Ticker

8/recent/ticker-posts

Indonesia akan Larang Ekspor Timah, Harganya Siap Melambung?

Receh.in - Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia berencana menyetop ekspor logam tersebut. Hal ini tentunya bisa berdampak pada kenaikan harga komoditas timah.

Presiden Joko Widodo sendiri yang beberapa kali menegaskan akan melarang ekspor logam timah.

Timah banyak dipakai sebagai logam campuran karena sifatnya yang lunak dan mudah dibentuk. Timah juga punya sifat antikarat, sehingga cocok jadi pelapis logam lain.

Nah, harga timah dunia pada Kamis (8/9/2022) pukul 15.30 WIB tercatat US$21.110 per ton, menguat 1,24% dibandingkan harga pada 7 September 2022.


Stok Timah Melimpah

Menurut CNBC Indonesia, saat ini persediaan timah di gudang yang dipantau oleh bursa logam London (LME) tercatat 4.610 ton per 6 September 2022. Jumlah ini meningkat 2.590 ton atau naik 128% secara poin-to-point sejak awal tahun ini. Jumlah tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2020.

Pasokan timah global memang sedang tumbuh, terutama datang dari Indonesia. Lihat saja, menurut Kementerian Perdagangan, ekspor timah olahan Indonesia pada Agustus naik 15,15% dari bulan yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) menjadi 8.633,05 ton.

Untuk kamu tahu aja, sepanjang Januari hingga Agustus 2022, Indonesia telah mengirimkan 51.174,81 ton timah olahan, dengan pembeli terbesar adalah China dan Singapura. Jumlah tersebut setara dengan 74,6% dari target ekspor timah Indonesia yakni sebesar 68.600 ton pada 2022.

Menurut USGS, produksi timah Indonesia tercatat 71.000 pada 2021. Sehingga pasokan dari Indonesia mampu mempengaruhi gerak harga timah dunia.

Berbeda, Fitch Solution mencatat pada 2021, jumlah produksi tambang timah Indonesia sebesar 83.000 ton. Jumlah ini setara dengan 26% total produksi tambang dunia.

Data OEC World menunjukkan Indonesia juga berkontribusi terhadap 34,1% nilai ekspor timah dunia pada 2020.

Tentunya rencana Indonesia menghentikan ekspor timah membuat was-was buat industri yang banyak memakai timah. Kenaikan harga timah kemungkinan tak terhindarkan jika rencana Jokowi itu benar-benar direalisasikan.

Namun, di sisi permintaan sendiri memang ada hambatan karena kondisi ekonomi global. Dan tentunya, Indonesia juga terancam tidak bisa menikmati tingginya harga karena tidak melakukan ekspor.

Hal itu bakal berdampak pada penerimaan negara, pemerintah daerah, dan industri timah domestik sendiri.

Di sisi lain, pengalaman timah ilegal Indonesia yang dikirim ke luar negeri menunjukkan bahwa larangan ekspor bisa saja tidak berdampak signifikan pada pasokan global.

Sementara itu, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia tercatat sebagai produsen timah antara lain PT Timah Tbk. (TINS), PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT PAM Mineral Tbk. (NICL), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL), dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).


Apa Itu Timah

Sebagai informasi, timah atau timah putih adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50. 

Timah termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 dalam tabel periodik.Timah menunjukan kemiripan kimia dengan Germanium dan Timbal yang juga berada di kelompok 14 dan memiliki dua kemungkinan bilangan oksidasi, +2 dan +4 yang sedikit lebih stabil. 

Timah adalah elemen ke 49 yang paling melimpah di bumi, memiliki 10 isotop stabil, jumlah terbesar dalam tabel periodik.

Posting Komentar

0 Komentar