Ticker

6/recent/ticker-posts

Bedah Reksadana: Sucorinvest Sharia Equity Fund, Return 68% Setahun

Receh.in - Bedah ReksaDana kali ini akan mengulas soal Sucorinvest Sharia Equity Fund, reksa dana syariah dengan kinerja investasi terbaik di Bibit.id selama 1 tahun terakhir. 

Reksa Dana Sucorinvest Sharia Equity Fund adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif bersifat terbuka berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995. Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif diatur dengan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. KEP-22/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Surat Keputusan NNo.33/POJK.04/2019 tanggal 18 Desember 2019, tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah.

Reksa dana ini tidak pernah masuk dalam list rekomendasi Robo Advisor Bibit ke saya. Saya juga tidak memegang unit penyertaan reksa dana Sucorinvest Sharia Equity Fund. 

Hal paling menarik dari reksa dana besutan Sucor Asset Management adalah kinerjanya yang ciamik. Namun, perlu selalu ditekankan bahwa kinerja masa lalu tidak menggambarkan kinerjanya di masa depan.

Yeah, tapi melihat kinerja masa lalu selalu menarik, bukan? 

Kinerja NAV Sucorinvest Sharia Equity Fund

Tingkat pertumbuhan nilai investasi 1 tahun atau compound annual growth rate 1 year (CAGR 1Y) reksa dana ini mencapai 68% (update data 11 Juni 2021)

Namun, terlihat bahwa pertumbuhan 'tercantiknya' terjadi pada periode Oktober 2020-Januari 2021, setelah itu sideways.  

Sebelum masukke 'jeroannya' berikut data-data dari Bibit yang bisa dicermati ketika akan membeli produk reksa dana Sucorinvest Sharia Equity Fund: 

  • Total AUM 702.60 miliar
  • Drawdown 1Y -9,55%
  • Expense Ratio 4,69%
  • Jenis Produk Saham
  • Tingkat Risiko Tinggi
  • Minimal Pembelian Rp100,000
  • Biaya Pembelian Gratis
  • Biaya Penjualan Gratis
  • Bank Kustodian HSBC INDONESIA
  • Bank Penampung BCA

Max Drawdown adalah penurunan maksimum suatu reksa dana dari titik puncak ke titik rendah, sebelum puncak baru tercapai selama periode tertentu. Max Drawdown adalah indikator risiko penurunan dari suatu reksadana selama jangka waktu tertentu.

Alokasi Aset

  • Efek Ekuitas (99.89 %)
  • SBSN &/ Sukuk Korporasi &/ Inst. Psr. Uang Syariah Dlm. Negeri &/ Deposito Syariah (0.11 %)

Saham yang Dipegang

Sekarang masuk ke bagian yang menarik, yaitu saham-saham apa saja di portofolio mereka. Data dari fund fact sheet Sucorinvest Sharia Equity Fund hanya menyantumkan 5 efek terbesar yang dimiliki.

31 Mei 2021

  • KBLI KMI Wire and Cable Tbk
  • LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk
  • ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk
  • PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  • HOKI PT Buyung Poetra Sembada Tbk.

Top 5 saham yang dipegang itu tidak berubah sejak Februari 2021. 

Sementara, pada akhir Januari 2021 mereka masih memiliki saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dalam jajaran 5 besar. Tampaknya ada penjualan selama Februari, atau penambahan di saham lain.

Saham yang baru masuk dalam top 5 adalah KBLI. Pergerakan saham ini sejak Februari hingga awal Juni ini memang belum terlihat menanjak, cenderung flat. 

Kinerja Saham

Emiten

3 bln

6 bln

1 thn

KBLI

-5,64%

-1,08%

-10,68%

LSIP

-7,55%

7,46%

58,06%

ADHI

-28,98%

-6,51%

86,11%

PGAS

-17,06%

-15,63%

35,75%

HOKI

-22,63%

-3,64%

22,01%

Kinerja di atas tentu tidak bisa menggambarkan situasi di dalam portofolio reksa dana Sucorinvest Sharia Equity Fund. Namun, kita bisa memperoleh gambaran tentang 5 saham utama yang kini dipegang.

Dalam rentang 1 tahun memang kinerja saham moncer. Tidak hanya di 5 saham di atas, tapi kebanyakan saham di Bursa Efek Indonesia. 

Ini karena pada Juni 2020 harga-harga saham di BEI masih berada pada posisi 'diskon' besar-besaran efek dari pandemi. Pertanyaannya, apakah kemudian manajer investasi membelinya pada Juni 2020, atau tidak.

Contohnya saja, saham PGAS dalam 1 tahun masih naik cukup tinggi. Namun, jika MI membelinya 6 bulan lalu, maka penurunannya cukup tajam. 

Mari kita cek 5 saham terbesarnya pada periode Juni 2020.

  • Adhi Karya (Persero) Tbk.
  • Aneka Tambang Tbk.
  • BISI International Tbk.
  • Buyung Poetra Sembada Tbk.
  • KMI Wire & Cable Tbk.

Yup, ada ANTM dan BISI yang saat ini sudah tidak ada dalam daftar list top 5. 

Situasi 1 tahun lalu begini:

Artinya, sekarang mereka berhasil membalik kondisinya dengan sangat baik. 

Dan inilah kinerja mereka pada Juni 2019, untuk menjadi gambaran perubahan yang sudah dilakukan MI terutama selama pandemi.

Kinerja mereka di 'periode normal' justru tampak biasa saja. Dalam setahun return investasinya hanya 2,4 persen. Selama pandemi, return 1 tahun mencapai yang tertinggi di jenisnya yakni 65 persen. 

Berikut 5 efek terbesar yang dipegang pada Juni 2019.

  • ANTM | Aneka Tambang (PERSERO) Tbk.
  • BISI | Bisi International Tbk.
  • HOKI | Buyung Poetra Sembada Tbk.
  • KBLI | KMI Wire & Cable Tbk.
  • MYOH | Samindo Resources Tbk.

KBLI ternyata bukan saham 'baru' dalam portofolionya. Dan terutama HOKI. 

Kalau dilihat dari perubahan komposisi di aset terbesarnya, HOKI tampanya menjadi core investasinya. Apa maksudnya?

Maksudnya, dalam mengelola investasi biasanya ada inti dan satelit. Inti biasanya lebih bersifat pasif, misalnya dipegang dalam jangka panjang, sedangkan satelit adalah saham-saham yang dikelola lebih aktif, misalnya dalam trading harian, mingguan, atau bulanan untuk mendapatkan keuntungan besar.

Berikut maksud konteks core and satellite portfolio:


Penjelasannya bisa dilihat di link berikut ini

Untuk saham top 5, perhatikan deh, jika itu produk dari Sucor Asset Management ada beberapa kesamaan. Tentu pada reksa dana saham dan campuran. Jadi ada beberapa saham top5 yang selalu ada di portofolio mereka. Contohnya KBLI. Saham HOKI juga sering muncul. 

Saham-saham tersebut memang memberikan dividen yang lumayan kepada reksa dana, seperti terlihat pada kinerja 2020 berikut ini.




Reksa Dana Sucorinvest Sharia Equity Fund telah memperoleh pernyataan efektif pada tanggal 22 Oktober 2013 melalui Surat Keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-315/D.04/2013.

Komite Investasi

  • Ketua : Johannes Susilo
  • Anggota : Wuddy Warsono, CFA Yenny Siahaan

Tim Pengelola Investasi

  • Ketua : Jemmy Paul Wawointana
  • Anggota : Michele Gabriela, Billy Budiman, Dimas Yusuf


Posting Komentar

0 Komentar