Daftar IsiTampilkan


Receh.in
— Emiten perdagangan produk manufaktur, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) alias Savitra, siap mengesekusi aksi korporasi besar berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement senilai Rp120 miliar.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/10/2026), perseroan mengungkapkan bahwa penerbitan saham baru tersebut diserap oleh tiga investor institusi strategis yang dikendalikan oleh sejumlah figur ternama: Nagita Slavina & Raffi Ahmad, Pieter Tanuri, hingga Garibaldi Thohir & Erick Thohir.

Dana hasil private placement ini disiapkan untuk mendukung akuisisi strategis jaringan rumah sakit spesialis jantung di bawah naungan PT Hasna Medika Bakti Cirebon.

Ringkasan Utama

  • Nilai Private Placement Rp120 Miliar: VISI menerbitkan 120,72 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp994 per saham.
  • Penyerap Saham Baru: PT Harmoni Semesta Investama / HSI (Raffi-Nagita) menyuntik Rp72 M; PT Atlas Raya Abadi / ARA (Pieter Tanuri) Rp24 M; dan PT Trinugraha Thohir Harmoni / TTH (Duo Thohir) Rp24 M.
  • Tujuan Ekspansi Layanan Kesehatan: Dana digunakan untuk mengeksekusi akuisisi 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon senilai total Rp286 miliar.
  • Pencatatan Saham Baru: Dijadwalkan rilis di BEI pada 29 Oktober 2026, yang membuat kepemilikan saham publik terdilusi dari 19,99% menjadi 19,24%.
Rp120 M Nilai Injeksi Private Placement
Rp994 Harga Pelaksanaan Per Saham
Rp286 M Nilai Akuisisi RS Hasna Medika
2 RS + 11 Klinik Jaringan Baru di Jawa & Bali

Rincian Penyertaan Modal & Struktur Pemegang Saham Baru

Aksi PMTHMETD ini sebelumnya telah memperoleh persetujuan resmi dari pemegang saham independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tertanggal 30 September 2026. Saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham ini diterbitkan sebanyak 120,72 juta lembar pada harga pelaksanaan Rp994 per saham.

← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →

Investor Pemodal Pengendali Utama / Figur Terkait Jumlah Saham Baru Nilai Suntikan (Rp) Kepemilikan Pasca-Aksi
PT Harmoni Semesta Investama (HSI) Nagita Slavina & Raffi Ahmad 72,43 Juta Rp72 Miliar 61,77%
PT Atlas Raya Abadi (ARA) Pieter Tanuri 24,14 Juta Rp24 Miliar 10,53%
PT Trinugraha Thohir Harmoni (TTH) Garibaldi Thohir & Erick Thohir 24,14 Juta Rp24 Miliar 8,45%
Masyarakat (Publik) Publik Non-Pengendali - - 19,24%
Total Aksi Korporasi 120,72 Juta Rp120 Miliar 100,00%

Sumber: Keterangan Resmi Keterbukaan Informasi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), Selasa (20/10/2026).

Ekspansi ke Sektor Kesehatan: Akuisisi RS Hasna Medika

Suntikan modal segar Rp120 miliar ini menjadi bagian dari strategi pendanaan perseroan untuk mengakuisisi 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon senilai total Rp286 miliar. Perusahaan target merupakan pengelola jaringan rumah sakit dan klinik spesialis jantung terkemuka.

Melalui akuisisi ini, VISI secara otomatis memegang kendali atas operasional 2 rumah sakit spesialis dan 11 klinik kesehatan yang tersebar strategis di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, hingga Bali.

Sinergi Antar-Pemegang Saham:
Sebelum transaksi ini, kepemilikan PT Hasna Medika Bakti dikuasai oleh Gugun Iskandar dan Risthi Grantia, dengan Pieter Tanuri yang juga telah lama tercatat sebagai salah satu pemegang sahamnya. Masuknya konsortium HSI (Raffi-Nagita) dan TTH (Duo Thohir) memperkuat struktur permodalan untuk memperluas jangkauan jaringan layanan jantung nasional.

Jadwal Penting Private Placement VISI

  • Persetujuan RUPS Independen: 30 September 2026 (Telah Selesai)
  • Keterbukaan Informasi Rincian Transaksi: 20 Oktober 2026
  • Tanggal Pelaksanaan & Pencatatan Saham Baru di BEI: 29 Oktober 2026

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Berapa harga pelaksanaan saham baru private placement VISI?
Harga pelaksanaan (exercise price) ditetapkan sebesar Rp994 per saham, dengan nilai nominal Rp25 per saham untuk total 120,72 juta saham baru.
Siapa pemegang saham pengendali VISI pasca-private placement?
PT Harmoni Semesta Investama (HSI) milik Nagita Slavina dan Raffi Ahmad memegang porsi terbesar yakni 61,77% saham pasca-pencatatan.
Berapa besar efek dilusi terhadap saham masyarakat (publik)?
Persentase kepemilikan publik akan mengalami dilusi tipis dari semula 19,99% menjadi 19,24% setelah saham baru resmi dicatatkan di bursa pada 29 Oktober 2026.
Sumber Data: Laporan Keterbukaan Informasi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) di Bursa Efek Indonesia per Selasa, 20 Oktober 2026.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk edukasi publik dan penyampaian informasi pasar modal. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi langsung transaksi jual/beli saham tertentu.
Topik Artikel Selanjutnya Apakah ada draf berita pasar modal atau aksi korporasi emiten lainnya yang ingin diproses selanjutnya?