Beda ORI017 dan Deposito? Tentu saja beda. Tapi di sini kita akan membandingkan untung-rugi di kedua produk itu, ya. Sebelum masuk ke sana, sebaiknya kita pahami dahulu karakteristik msing-masing produk.


Deposito


Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu. Karakteristik deposito dari bank antara lain adalah:

  • Deposito dapat dicairkan setelah jangka waktu berakhir.
  • Deposito yang akan jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis atau automatic roll over (ARO).
  • Deposito dapat dalam mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing.

Deposito Berjangka

  • Merupakan simpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu.
  • Umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 sampai dengan 24 bulan.
  • Diterbitkan dengan mencantumkan nama pemilik deposito baik perorangan maupun lembaga.
  • Kepada setiap deposan diberikan bunga yang besarnya dan waktu pembayarannya sesuai dengan yang berlaku di masing-masing bank.
  • Pembayaran bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka waktunya.
  • Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun non tunai (pemindahbukuan).
  • Kepada setiap deposan dengan nominal deposito tertentu dikenakan pajak penghasilan dari bunga yang diterimanya.
  • Pencairan deposito sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan denda.

Sertifikat Deposito

  • Merupakan simpanan yang diterbitkan dengan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan.
  • Sertifikat Deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk Sertifikat, tanpa mencantumkan nama pemilik deposito.
  • Sertifikat Deposito dapat diperjualbelikan kepada pihak lain.
  • Pembayaran bunga Sertifikat Deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan atau pada saat jatuh tempo, baik tunai maupun non tunai.

Keuntungan Memiliki Deposito

  • Dapat dijadikan agunan/jaminan kredit.
  • Memperoleh hasil bunga yang umumnya lebih tinggi dari bentuk simpanan lainnya.
  • Dapat mengelola keuangan secara lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu deposito.
  • Dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)
Jaminan oleh LPS itu tentu dengan memperhatikan syarat yang diberikan oleh lembaga tersebut, seperti batas bunga tertiggi dan jumlah simpanan. 

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

  • Pastikan Anda menerima bilyet/surat berharga (Deposito Berjangka atau Sertifikat Deposito).
  • Pada saat jatuh tempo, Anda berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak.
  • Pada saat pencairan deposito, Anda berkewajiban untuk menandatangani formulir pencairan.
  • Perhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

ORI

Obligasi Negara Ritel atau ORI merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana. ORI diterbitkan negara, bukan lembaga keuangan seperti bank.

Dari kata 'Obligasi' kita tentu paham bahwa ini adalah surat utang. Yakni, negara berutang kepada investor, alias warga negara Indonesia. Utang itu akan dikembalikan setelah jatuh tempo, yaitu berdasarkan tenor. Kalau ORI017 tenornya 3 tahun, artinya utang negara itu akan dikembalikan kepada investor (kreditur) setelah 3 tahun. Nah, selama periode itu investor akan mendapat kupon, atau imbal hasil yang besarannya ditentukan. Untuk ORI017 ini besaran kupon adalah 6,40% per tahun yang dibayarkan setiap tanggal 15 per bulan.

ORI017 adalah alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan.

Karekteristik ORI

  • Berbentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat diperdagangkan antar Investor Domestik.
  • Kupon tetap (fixed rate)
  • Ada potensi capital gain/loss
  • Minimal pembelian Rp1 juta, maksimal Rp3 miliar

Pilih Deposito atau ORI?


Dari uraian di atas terlihat bahwa kedua instrumen investasi (simpanan) ini sama-sama aman karena ada jaminannnya. Deposito dijamin oleh LPS, sedangkan ORI dijamin oleh negara (pembayarannya dianggarkan dalam APBN).

Dari sisi kelembagaan penerbitannya, deposito adalah produk bank, sedangkan ORI adalah produk pemerintah.

Keduanya sama-sama berfungsi sebagai intermediasi. Artinya, Anda menyimpan di deposito, maka dana itu akan digulirkan kepada peminjam, bisa perorangan atau perusahaan. Adapun dana yang masuk ORI dipakai oleh negara, lewat APBN, untuk pembangunan nasional. Keduanya sama-sama membangun, tapi yang satu oleh swasta, yang lain lewat negara.

Mekanisme Pembelian

Untuk membuka simpanan deposito Anda perlu ke bank yang menyediakan produk simpanan berjangka itu. Sedangkan untuk ORI, Anda bisa membelinya secara online lewat 25 mitra distribusi, yang terdiri atas sejumlah bank, sekuritas, dan lembaga keuangan lainnya seperti fintech.

Deposito tidak dapat diperjual-belikan, tapi bisa jadi jaminan kredit. Sementara ORI bisa diperjual-belikan di pasar sekunder setelah masa holding period, yaitu waktu minimal Anda memegang ORI. Waktu tunggu ORI017 adalah 2 periode pembayaran kupon, atau 2 bulan. Jadi, ORI017 bisa diperjualbelikan di pasar sekunder mulai 15 September 2020.

Dari situlah Anda bisa mendapat namanya capital gain, atau keuntungan dari selisih harga jual-beli. Sedangkan deposito tidak punya keuntungan seperti itu. 

Dari sisi bunga, deposito umumnya lebih tinggi dari bentuk simpanan lainnya. Namun, ORI lebih tinggi lagi dari rerata deposito bank yang dijamin oleh LPS. Saat ini, rate bunga simpanan LPS adalah 5,5%. Sedangkan kupon ORI017 adalah 6,40%.

Kedua produk ini dikenai pajak ya, jadi harus dihitung juga. 

Jangka Waktu

Deposito biasanya punya tempo yang lebih pendek, dari yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan. Tapi bisa diperpanjang otomatis.

Nah, ORI jatuh temponya 3 tahun atau lebih lama dari deposito. Namun, ORI bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder. Di pasar sekunder harganya bisa lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga ORI di pasar perdana.

Ingat Diversifikasi


Meski kamu bisa memilih salah satunya, apa depsoito atau ORI, namun selalu ingat untuk melakukan diversifikasi portofolio. Apa artinya itu? Artinya, pecah aset atau dana investasimu ke dalam beberapa produk. Jangan taruh semua danamu ke dalam satu produk saja. Hal ini untuk memecah risiko.

Dalam konteks ini, deposito atau ORI sebenarnya memiliki banyak kemiripan, yaitu dari segi keamanan dan bunga yang tidak beda jauh. Namun, tentu ada juga kelemahan dan kelebihan masing-masing. Di situlah  kamu mempertimbangkan mana yang paling menarik.

Jangan pula semua danamu masuk ke deposito dan ORI saja. Bagi ke dalam instrumen investasi lain, seperti emas, reksa dana, atau properti. Tentu saja semua itu tergantung pada orientasi investasinya, misalnya dari sisi waktu mau jangka pendek atau panjang. Juga, bergantung pada pengetahuan kita akan produk investasi tersebut. Jangan investasi pada sesuatu yang kita tidak paham betul. Misalnya kamu belum mengerti soal kripto tapi sudah mau investasi di Bitcoin. 

Sebelum investasi uangmu, investasikan waktumu untuk belajar. 




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama