Cara Memilih Manajer Investasi untuk Beli Reksa Dana



Membeli reksa dana menjadi salah satu cara investasi yang terbilang mudah dan bisa dimulai dari nominal yang kecil, Rp100.000. Apalagi, sekarang para agen penjual reksa dana sudah memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk, dan investor tinggal klik dari smartphone untuk berinvestasi.

Potensi keuntungannya? Tentu sesuai dengan aset yang dijadikan portofolio produk reksa dan tersebut, yang artinya bisa ratusan persen loh. Namun, risikonya juga ada. Tiap jenis reksa dana punya tingkat risiko berbeda-beda, misalnya reksa dana saham adalah yang paling tinggi profil risikonya karena aset yang dikelolanya mayoritas adalah saham. Dan yang paling rendah adalah reksa dana pasar uang, karena aset-asetnya mayoritas adalah deposito perbankan (yang dijamin oleh LPS) dan surat utang tenor pendek, di bawah 1 tahun.

Nah, kalau kita mencermati produk-produk reksa dana, kita bakal menemukan variasi kinerja sekalipun produk tersebut di satu jenis. Contoh nih, reksa dana saham Sucorinvest Equity Prima Fund dalam sebulan memberikan imbal hasil 9,25%, namun produk lain di RD saham justru mencatatkan minus, seperti Pacific Saham Syariah II yang memberi return -3,65% dalam sebulan. Data itu bisa dilihat di infovesta.com/index/data_info/reksadana/rdstock.

Oleh karena itu, kita perlu cerdik memilih siapa yang mengelola dana kita, alias siapa manajer investasinya. Manajer investasi adalah perusahaan/orang yang menerbitkan produk investasi kolektif, seperti reksa dana. Mereka melakukan pooling dana untuk kemudian digulirkan dalam investasi, sesuai jenis dan kebijakan mereka.

Tugas utama seorang manajer investas adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahana berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berikut adalah sejumlah kiat dari BNP Paribas soal bagaimana memilih manajer investasi (MI) agar investasi kamu bisa optimal.

1.  Izin dari OJK

MI adalah aktivitas legal yang dilindungi undang-undang dan di Indonesia regulatornya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, pastikan kamu beli produk reksa dana dari entitas yang sudah terdaftar di OJK, bisa kunjungi www.ojk.go.id, atau reksadana.ojk.go.id.

2.  Jam terbang & kualitas para pengelola dana

Perhatikan kualitas Manajer Investasi dari jejak pengalaman pengelola dana, latar belakang kepemilikan, manajemen perusahaan yang bersangkutan, sejak kapan didirikan, serta kondisi finansialnya.

3.  Kinerja historis reksa dana yang telah dikelola

Perhatikan hasil kinerja jangka panjang, apakah konsisten? Cermati jumlah aset yang dihimpun dan dikelola. Namun perlu diingat, kinerja masa lalu tidak menggambarkan kinerja ke depan ya. Kadang ada produk reksa dana yang digembar-gemborkan memberikan return ratusan persen sebulan, tapi begitu kita beli malah terus turun.

4.  Dana kelolaan

Semakin banyak dana yang dikelola Manajer Investasi tersebut, posisi tawar menawar untuk mendapatkan harga yang lebih baik saat bertransaksi akan semakin kuat. Pengelola dana jadi lebih punya kekuatan untuk bermanuver kala situasi pasar sedang buruk.

5.  Jumlah nasabah

Jumlah nasabah bisa menjadi tolak ukur tingkat kepercayaan para investor terhadap sang Manajer Investasi. Termasuk siapa perusahaan atau institusi yang memercayai Manajer Investasi, bisa mengindikasikan reputasi mereka.

6.  Alokasi biaya & imbalan jasa reksa dana

Manajer Investasi wajib memberikan informasi jelas dan detail dalam prospektus yang berisi alokasi biaya, mulai dari biaya yang menjadi beban reksa dana, biaya beban Manajer Investasi, dan biaya beban pemegang unit penyertaan.

7.  Kualitas informasi & layanan nasabah

Perhatikan kualitas informasi yang diberikan Manajer Investasi tepat, terkini, dan lengkap. Pastikan juga apakah Manajer Investasi memberi kemudahan berinteraksi, berdiskusi, serta cara mengatasi masalah.

Nah, itulah sejumlah tips atau kiat cara memilih manajer investasi. Semoga bermanfaat.

Komentar