Ticker

6/recent/ticker-posts

IPO PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS)



Receh.in - Perusahaan transportasi dan logistik PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia dengan menggelar initial public offering (IPO) pada Agustus 2021.

Perusahaan yang ada di bawah bendera Hasnur Grup ini berniat melepas 5.252.500 lot (1 lot 100 saham) pada rentang harga  Rp 230 - Rp 300. 

Target dana dihimpun Rp120,81 miliar - Rp157,57 miliar.

Periode Book Building adalah 26 Jul 2021 - 06 Aug 2021. 

Jadwal Awal

  • Masa Penawaran Awal : 26 Juli – 6 Agustus 2021
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 20 Agustus 2021
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 23 – 27 Agustus 2021
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 27 Agustus 2021
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 30 Agustus 2021
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 31 Agustus 2021

Hasnur berdiri pada 1966 yang didirikan oleh (Alm.) H. Abdussamad Sulaiman HB dan (Almh.) Hj. Nurhayati yang merupakan tokoh daerah di Banua, Kalimantan Selatan. 

Hasnur Grup dan entitas anaknya merupakan salah satu grup usaha konglomerasi dengan diversifikasi lini bisnis yang mencakup beberapa industri strategis termasuk pertambangan, agribisnis, media, jasa dan logistik. 

Pertumbuhan operasional lini bisnis yang dimiliki oleh Hasnur Grup saat ini digawangi oleh generasi kedua dari keluarga pendiri dengan dukungan para profesional di bidangnya masing-masing.

Potensi pertumbuhan usaha transportasi laut dan logistik kepelabuhanan yang dilakukan oleh HIS memiliki keunggulan dengan dukungan dan integrasi lini bisnis Hasnur Grup di sektor pertambangan batubara.

Perseroan memiliki integrasi bisnis dengan Hasnur Grup yang membuka peluang pertumbuhan pendapatan dari angkutan batubara karena Hasnur Grup sendiri memiliki konsesi seluas 3.990 hektare dengan cadangan 280 juta MT berlokasi di Rantau Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan yang belum termasuk potensi kargo dari beberapa pelanggan lain yang bertetangga dengan wilayah konsesi miliki grup.



PT Hasnur Internasional Shipping saat ini memiliki dan mengoperasikan 12 set kapal tunda dan tongkang dengan kapasitas angkut bervariasi mulai dari 7.500 – 10.000 ton. 

Sepanjang 2020, HIS berhasil mengangkut sebanyak 4,95 juta MT ton cargo batubara dan berkeyakinan untuk dapat meningkatkan jumlah ini seiring dengan penambahan jumlah armada.

HIS memiliki dua anak perusahaan yaitu PT Hasnur Resources Terminal (HRT) sebagai pemegang izin Badan Usaha Pelabuhan yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan. 

Anak usaha HIS yang lain adalah PT Hasnur Mitra Sarana yang bergrak dalam kegiatan bongkar muat. 

Pemegang saham PT Hasnur Internasional Shipping saat ini mayoritas dimiliki oleh PT Nur Internasional Samudra sebesar 51%, PT Hasnur Jaya International (35%), Jayanti Sari (7%) dan Zaenal Hadi HAS HB (7%). 

Dengan penyelesaian hajatan go public ini, maka komposisi pemegang saham akan berubah menjadi: 

  • PT Nur Internasional Samudra sebesar     40,80%
  • PT Hasnur Jaya International     28%
  • Jayanti Sari     5,60%
  • Zaenal Hadi HAS HB     5,60%
  • Masyarakat     20%


Alamat

Gedung Office 8 Lantai 7, SCBD Lot 28 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 RT/ RW 006/003 Kel. Senayan, Jakarta 12190 - Indonesia

Situs Perusahaan Emiten

https://www.pthis.id

Penjamin Emisi Efek

DR - RHB Sekuritas Indonesia

Penggunaan Dana IPO

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk: 

1. Sekitar 46% dana hasil IPO untuk belanja modal berupa penambahan 3 set armada kapal dan tongkang dengan indikasi nilai pembelian sekitar Rp150 miliar. 

Kekurangan dana pembelian 3 (tiga) set kapal tersebut akan menggunakan pendanaan dari pihak ketiga yang akan diusahakan setelah pelaksanaan Penawaran Umum. 

2. Sekitar 23% akan disalurkan melalui skema pinjaman kepada entitas anak yaitu HRT. Dana tersebut akan dipergunakan oleh HRT dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang Jasa Kepelabuhanan dengan melakukan pembelian peralatan untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Silopo, berupa namun tidak terbatas pada mobile crane, forklift, excavator, dan wheel loader. 

Adapun perjanjian pemberian pinjaman antara Perseroan dan HRT akan dituangkan dalam Perjanjian tertulis setelah dana hasil penawaran umum diterima oleh Perseroan. 

3. Sekitar 31% akan dipergunakan oleh Perseroan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan secara umum. 

Kegiatan operasional yang dimaksud termasuk namun tidak terbatas pada pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kapal milik sendiri (own ship) dan biaya kapal sewa (rent ship), serta beban-beban lain yang dapat muncul untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan. 


Posting Komentar

0 Komentar