Reksa Dana dengan Dana Kelolaan Terbesar


Kali ini kita akan membahas soal produk reksa dana dengan dana kelolaan jumbo. Kita batasi pada nilai dana kelolaan di atas Rp5 triliun. Berdasarkan data OJK per 26 Februari, ada 11 produk reksa dana dengan nilai aktiva bersih (NAB) di atas Rp5 triliun. 

1. Mandiri Investa Pasar Uang (MIPU) 

MIPU menjadi produk reksa dana dengan nilai aktiva bersih (NAB) terbesar per 26 Februari 2021. Nilainya mencapai Rp14,28 triliun. Secara keseluruhan, NAB industri reksa dana mencapai Rp571,75 triliun. 

Produk reksa dana pasar uang tersebut dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).

MIPU memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat sekaligus memberikan tingkat pendapatan investasi yang menarik.

Pada reksa dana pasar uang, 'likuiditas' adalah kata kunci yang menunjukkan bahwa produk ini menjadi tempat menaruh dana yang sewaktu-waktu dapat diambil saat dibutuhkan. Artinya, reksa dana pasar uang cocok dipakai sebagai gantinya tabungan bank--tentu bukan untuk keperluan seketika, karena antara redem dan dana masuk perlu waktu.

Kinerja Mandiri Investa Pasar Uang (per 12 Maret 2021) 

1 bulan

3 bulan

6 bulan

1 tahun

Sejak awal tahun

Sejak peluncuran

0,28%

0,86%

1,86%

4,26%

0,67%

55,30%

Berdasarkan fund fact sheet per Januari 2021, MIPU mengalokasikan portofolionya sebesar 69,20% ke pasar uang (deposito) dan 30,80% pada obligasi.

Berikut kepemilikan aset terbesar MIPU (berdasarkan abjad)

  • Bank Danamon - Deposito
  • Bank DKI - Deposito
  • Bank Jabar Banten - Deposito
  • Bank Mandiri Taspen - Deposito
  • Bank Maybank Indonesia - Deposito
  • Bank OCBC NISP - Deposito
  • Bank Rakyat Indonesia - Deposito
  • BPD Jawa Timur - Deposito
  • BRI Agroniaga - Deposito
  • BTN Syariah - Deposito

Di belakang Mandiri Investa Pasar Uang ada Reksa Dana Schroder Dana Prestasi Plus besutan Schroder Investment Management Indonesia dengan dana kelolaan sebesar Rp11,70 triliun. Berbeda dengan MIPU, Schroder Dana Prestasi Plus merupakan reksa dana saham.

Berikut adalah daftar reksa dana dengan nilai NAB jumbo, di atas Rp5 triliun berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 26 Februari 2021.

Terlihat bahwa dalam daftar reksa dana dengan NAB jumbo jenisnya cukup beragam, tidak didominasi satu atau dua jenis saja.

2. Reksa Dana Schroder Dana Prestasi Plus 

Schroder Dana Prestasi Plus bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan investasi modal dalam jangka panjang pada saham. Untuk mencapai tujuan investasinya, sekurang-kurangnya 80% dari total dana kelolaan Schroder Dana Prestasi Plus akan diinvestasikan pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar (large cap stocks) yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang menarik melalui proses pemilihan yang disiplin. Dengan fokus investasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, Schroder Dana Prestasi Plus diharapkan akan memiliki tracking error yang relatif rendah terhadap tolok ukurnya.

Mengantongi dana kelolaan hingga Rp11,7 triliun menempatkan reksa dana besutan PT Schroder Investment Management Indonesia ini di nomor dua. Reksa dana saham ini diemisi pada 25 September 2000, hampir 21 tahun lalu.

Harga Unit (NAB per Unit) per 26 Februari 2021 adalah Rp30.257,48 dengan minimum investasi awal Rp100.000 (tidak berlaku bila pembelian dilakukan melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana).


Adapun untuk kinerja 1 bulan Schroder Dana Prestasi Plus memberikan imbalhasil investasi sebesar 3,31persen, sedangkan dalam 3 bulan memberi return 6,69 persen dan 12,18 persen untuk 6 bulan. Untuk kinerja year to date adalah 1,13 persen, 1 tahun 7,39 persen, 3 tahun -13.72 persen dan 11,17 persen untk 5 tahun. Sejak peluncuran hingga 26 februari 2021 menghasilkan return 2.925,75 persen (IHSG 1.419,06 persen).


 

3. Danamas Stabil

Danamas Stabil termasuk jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap. Produk ini sesuai bagi investor yang ingin mempunyai tingkat pertumbuhan dana yang relatif stabil dan optimal dalam jangka menengah dan panjang dengan tingkat resiko menengah, melalui diversifikasi penempatan dana investasi.

Dengan dana kelolaan mencapai Rp7,76 triliun menjadikan Danamas Stabil sebagai reksa dana pendapatan tetap terbesar, dan posisi ketiga untuk seluruh kategori reksa dana.  

Alokasi aset Danamas Stabil mayoritas atau 65,64% berupa obligasi korporasi (corporate bonds). Diantaranya obligasi Adhi Karya, Bali Towerindo Sentra, Indah Kiat, Lontar Papyrus, Moratelindo, PLN, Pyrridam Farma, Sinarmas Multifinance, dan WOM Finance.

Sementara itu, porsi obligasi pemerintah mencapai 23,64% dan aset berupa dana tunai dan deposito sebesar 10,72%.

Berikut adalah kinerja produk reksa dana yang diluncurkan pada 28 Februari 2005 itu.  28 Februari 2005

4. Reksa Dana Batavia Dana Kas Maxima

Batavia Dana Kas Maxima adalah reksa dana pasar uang dengan dana kelolaan mencapai Rp6,54 triliun.

Reksa dana yang diluncurkan pada 20 Februari 2007 ini berinvestasi 100% pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang yang memiliki jangka waktu dan/atau sisa  jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun. 

Sebanyak 45,81 persen portofolionya ada di pasar uang (deposito) dan 43,44 persen di obligasi korporasi. Sementara itu untuk obligasi pemerintah porsinya 10,75 persen.

Berikut adalah kepemilikan obligasi terbesar (menurut urutan abjad)

  • Adira Dinamika Multi Finance Tbk
  • Astra Sedaya Finance
  • Bussan Auto Finance
  • Federal International Finance
  • Pegadaian (Persero)
  • Pemerintah Rep Indonesia
  • Permodalan Nasional Madani (Persero), Pt
  • Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
  • Sarana Multigriya Finansial (Persero)
  • Tower Bersama Infrastructure Tbk

Sementara itu, dari sisi kinerja, Batavia Dana Kas Maxima memberikan imbal hasil 0,58 persen selama 2 bulan pertama tahun ini, dan 0,30 dalam 1 bulan. Untuk periode 6 bulan return yang didapat sebesar 1,95 persen dan 4,41 persen untuk periode 1 tahun. Dalam 3 tahun return investasi yang didapat sebesar 15,93 persen.

Reksa dana pasar uang cocok untuk menyimpan dana yang sewaktu-waktu dibutuhkan. Memang dari segi return relatif kecil namun dana aman jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Kalau langsung menaruh dana di deposito biasanya butuh jangka waktu tertentu untuk diambil, beda dengan reksa dana.

5. Reksa Dana Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas B

Eastspring IDR Fixed Income Fund adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berdasarkan UndangUndang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya.

Reksa Dana Eastspring IDR Fixed Income Fund bertujuan untuk memberikan pengembalian investasi yang optimal atas investasi jangka panjang pada Efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi berbadan hukum Indonesia yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan instrumen pasar uang dalam negeri.

Reksa Dana Eastspring IDR Fixed Income Fund akan melakukan investasi dengan komposisi portofolio investasi minimum 80 persen dan maksimum 100 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi berbadan hukum Indonesia yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia; dan minimum 0 persen dan maksimum 20 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau deposito; sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

6. Batavia Dana Saham


Reksa Dana Batavia Dana Saham sudah beberapa kali melakukan perubahan nama. 

Pada awalnya Reksa Dana Batavia Dana Saham dibentuk dengan nama Bira Dana Saham pada November 1996. 

Kemudian diubah menjadi BAM Dana Saham Januari 2000 dan berubah menjadi SI Dana Saham pada Oktober 2001. Terakhir menjadi Batavia Dana Saham per 9 Februari 2010.

Batavia Dana Saham bertujuan untuk mencapai tingkat pendapatan yang tinggi dalam jangka panjang melalui modal, penghasilan deviden dan pendapatan bunga, serta mengurangi dampak resiko pasar terhadap portofolio dengan cara mengalokasikan kekayaannya ke dalam berbagai macam efek yang terdiri dari ekuitas, obligasi dan instrumen pasar uang.

Saat ini, NAB Batavia Dana Saham bada di posisi Rp5,97 triliun, menjadi reksa dana kedua yang dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen dalam jajaran 10 top produk reksa dana dengan kelolaan terbesar.  

Komite Investasi

  • Lilis Setiadi
  • Yulius Manto
  • Irena Istary Iskandar

Tim Pengelola Investasi

  • Rinaldi Lukita Handaya
  • Angky Hendra
  • Thomas Christianto Kaloko
  • Melissa Tjahjasurya
  • Fadil Kencana
  • Yohan Kurniawan
  • Wilim Hadiwijaya

10 Saham utama yang dipegang Batavia Dana Saham per 26 Februari 2021

  • Aneka Tambang Tbk
  • Astra International Tbk
  • Bank Central Asia Tbk
  • Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  • Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  • Tower Bersama Infrastructure Tbk
  • Unilever Indonesia Tbk



7. Reksa Dana Manulife Pendapatan Bulanan II

Reksa dana yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) ini berhasil mengumpulkan dana kelolaan


8. Reksa Dana Bahana Dana Likuid


9. Reksa Dana Syariah Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS


10. Reksa Dana Ashmore Dana Ekuitas Nusantara


11. Reksa Dana Terproteksi Syailendra Capital Protected Fund USD 3



Komentar