Ticker

6/recent/ticker-posts

Bagaimana Cara Nabung Reksa Dana



Receh.in - Nabung reksa dana bisa jadi cara efektif menyiapkan keuangan masa depan, tergantung tujuan finansial kamu.

Karena itu, kamu harus tahu tujuan atau goal yang diharapkan ketika mau nabung reksa dana. 

Ingat, reksa dana itu ada bermacam-macam jenisnya, sehingga tujuan dan strategi investasi reksa dana menentukan produk mana yang kamu pilih nanti.

Secara ringkas reksa dana adalah wadah investasi yang dikelola oleh manajer investasi. 

Investor menitipkan dana dengan cara membeli unit penyertaan. Dana tersebut dikelola dengan cara diinvestasikan pada surat berharga seperti saham, obligasi, deposito, dll, tergantung pada kontrak (prospektus). 

KARAKTER

Jenis efek seperti apa dalam suatu produk reksa dana ini menentukan karakternya, seperti tingkat risiko dan potensi imbal hasil.

Jenis reksa dana terbagi dalam beberapa jenis, yang populer adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap (obligasi), reksa dana saham, dan reksa dana campuran. 

Reksa dana pasar uang paling rendah risiko karena dananya diinvestasikan pada produk seperti deposito, surat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, dan sertifikat Bank Indonesia.

Karena itu, reksa dana pasar uang cocok untuk menyimpan dalam jangka pendek, misalnya untuk kebutuhan sekolah anak, biaya pernikahan, atau sekadar menabung (yang dananyanya sewaktu-waktu bisa diambil).

UKUR RISIKO

Nah, dengan tahu karakternya, kamu bisa mengukur risiko dan harapanmu terhadap suatu produk reksa dana. Sesuaikan dengan tujuanmu.

Tentunya, tujuan kita dalam mengelola keuangan atau kekayaan biasanya tidak tunggal, tapi banyak tujuan.

Misalnya, selain butuh nabung untuk pendidikan, kita juga merencanakan umrah atau jalan-jalan ke luar negeri. Tentu kita juga punya keinginan mengamankan dana untuk masa pensiun agar kelak tidak kesulitan.

Punya banyak tujuan tidak masalah, karena memang kehidupan nyata itu tidak seperti dalam teori yang bisa ditentukan dengan kalkulasi matematis.

Nah, setelah menentukan tujuan investasi, kamu akan tahu berapa lama sebuah investasi di reksa dana akan dilakukan. 

Kamu bisa memetakan tujuan-tujuan kamu dan kebutuhannya berapa, lalu sesuaikan dengan pemasukan atau alokasi investasinya berapa. 

PROTEKSI

Dan sebelum investasi tentunya kamu juga sudah melakukan proteksi, seperti keseiapan dana darurat dan asuransi. Jangan sampai, kamu terpaksa narik dana investasi di tengah jalan karena tiba-tiba sakit dan butuh biaya berobat yang tidak kecil.

Kalau reksa dana pasar uang mungkin tidak masalah, meskipun tetap saja dana itu butuh waktu dari saat redeem atau penjualan reksa dana hingga diransfer ke rekening kita.

Lebih ribet lagi kalau misalnya kamu terpaksa mencairkan reksa dana saham. Iya kalau pas akan dicairkan portofolio sedang hijau atau return positif, lha kalau lagi turun tentunya dana kamu tergerus, kan. 

TAHAPAN NABUNG REKSA DANA

Sekarang kalau sudah tahu tujuan investasinya, kamu sudah tahu pula akan membeli reksa dana jenis apa.

MAU DI MANA?

Tentukan mau beli di mana. Ada banyak pilihan agen penjual efek reksa dana atau APERD.

Kamu bisa memilih lewat bank tempat kamu nabung yang juga menyediakan layanan wealth management atau pengelolaan kekayaan. Di divisi ini biasanya disediakan produk reksa dana juga.

Atau, kamu pilih APERD non bank yang biasanya lebih kompetitif. S

Kalau beberapa bank mensyaratkan minimal investasi yang lumayan besar, APERD seperti Bibit, TanamDuit, atau Bareksa menawarkan minimal investasi yang minim. Punya duit 100 ribu udah bisa  mulai.

Bahkan, kamu bisa top up reksa dana hanya dengan duit Rp5.000. Tergantung reksa dananya. Ada yang minimal investasi di atas 10 juta juga lho.

Kami rekomendasikan pilih APERD online, atau dari fintek. Selain mereka punya platform yang bagus, end user banget, juga banyak promosinya.

Misalnya, di Bibit kamu bisa dapat cashback 25 ribu ketika pertama kali mendaftar dengan cara memasukkan kode referral: recehin 

Kamu juga bisa mendapat cashback kelipatan 25 ribu kalau ada teman kamu yang daftar dan memakai kode referral kamu. Jadi, memakai Bibit tidak hanya untuk investasi, tetapi juga menghasilkan pendapatan.

APERD online juga menyediakan screening tingkat risiko serta ada fasilitas robo advisor. Robot ini akan memberikan saran alokasi reksa dana yang sesuai dengan risiko kamu, tujuan investasi, dan melakukan rebalancing.

Dan yang mungkin lebih seru, kamu lebih bisa memantau investasi kamu setiap hari. Update dilakukan setiap hari kerja, jadi kamu bisa mengikuti hasil investasi kamu, apakah sesuai ekspektasi atau tidak.

Kamu juga punya kemudahan dalam berbagai hal, seperti top up, bisa dari e-wallet. Kalau mau jual juga tinggal klik saja.

Beda dengan di bank, meskipun ada juga bank yang sudah menyediakan aplikasi invesatsi seperti BCA dengan Welma atau CIMB Niaga dengan Octo Mobile-nya. Ini juga bisa jadi opsi menarik kalau kamu nasabah bank tersebut.

Persoalnnya, jumlah produk reksa dana yang dijual di setiap APERD berbeda-beda. Kamu bisa cek produk reksa dana apa saja yang dijual di setiap APERD lewat web OJK.

ANALISIS REKSA DANA

Tak kalah pentingnya adalah menganaisis reksa dana yang mau dibeli. Jangan hanya tergiur dengan gambaran kinerjanya di masa lalu, karena itu tak bisa jadi patokan kinerjanya di masa depan.

Untungnya, untuk APERD online atau mobile ini biasanya sudah disediakan sejumlah tool atau alat untuk mengetahui bagaimana kinerja dan efektivitas pengelolaan.

Ya, hal itu bukan jaminan hasil investasi kamu bakal bagus juga, tetapi akan memberikan gambaran yang jauh lebih baik.

Selain itu, tentu saja BACA PROSPEKTUS. Tidak harus semuanya, baca bab-bab pentingnya, seperti kebijakan investasi dan strateginya.

Kalau ada laporan keuangan juga bisa kamu cermati, termasuk aset apa saja yang dipegang. 

Tool atau poin yang bisa kamu cermati sebelum beli reksa dana a.l. profil manajer investasi, asset under anagement (AUM) atau dana kelolaan, expense ratio (biaya pengelolaan), drawdown atau seberapa besar penurunan yang pernah terjadi, dan Sharpe ratio.

Sharpe ratio bisa jadi tool terpenting, namun tetap saja dia mengambil data dari masa lalu. Artinya, kinerja pengelolaanya di masa depan bisa saja berubah. 

Kalau kamu tidak tahu soal alat-alat analisis tersebut, kamu bisa ikuti saran robo advisor saja. Mesin AI ini sudah memperhitungnya semua analisis di atas yang disesuaikan dengan tingkat risiko yang bisa kamu tolerir.

SYARAT PENDAFTARAN

Siapkan KTP dan NPWP. Mendaftar untuk jadi investor reksa dana relatif mudah, lebih mudah daripada jadi investor saham.

Namun, kalau kamu sudah daftar sebagai investor saham, biasanya juga didaftarkan sebagai investor reksa dana. 

Untuk mendaftar ini ada dua. Pertama, kamu mendaftar ke APERD. Kedua, kamu mendaftar untuk mendapatkan nomor SID atau single investor identification.

Mendaftar ke APERD bisa dalam hitungan menit sudah diterima. Namun, untuk dapat SID perlu beberapa hari, tapi biasanya cepat kok.

Tenang, kamu tidak perlu mendaftar sendiri untuk dapat SID. APERD akan otomatis mendaftar kamu sebagai investor ke Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

KSEI ini yang akan memberimu SID. 

Kalau belum punya SID, jangan dulu beli reksa dana. Pastikan sampai kamu punya SID. Nanti kamu bisa cek portofolio reksa dana kamu di web KSEI juga.

Ini untuk memastikan kamu benar-benar investasi reksa dana di tempat yang benar, yang dananya disimpan oleh bank kustodian. 

Jadi, dana kamu tidak disimpan oleh APERD seperi Bareksa, Bibit, IPOT, atau Tanamduit. Bahkan duit itu juga tidak disimpan oleh manajer investasi.

Dana kam disimpan di pihak ketiga, yakni bank kustodian.  

CARA NABUNG

Oke, setelah kamu punya SID kamu siap nabung reksa dana. Kam sudah punya uang, bukan? Pastikan bukan uang yang kamu butuhkan sehari-hari ya. 

Ada dua metode nabung reksa dana.

Pertama, lum sum atau sekaligus. Misalnya, sekarang kamu punya Rp100 juta dan hari ini juga semuanya kamu belikan reksa dana.

Kedua, dollar cost averaging (DCA), atau rupiah cost averaging biar lebih Indonesia. Metode DCA ini adalah kamu rutin top up atau nambah investasi.

Misalnya, setiap bulan kamu sisihkan Rp1 juta untuk dimasukkan reksa dana. Tidak perlu mikir saat itu lagi turun atau naik, masukkan saja secara rutin.

DCA ini biasanya lebih disarankan. Karena memang biasanya sesuai dengan situasi banyak orang, utamanya para pekerja yang memperoleh pendapatan rutin.

Lum sum cocok buat kamu yang baru saja mendapatkan warisan. 

Menurut pengalaman pribadi, begitu kita kenal investasi reksa dana, terutama yang dapat kita pantau dan cermati setiap hari, perilaku kita juga berubah.

Tenang, hasilnya positif kok. Jadi, kita jadi lebih sadar akan pengeluaran dan peluang masa depan. Dengan melihat perkembangan hasil investasi, kita jadi lebih cermat berhitung. Kalau ngopi di kafe habis 50 ribu dalam 1-2 jam, kalau diinvestasikan akan kelihatan berkembang. 

Kemudian kita bisa megubah latte factor kita jadi ke sesuatu yang lebih produktif. Latte factor itu ya pengeluaran yang leihatannnya kecil tapi rutin dan sebenarnya enggak penting-penting amat.  

Coba hitung, kalau seminggu kita 3 kali ngopi di kafe, maka sebulan habis150 ribu x 4 = 450 ribu. Setahun? 2 tahun? 3 tahun?

Posting Komentar

0 Komentar