Reksa Dana Paling Menguntungkan 1 Tahun di Bibit - Pasar Uang

Reksa dana Sucorinvest Sharia Money Market Fund menjadi reksa dana pasar uang dengan imbal hasil investasi paling menjanjikan dalam 1 tahun, diantara sejumlah produk sejenis yang dijual melalui agen penjual efek reksa dana (APERD) Bibit. 

Reksa dana yang mulai efektif  21 September 2018 itu menghasilkan return 6,29 persen selama 1 tahun. Namun, untuk kinerja lebih dari 1 tahun masih kalah dengan reksa dana pasar uang lain karena memang tanggal efektifnya relatif baru. 

Berikut daftar 10 reksa dana pasar uang paling menguntungkan di Bibit periode 1 tahun (data 10 Maret 2021)


Sucorinvest Sharia Money Market Fund saat ini memiliki total nilai aktiva bersih Rp1,70 triliun berdasarkan fund fact sheet yang diterbitkan manajer investasinya pada 29 Januari 2021. Namun, jika melihat data di Bibit, maka dana kelolaan yang ditunjukkan dari nilai asset under management (AUM) Sucorinvest Sharia Money Market Fund maka nilainya mencapai Rp2,6 triliun.

Jika melihat rentang yang lebih panjang, maka reksa dana besutan Sucor Asset Management ini tidak akan masuk 10 besar. Namun, dengan melihat nilai AUM dan penerbitannya yang relatif baru, kelihatannya banyak investor yang mempercayakan dananya pada reksa dana tersebut.  

Sucorinvest Sharia Money Market Fund

Tujuan Investasi

Sucorinvest Sharia Money Market Fund bertujuan untuk memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat sekaligus memberikan tingkat pendapatan investasi yang menarik yang sesuai Prinsip Syariah di Pasar Modal pada Efek Syariah yang terdaftar pada Daftar Efek Syariah.

Kebijakan Investasi

Instrumen Pasar Uang Syariah : 100% (Termasuk Sukuk dengan sisa jatuh tempo/ jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun)

Alokasi Portofolio Reksa Dana

  • Sukuk (dgn. sisa tenor < 1 tahun) : 37,37%
  • Deposito dan Setara Kas : 62,31%

Alokasi Aset Terbesar (Berdasarkan Urutan Abjad)

  • Sukuk Aneka Gas Industri Tbk
  • Sukuk Polytama Propindo
  • TD Bank BJB Syariah
  • TD Bank DKI Syariah
  • TD Bank Victoria Syariah

Penghargaan 

2020 Investor Magazine & Infovesta - Best Mutual Fund Awards (Best Mutual Fund - 1 Year Money Market Mutual Fund)

Sumber: Fund Fact Sheet 29 Januari 2020

Berdasarkan prospektus, total hasil investasi selama 2019 mencapai 7,76 persen, lebih tinggi daripada periode 1 tahun ke belakang (2020/2021). Maklum saja, rezim suku bunga rendah yang ditetapkan bank sentral tampaknya juga mempengaruhi imbal hasil dari tabungan deposito bank syariah.


Cara perhitungan keuntungan deposito syariah yakni menggunakan sistem nisbah (bagi hasil). Hal ini jelas beda dengan deposito konvensional, keuntungan yang dihitung berdasarkan besaran suku bunga yang berlaku.

Adapun di deposito syariah imbalannya berdasarkan mudharabah di mana pendapatan dari deposito syariah tidaklah tetap, melainkan berfluktuasi sesuai tingkat pendapatan dan kinerja bank syariah tersebut.

Namun, Anda tak perlu khawatir sebab pembagian hasil ini dapat Anda atur sendiri melalui akad yang Anda buat bersama dengan bank pada saat awal pendaftaran deposito. Jadi perhitungannya bisa lebih jelas dan sesuai dengan yang Anda inginkan. (www. cermati.com/artikel/mengenal-deposito-syariah-dan-manfaatnya)

Danamas Rupiah Plus

Produk besutan PT Sinarmas Asset Management ini memberikan keuntungan investasi 5,27 persen dalam 1 tahun, lebih tinggi daripada suku bunga acuan saat ini 3,50 persen. Juga bisa mengungguli Infovesta Money Market Indeks yang mencatat kinerja 1 tahun sebesar 4,41%. Dalam rentang 3 tahun, Danamas Rupiah Plus memberikan imbal hasil sebesar 16,93 persen. 

Reksa dana yang mulai efektif pada 9 Juni 2006 ini kini telah memiliki AUM Rp1,17 triliun. Berikut adalah beberapa portofolio efek (obligasi tenor di bawah 1 tahun dan deposito) yang dipegang oleh Danamas Rupiah Plus berdasarkan fund fact sheet Februari 2021.

  • AB Sinarmas Multifinance
  • Bank Sulselbar
  • Batavia Prosperindo
  • Bumi Serpong Damai
  • Obligasi Pemerintah
  • PP Properti
  • Siantar Top
  • Sinarmas Multifinance
  • Surya Semesta Internusa
  • Wom Finance

Alokasi Asset
  • Corporate Bonds 56,44% 
  • Goverment Bonds 2,63%
  • Cash & Money Market 40,93%

Jika kita lihat perbedaan utama antara Danamas Rupiah Plus dengan Sucorinvest Sharia Money Market Fund terlihat pada komposisi alokasi asetnya. Danamas dominan di obligasi, khususnya obligasi pemerintah tenor kurang dari 1 tahun. Adapun Sucorinvest dominan pada produk deposito syariah. 

Kedua instrumen itu sebenarnya sedang tertekan, meskipun tetap memberikan return menarik. Obligasi misalnya dipengaruhi oleh suku bunga acuan. Namun, reksa dana biasanya punya kemampuan menegosiasikan besaran imbal hasil obligasi karena dana yang ditempatkan relatif besar, di atas ketentuan Lembaga Penjaminan Simpanan. 

Demikian juga pasar surat utang yang beberapa waktu terakhir tertekan oleh kenaikan yield US Treasury. Walau begitu, pemegang obligasi tetap mendapatkan gain dari tingkat kupon.  

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sesuai Undang-undang Pasar Modal, Reksa Dana dapat berbentuk: (i) Perseroan Tertutup atau Terbuka; atau (ii) Kontrak Investasi Kolektif. Bentuk hukum Reksa Dana yang ditawarkan dalam Prospektus ini adalah Kontrak Investasi Kolektif.

Manulife Dana Kas II

Reksa dana Manulife Dana Kas II menempati posisi ketiga untuk kinerja tahunan dengan imbal hasil investasi selama 1 tahun mencapai 4,73 persen. Untk keuntungan selama 3 tahun adalah 16,79 persen dan return 5 tahun sebesar 29,86 persen.

Reksa dana dengan minimal pembelian di Bibit sebesar Rp10.000 ini dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), diluncurkan pada 23 Januari 2009.  

Untuk tim pengelola investasi Manulife Dana Kas II saat ini adalah sebagai berikut:

Tim Pengelola Investasi Saham

  • Mohammad Anggun Indallah, Chief Investment Officer, Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
  • Samuel Kesuma, CFA, Senior Portfolio Manager di PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
  • Caroline Rusli, CFA, Senior Portfolio Manager di PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
  • Andrian Tanuwijaya, Portfolio Manager PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Tim Pengelola Investasi Pendapatan Tetap dan Pasar Uang

  • Ezra Nazula Ridha, Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
  • Syuhada Arief, Senior Portfolio Manager PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
  • Laras Febriany, Junior Portfolio Manager PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

BNI-AM Dana Lancar Syariah

BNI-AM Dana Lancar Syariah memberikan hasil investasi sebesar 4,71 persen setahun, 15,72 persen dalam tiga tahun, dan 29,66 persen dalam lima tahun. 

Sebagai produk reksa dana pasar uang, hasil ini tentu saja bagus lho. Jangan bandingkan dengan produk reksa dana pasar saham yang bisa memberikan return puluhan persen dalam setahun ya. Ingat, risikonya juga beda. Horison waktu investasinya juga beda. 

Produk pasar uang seperti BNI-AM Dana Lancar Syariah ini bertujuan untuk memberikan potensi imbal hasil yang stabil serta memperoleh tingkat likuiditas yang tinggi. Jadi, sewaktu-waktu kamu butuh uang, bisa langsung dicairkan.

Biasanya, kalau reksa dana saham, dalam jangka pendek itu bisa minus, bisa banyak kalau pasar saham lagi jeblok. Mau dicairkan, tapi kan minus banyak. Rugi dong. Beda kalau pasar uang, naiknya stabil walau sedikit-sedikit. Minimal keuntungannya di atas bunga deposito. Jadi horison investasinya lebih jangka pendek. 


BNI-AM DANA LANCAR SYARIAH bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang stabil dengan risiko minimal sekaligus memperoleh tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat dengan berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau Efek Syariah bersifat utang yang mempunyai jatuh tempo tidak lebih dari 1 (satu) tahun yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan/atau deposito syariah yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal.

 


Komentar