Ticker

4/recent/ticker-posts

Profil Emiten: PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Daftar Isi [Tampilkan]


PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) didirikan pada tahun 1988 dengan nama awal PT Suryaraya Cakrawala sebelum berganti nama menjadi PT Astra Agro Niaga pada 1989. Perubahan menjadi PT Astra Agro Lestari Tbk terjadi pada 1997, bertepatan dengan penawaran umum perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari Grup Astra dan memiliki fokus utama pada perkebunan kelapa sawit.

Sebagai salah satu perusahaan agribisnis terbesar di Indonesia, AALI bergerak di sektor produksi dan pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya. Selain itu, AALI juga terlibat dalam produksi karet dan pengelolaan perkebunan plasma. Bisnis utama meliputi:

  • - Perkebunan Kelapa Sawit: AALI memiliki perkebunan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dengan pabrik pengolahan minyak sawit.
  • - Pengolahan CPO: Produksi minyak sawit mentah dan produk turunannya untuk pasar domestik dan internasional.
  • - Perkebunan Plasma: Memberikan dukungan kepada petani plasma dalam pengelolaan kebun dan pemasaran hasil.

Jajaran Manajemen (Per 2026)  

President Director

DJAP TET FA

Director

VERONICA LUSI HERDIYANTI

BANDUNG SAHARI

ARIEF CATUR IRAWAN

TINGNING SUKOWIGNJO

WIDAYANTO

EKO PRASETYO


President Commissioner

SANTOSA

Independent Commissioner

ARIDONO SUKMANTO

RATNA WARDHANI

Commissioner

JOHANNES LOMAN


Data dan Kinerja AALI (2025) 

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menunjukkan fondasi kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika harga CPO dan siklus komoditas global. Dari sisi fundamental, AALI berada pada posisi yang relatif defensif, ditopang neraca yang sangat kuat, arus kas melimpah, serta kebijakan dividen yang konsisten.

Dari perspektif valuasi, saham AALI saat ini diperdagangkan pada PE ratio TTM 10,16 kali, sedikit di atas median IHSG sebesar 8,96 kali. Namun, jika melihat forward PE 9,23 kali, valuasi AALI terlihat semakin menarik, mencerminkan ekspektasi pasar atas perbaikan kinerja laba ke depan. Earnings yield AALI yang mencapai 9,85% juga memberikan margin of safety yang memadai bagi investor jangka menengah–panjang.

Valuasi berbasis aset dan arus kas semakin menegaskan daya tarik AALI. Price to Book Value (PBV) hanya 0,62 kali, menandakan saham diperdagangkan jauh di bawah nilai bukunya. Sementara itu, EV/EBITDA di level 3,0 kali dan EV/EBIT 5,05 kali menunjukkan perusahaan berada pada valuasi murah dibandingkan kapasitas operasionalnya. Rasio Price to Free Cash Flow 3,30 kali memperkuat narasi bahwa pasar belum sepenuhnya menghargai kekuatan arus kas AALI.

Dari sisi kinerja keuangan, AALI mencatatkan pendapatan TTM sebesar Rp27,65 triliun dengan laba bersih TTM Rp1,42 triliun. Secara kuartalan, pertumbuhan tetap terjaga dengan pertumbuhan pendapatan YoY 28,43% dan laba bersih tumbuh 22,62%. Margin memang relatif tipis—net profit margin kuartalan di 4,80%—namun hal ini lazim di sektor perkebunan yang sangat sensitif terhadap biaya dan harga komoditas.

Kekuatan utama AALI terletak pada neraca keuangannya. Perusahaan mencatatkan net cash sebesar Rp4,84 triliun, dengan total utang yang nyaris tidak signifikan. Current ratio 2,73 dan quick ratio 1,92 mencerminkan likuiditas yang sangat sehat. Risiko kebangkrutan pun nyaris tidak ada, tercermin dari Altman Z-Score 9,73 serta Piotroski F-Score sempurna di level 9.

Dari sisi efisiensi dan manajemen aset, AALI menunjukkan pengelolaan operasional yang disiplin. Cash conversion cycle hanya 35 hari, dengan perputaran persediaan yang stabil dan periode penagihan piutang yang singkat. Return memang belum agresif—ROE 6,13% dan ROA 5,07%—namun stabil dan berkelanjutan, selaras dengan karakter emiten agribisnis matang.

Untuk investor income, AALI tetap menjadi salah satu saham dividen andalan. Dividend yield TTM 4,11% dengan payout ratio sekitar 41% menunjukkan keseimbangan antara pembagian laba dan penguatan modal. Riwayat dividen AALI juga konsisten selama satu dekade terakhir, bahkan pada periode volatilitas ekonomi.

Secara keseluruhan, AALI berada pada posisi sebagai saham value dengan fundamental kuat: valuasi murah, neraca bersih, arus kas besar, serta dividen stabil. Dengan PEG forward yang rendah di 0,28, pasar tampaknya belum sepenuhnya mengapresiasi potensi pertumbuhan laba AALI ke depan. Bagi investor yang mencari kombinasi defensive play, income, dan margin of safety, AALI tetap layak masuk radar pemantauan. 

Perusahaan ini memiliki sejumlah anak perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor terkait agribisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • PT Sari Lembah Subur
  • PT Eka Dura Indonesia
  • PT Tunggal Perkasa Plantations
  • PT Sawit Asahan Indah
  • PT Kimia Tirta Utama
  • PT Perkebunan Lembah Bhakti
  • PT Karya Tanah Subur
  • PT Sari Aditya Loka
  • PT Letawa
  • PT Tanjung Bina Lestari


Posting Komentar

0 Komentar