Ticker

4/recent/ticker-posts

Geliat Saham BBKP: Investor Kakap American Century Mulai 'Nyicil' Lagi

Daftar Isi [Tampilkan]

Receh.in— Saham PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) atau yang kini populer dengan jenama KB Bank, mulai menunjukkan dinamika menarik. Setelah lama berada dalam fase konsolidasi, pergerakan sahamnya kembali memicu perhatian seiring masuknya nama-nama pengelola dana global ke dalam daftar pemegang saham.

Berdasarkan data terbaru (4/2/2026), raksasa investasi American Century Cos Inc. terpantau mulai kembali mengoleksi saham BBKP secara bertahap sejak awal tahun. Meski jumlahnya masih relatif kecil (1,15 juta lembar), langkah ini mencolok bagi saham yang sebelumnya lama "tertidur". Selain itu, Dimensional Fund Advisors LP juga terpantau masih setia bertahan dengan kepemilikan jumbo sebanyak 179,39 juta lembar.

 

Sinyal Balik Arah: Dari Rugi Triliunan ke Laba Bersih

Optimisme investor asing ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, BBKP menunjukkan progres turnaround yang signifikan:

  • Laba Bersih: Per September 2025, BBKP mencatatkan laba bersih Rp288,14 miliar, berbalik sangat kontras dari rugi bersih fantastis Rp2,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Perbaikan Operasional: Rugi operasional menyusut tajam dari Rp3,41 triliun menjadi "hanya" Rp171,82 miliar, menandakan efisiensi mulai bekerja.
  • Pertumbuhan Dana Murah (CASA): Dana murah tumbuh agresif 39,20% (YoY), yang didominasi oleh kenaikan simpanan giro. Hal ini krusial untuk menekan biaya dana (cost of fund) di masa depan.

 

Tantangan Utama: Masalah NPL yang Masih Tinggi

Meski mencetak laba, investor tetap perlu mencermati kualitas aset BBKP. Laba bersih yang diraih saat ini masih banyak disokong oleh pendapatan non-operasional dari penjualan agunan (Rp543,29 miliar).

PR besar bagi manajemen adalah menekan rasio kredit bermasalah atau NPL Gross yang masih berada di level 10,84% per September 2025 (naik dari 9,58% tahun lalu). Angka ini menunjukkan bahwa proses pembersihan aset beracun peninggalan masa lalu masih berlangsung.

 

Target 2026: Ambisi Menuju Bank yang Sehat

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mencanangkan tahun 2026 sebagai momentum penguatan indikator keuangan primer:

  • Target NIM: Ingin mengerek Net Interest Margin ke level lebih dari 3% (saat ini masih di 1,37%).
  • Komposisi CASA: Menargetkan rasio dana murah di atas 30% untuk meningkatkan profitabilitas bisnis inti.

 

Posting Komentar

0 Komentar