Ad Code

Iklan Anda Tampil di Sini

Ticker

8/recent/ticker-posts

Profil dan Sejarah Emiten: ABM Investama Tbk (ABMM)



Receh.in – Profil emiten adalah ulasan singkat mengenai sejarah dan kinerja perusahaan publik, dilengkapi dengan data-fakta dan ulasan kinerja saham.


Daftar Isi

 

Profil

PT ABM Investama Tbk (ABMM) adalah perusahaan induk energi terintegrasi di Indonesia yang melakukan investasi strategis di sektor terkait pertambangan dan energi, berada di bawah naungan Grup Tiara Marga Trakindo.

Perusahaan ini didirikan pada 1 Juni 2006 dengan nama PT Adiratna Bani Makmur, lalu berganti nama menjadi PT ABM Investama pada tahun 2009 setelah diambil alih oleh PT Tiara Marga Trakindo (TMT) yang merupakan perusahaan induk yang didirikan oleh Achmad Hadiat Kismet Hamami (A.H.K. Hamami).

Perseroan membagi kegiatan usaha ke dalam 3 segmen:

  1. Kontraktor tambang dan tambang batu bara,dijalankan PT Cipta Kridatama (CK) dan PT Reswara Minergi Hartama (Reswara)
  2. Jasa; dijalankan PT Anzara Janitra Nusantara (AJN), PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics)
  3. Pabrikasi, dijalankan PT Sanggar Sarana Baja (SSB)

Selain itu, Perseroan juga memiliki bidang usaha perniagaan bahan bakar minyak yang masuk dalam kategori usaha lain-lain. Bidang usaha tersebut dijalankan oleh Entitas Anak, yaitu PT Prima Wiguna Parama (PWP).

Perusahaan memiliki misi: Untuk menjadi perusahaan investasi terkemuka dengan melakukan berbagai investasi strategis di bidang sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur energi.

PT ABM Investama Tbk berkantor pusat di Gedung TMT, Jalan Cilandak KKO No.1 Jakarta. Sampai dengan Desember 2018, PT ABM Investama Tbk mempekerjakan pegawai hingga 6.933 orang yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.

Sejarah

Berikut ini sejumlah milestone penting perusahaan (diambil dari Laporan Tahunan 2020)

  • 23 Desember 1970 AHK Hamami mendirikan PT Trakindo Utama (Trakindo), satu-satunya distributor resmi dari peralatan berat dan mesin Caterpillar di Indonesia.
  • 19 Maret 1977: PT Sanggar Sarana Baja (SSB) didirikan sebagai Entitas Anak Trakindo yang menyediakan rancangan (desain) dan pelayanan pabrikasi untuk peralatan berat.
  • 27 Maret 1992: PT Sumberdaya Sewatama (Sewatama) didirikan sebagai Entitas Anak Trakindo yang menyewakan genset untuk berbagai proyek.
  • 8 April 1997: PT Cipta Kridatama (CK) didirikan dan bergerak di bidang jasa pelayanan sewa alat berat. CK kemudian beralih fungsi menjadi kontraktor pada industri pertambangan.
  • 9 Mei 1997: PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) didirikan sebagai perusahaan freight forwarding
  • 16 Agustus 2000: PT Tiara Marga Trakindo (TMT) berdiri sebagai perusahaan induk terintegrasi bagi Trakindo dan Entitas Anak lainnya.
  • 28 November 2006: PT Alfa Trans Raya (ATR) dibentuk sebagai Entitas Anak CKB Logistics yang bergerak di bidang usaha perkapalan, khususnya pada sektor terkait industri energi.
  • 18 Desember 2007: Grup ABM mengambil alih TIA, pemilik konsesi batu bara di Kalimantan Selatan.
  • Agustus 2009: TMT mengambil alih PT Adiratna Bani Makmur dan mengubah namanya menjadi PT ABM Investama Tbk (“ABM”). ABM kemudian menjadi Pemilik Saham Mayoritas SSB, Sewatama, CKB Logistics, dan TIA. ABM juga mengakuisisi saham minoritas CK.
  • 1 Oktober dan 14 Desember 2009: Perseroan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi ("MCB") sebesar Rp757,12 miliar yang diambil seluruhnya oleh AHK Holdings Pte Ltd, perusahaan terafiliasi yang berkedudukan di Singapura.
  • 19 Oktober 2010: Reswara didirikan dan diposisikan sebagai subholding di bidang pertambangan terintegrasi batu bara.
  • 10 Desember 2010: ABM menjadi Pemegang Saham Mayoritas CK.
  • 14 Desember 2010: AHK Holdings Pte Ltd mengalihkan seluruh MCB Perseroan kepada Valle Verde Pte Ltd, perusahaan terafiliasi lainnya yang juga berkedudukan di Singapura.
  • 20 Desember 2010: Reswara mendirikan PT Pelabuhan Buana Reja (“PBR”) untuk mengelola pelabuhan batu bara, khususnya compliant coal yang diproduksi oleh TIA dan batu bara lainnya.
  • 31 Maret 2011: Valle Verde Pte Ltd melakukan konversi Obligasi Wajib Konversi yang setara dengan 64,71% saham ABM.
  • 23 Mei 2011: PT Nagata Bisma Shakti (NBS) dan PT Pradipa Aryasatya (“Pradipa”) didirikan untuk melihat potensi energi terbarukan dan energi termal sejalan dengan rencana ekspansinya ke Pembangkit Tenaga Listrik Independen/Captive.
  • 26 Mei 2011: CKB Logistics mendirikan PT Baruna Dirga Dharma (BDD), perusahaan transportasi batu bara, layanan tongkang, dan kapal tunda.
  • 26 Juni 2011: SSB mendirikan PT Prima Wiguna Parama (PWP) untuk mengelola penanganan peralatan industri energi.
  • 28 Juni 2011: Reswara mengakuisisi PT Media Djaya Bersama (MDB) dan operator 2 konsesi batu bara di Aceh, yaitu PT Mifa Bersaudara (Mifa) dan PT Bara Energi Lestari (“BEL”)
  • 6 Desember 2011: ABM resmi menjadi perusahaan terbuka dengan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.
  • 18 Januari 2012: PT Nagata Dinamika (ND) didirikan sebagai induk usaha untuk pembangkit listrik independen (independent power producer/ IPI) menggunakan sumber energi terbarukan (renewable) di wilayah Indonesia bagian timur.
  • 29 April 2013: PT NDH Madong didirikan untuk menjalankan IPP tenaga air di daerah Madong, Sulawesi Selatan.
  • 22 Januari 2014: PT Punggawa Nagata Dinamika Hidro didirikan untuk menjalankan IPP tenaga air di daerah Punggawa, Sulawesi Selatan.
  • 12 Mei 2014: PT Pradipa Aceh Daya didirikan untuk menjalankan IPP tenaga uap di wilayah Aceh.
  • 15 September 2014: PT Nagata Bio Energi (NBE) didirikan untuk menjalankan IPP tenaga biogas di daerah Sukadamai, Kalimantan Selatan.
  • 28 Oktober 2014: PT Nagata Dinamika Hidro Buakayu Ulu, PT Nagata Dinamika Hidro Buakayu, dan PT Nagata Dinamika Hidro Pongko didirikan untuk menjalankan IPP tenaga air di daerah Buakayu Ulu, Buakayu, dan Pongko, Sulawesi Selatan.
  • 25 Oktober 2014: ABM mengakuisisi PT Pradipa Aceh Daya (sebelumnya Entitas Anak PT Sumberdaya Sewatama) sebagai Entitas Anak Perseroan.
  • PT Pradipa Aceh Daya mengubah nama menjadi PT Anzara Janitra Nusantara (AJN).
  • 16 November 2014: AJN mengambil alih seluruh saham milik NBS di ND (berikut dengan Entitas Anaknya secara tidak langsung), sehingga AJN menjadi Pemegang Saham Mayoritas di ND.
  • 22 November 2014: ND mengambil alih seluruh saham milik NBS di NBE dan NBD, sehingga ND menjadi Pemegang Saham Mayoritas di NBE dan NBD.
  • 24 November 2014: AJN dan Sewatama mendirikan PT Andara Candria Energi (ACE).
  • 17 Juni 2015: Grup ABM mendirikan PT Dianta Daya Embara (DDE) untuk menjalankan bisnis jasa kurir
  • 6 Juli 2015: PT Nagata Biogas Dwienergi didirikan untuk menjalankan IPP tenaga biogas.
  • 2 Mei 2017: ABM mengambil alih 99% saham PT Prima Wiguna Parama (PWP) dari SSB dan memfokuskan PWP sebagai perusahaan perdagangan bahan bakar minyak untuk sektor industri dan pertambangan.
  • 1 Agustus dan 28 November 2017: Perseroan menerbitkan Global Bonds di Bursa Efek Singapura senilai AS$350 juta dengan kupon sebesar 7,125%.
  • 16 November 2017: SSB mendirikan PT SSB Sammitr Distribution (SSD) bersama dengan PT Sammitr Indonesia untuk menjalankan usaha penyediaan suku cadang kendaraan alat berat/truk.
  • 28 Desember 2017: CKB Logistics mengambil alih seluruh saham milik Reswara di PBR, sehingga CKB Logistics menjadi Pemegang Saham Mayoritas di PBR.
  • 30 November 2018: Sewatama menerbitkan saham baru yang diambil alih seluruhnya oleh PT Godra Investama Mandiri (GIM) (perusahaan di luar Grup ABM) yang menyebabkan terjadinya perubahan pengendalian atas Sewatama dari ABM kepada GIM.
  • 26 April 2019: Perseroan melakukan divestasi saham di PT Nagata Dinamika Hidro Madong yang diakuisisi seluruh sahamnya oleh perusahaan lain di luar Grup ABM.
  • 14 Agustus 2019: Reswara mengambil alih kepemilikan saham mayoritas PT Nagata Hidro Buakayu dari PT Nagata Dinamika dan mengganti nama perusahaannya menjadi PT Agata Nugraha Nastari (ANN).
  • 31 Oktober 2019: Perseroan melakukan investasi pada PT Multi Harapan Utama (MHU) sejumlah 10% saham yang dikeluarkan MHU melalui ANN.
  • 13 Januari 2020: Perubahan status SSD menjadi Entitas Asosiasi sehubungan dengan penambahan setor modal oleh PT Sammitr Motor Indonesia (SMI) yang menyebabkan kepemilikan SSB di SSD terdilusi menjadi 40%.
  • 21 Desember 2020: PT Pelabuhan Buana Reja mengambil alih aset kepelabuhanan milik PT Tunas Inti Abadi (TIA) yang berlokasi di Kalimantan Selatan, untuk mendukung kegiatan usahanya.

 


Manajemen Perusahaan

Direksi

Nama

Posisi

Terafiliasi

Achmad Ananda Djajanegara

DIREKTUR UTAMA

Yes

Adrian Erlangga

DIREKTUR

Yes

Haris Mustarto

DIREKTUR

Yes

 

Komisaris

Nama

Posisi

Independen

Rachmat Mulyana Hamami

KOMISARIS UTAMA

No

Arief Tarunakarya Surowidjojo

KOMISARIS

Yes

Mivida Hamami

KOMISARIS

No

Manggi Taruna Habir

KOMISARIS

Yes

 

Pemegang Saham

Nama

Jenis

Jumlah

Persentase

PT. Tiara Marga Trakindo

Lebih dari 5%

1.474.573.133

53,56%

Valle Verde PTE LTD

Lebih dari 5%

702.349.867

25,51%

Masyarakat

Kurang dari 5%

576.242.000

20,93%

Saham Treasury

Saham Treasury

0

0%

Adrian Erlangga

Direksi

0

0%

Rachmat Mulyana Hamami

Komisaris

6.120.500

0,22%

Mivida Hamami

Komisaris

133.500

0,01%

Arief Tarunakarya Surowidjojo

Komisaris

0

0%

Achmad Ananda Djajanegara

Direksi

1.283.500

0,05%

Haris Mustarto

Direksi

0

0%

Manggi Taruna Habir

Komisaris

0

0%

 

Anak Usaha

Nama

Jenis

Total Aset

Persentase

PT Agata Nugraha Nastari (melalui Reswara)

Perdagangan

24.135.744

100%

PT Alfa Trans Raya (melalui CKB)

Transportasi laut

6.594.892

99,99%

PT Andara Candria Energi (melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

14.090.696

99,10%

PT Anzara Janitra Nusantara (AJN)

Industri pembangkit listrik energi thermal

18.624.883

100%

PT Bara Energi Lestari (melalui Reswara)

Pertambangan batubara

16.086.770

70%

PT Baruna Dirga Dharma (melalui CKB)

Transportasi laut domestik

27.174.545

99,99%

PT Cipta Krida Bahari (CKB)

Jasa logistik

135.345.471

100%

PT Cipta Kridatama (CK)

Kontraktor pertambangan dan jasa konstruksi

320.232.400

100%

PT Dianta Daya Embara (melalui CKB)

Jasa titipan dan pos

5.868.810

99,99%

PT Media Djaya Bersama (melalui Reswara)

Perdagangan, pengembangan dan industri

189.171.507

70%

PT Mifa Bersaudara (melalui Reswara)

Pertambangan batubara

182.609.260

70%

PT Nagata Bio Energi (Melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

4.429.489

98,80%

PT Nagata Biogas Dwienergi (melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

6.381

98,80%

PT Nagata Dinamika (melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

1.906.983

99,50%

PT Nagata Dinamika Hidro Buakayu Ulu (melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

32.324

99%

PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

20.033

99%

PT Pelabuhan Buana Reja (melalui CKB)

Jasa pengelolaan pelabuhan

22.793.543

100%

PT Prima Wiguna Parama

Perdagangan dan konstruksi

28.133.886

100%

PT Punggawa Nagata Dinamika Hidro (melalui AJN)

Industri pembangkit listrik energi yang terbarukan

642.348

42,80%

PT Reswara Minergi Hartama (Reswara)

Perdagangan

304.025.963

100%

PT Sanggar Sarana Baja (SSB)

Perencanaan rekayasa mesin, pengembangan, dan pembuatan perlengkapan penunjang alat-alat berat dan alat angkut bahan

67.758.628

99,99%

PT Tunas Inti Abadi (melalui Reswara)

Pengembangan dan pertambangan sumberdaya, terutama batubara

71.630.414

100%


Kinerja Saham

Kinerja Keuangan

PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan laba bersih pada 2021 sebesar Rp2,11 triliun. Naik bila di bandingkan dengan periode yang sama di 2020 yang mengalami kerugian sebesar Rp503,0 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp754.24 per lembar.


Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Iklan Anda Tampil di Sini