
Rekomendasi itu muncul pada hari yang sangat volatil bagi Bursa Efek Indonesia. CPIN sendiri ikut terseret tekanan jual setelah IHSG mengalami trading halt pada pembukaan perdagangan.
Potensi Upside Membesar Setelah Harga CPIN Jatuh
Pada penutupan Kamis, 15 Oktober 2026, saham CPIN berada di Rp2.940. Namun pada perdagangan Jumat pagi, saham ini sempat dibuka di sekitar Rp2.500 dan bergerak di area Rp2.500–Rp2.590. Data pasar intraday sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan CPIN masih turun sekitar 13%–14% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Jika menggunakan harga sekitar Rp2.530 sebagai ilustrasi, target Rp4.400 dari Trimegah berarti terdapat potensi kenaikan sekitar 74%. Angka tersebut tentu sangat bergantung pada harga masuk investor karena perdagangan hari ini masih sangat volatil.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Rekomendasi Trimegah | Buy |
| Target harga | Rp4.400 |
| Harga penutupan 15 Oktober 2026 | Rp2.940 |
| Kisaran intraday 16 Oktober 2026* | Rp2.500–Rp2.590 |
| Potensi upside dari Rp2.530* | sekitar 74% |
*Harga intraday dapat berubah selama perdagangan berlangsung. Potensi upside merupakan perhitungan sederhana terhadap target harga Trimegah, bukan proyeksi kepastian keuntungan.
Fundamental CPIN Tetap Jadi Dasar Cerita
Di luar gejolak pasar Jumat, sentimen fundamental CPIN belakangan lebih banyak dikaitkan dengan pemulihan harga produk unggas setelah tekanan pada kuartal II-2026. Kontan mencatat pemulihan harga unggas menjadi salah satu faktor yang dapat menopang prospek CPIN, meskipun kenaikan biaya bahan baku tetap menjadi risiko terhadap margin.
Pergerakan saham CPIN selama beberapa pekan terakhir memang relatif lemah. Dari pertengahan September hingga 15 Oktober, harga bergerak dari area sekitar Rp3.120 menuju Rp2.940 sebelum kemudian jatuh tajam bersama pasar pada 16 Oktober.
Tekanan pada Jumat pagi lebih tepat dibaca dalam konteks sell-off luas di pasar ketimbang perubahan fundamental CPIN yang terjadi dalam semalam. Namun hal itu juga berarti target harga analis perlu dilihat sebagai estimasi berbasis asumsi fundamental jangka menengah, bukan target perdagangan satu atau dua hari.
Catatan: Rating Buy dan target harga Rp4.400 merupakan pandangan analis Ignatius Samon dari Trimegah Sekuritas Indonesia dan bukan target harga Recehin.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi pribadi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan saham CPIN.

0 Komentar