Ticker

4/recent/ticker-posts

Harga Langganan Internet Starlink di Indonesia

Daftar Isi [Tampilkan]


Receh.in
– Starlink, layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX, kini menjadi pemain yang patut diperhitungkan di bisnis provider internet di Indonesia. Apalagi, perusahaan milik Elon Musk ini punya banyak keunggulan dibandingkan dengan internet fiber ataupun seluler.

Starlink dapat menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke lokasi-lokasi di seluruh dunia yang sebelumnya tidak memiliki koneksi yang stabil atau cepat, termasuk area pedesaan dan terpencil.

Hal ini bisa dilakukan karena Starlink bekerja dengan menggunakan konstelasi satelit yang ditempatkan di orbit bumi rendah (LEO - Low Earth Orbit). 

Hal ini memungkinkan mereka untuk menyediakan latensi yang lebih rendah dan kecepatan internet yang lebih cepat dibandingkan dengan satelit geostasioner yang beroperasi di orbit yang jauh lebih tinggi. 

Hingga saat ini, SpaceX telah meluncurkan ribuan satelit dan berencana untuk meluncurkan lebih banyak lagi untuk mencapai cakupan global yang luas.

Pengguna Starlink menggunakan sebuah "Dishy McFlatface," yang merupakan antena parabola yang dapat diarahkan secara otomatis. 

Antena ini diarahkan ke langit untuk mengkomunikasikan data dengan satelit yang terdekat. 


Harga Paket Layanan Starlink

Starlink menawarkan berbagai paket internet yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna di berbagai situasi, baik di darat, di laut, maupun dalam perjalanan.

Paket terbagi dalam dua kelompok, yakni pribadi dan bisnis. Yang pribadi ada 3 yakni residensial, jelajah, dan kapal. Sedangkan yang bisnis terdiri dari lokasi tetap, mobilitas darat, maritim, dan aviasi.


Paket Personal

Untuk harga layanan Starlink di Indonesia adalah sebagai berikut:

Residensial: Paket ini ditujukan untuk penggunaan rumah tangga dengan kecepatan tinggi dan data tanpa batas. Biaya langganannya Rp750.000/bulan, kuota tanpa batas. Internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah tanpa batas.

Adapun perangkat keras yang direkomendasikan adalah standar teraktuasi seharga Rp7.800.000 (Rp7,8 juta).

Jelajah: Cocok untuk RV, nomad, dan karavan dengan paket layanan terbagi dua yakni mobile - regional Rp990.000/bln dan mobile - global Rp6.995.480/bln. 

Perangkat keras yang direkomendasikan adalah standar teraktuasi seharga Rp7.800.000 (Rp7,8 juta).

Kapal: Cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis mobile. Fitur utama yang ditawarkan seperti semua fitur mobile - layanan global, penggunaan bepergian + berlayar, prioritas jaringan, dan dukungan prioritas.

Paket layanan bulanan dengan kuota global mobile tanpa batas di pedalaman terbagi dalam tiga jenis:

  • Prioritas mobile - 50 GB: Rp4.345.000/bln
  • Prioritas mobile - 1 TB: Rp17.160.000/bln
  • Prioritas mobile - 5 TB: Rp86.130.000/bln

Adapun perangkat keras yang direkomendasikan adalah performa tinggi flat seharga Rp43.721.590.


Paket Bisnis

Lokasi Tetap: Cocok untuk bisnis dan pengguna dengan permintaan tinggi. Fitur utamanya kuota standar tanpa batas, IP publik, prioritas jaringan, dan ada dukungan prioritas. 

Paket layanan bulanan berupa kuota standar tanpa batas plus: 

  • Prioritas - 40 GB Rp1.100.000/bln
  • Prioritas - 1 TB Rp3.025.000/bln
  • Prioritas - 2 TB Rp6.116.000/bln
  • Prioritas - 6 TB Rp12.320.000/bln

Note: Kuota Standar Tanpa Batas setelah kuota Prioritas habis. Kuota Prioritas Tambahan tersedia per GB. Perangkat keras yang direkomendasikan standar teraktuasi Rp7.800.000

Mobilitas darat: Cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis mobile

Fitur utama:

  • Semua Fitur Mobile - Layanan Global
  • Penggunaan Bepergian + Berlayar
  • Prioritas Jaringan
  • Dukungan Prioritas

Paket layanan bulanan

Kuota global mobile tanpa batas di pedalaman plus: 

  • Prioritas mobile - 50 GB: Rp4.345.000/bln
  • Prioritas mobile - 1 TB: Rp17.160.000/bln
  • Prioritas mobile - 5 TB: Rp86.130.000/bln

Kuota Prioritas Mobile Tambahan tersedia per GB. Perangkat keras yang direkomendasikan performa tinggi flat Rp43.721.590. 



Yang patut jadi perhatian, cuaca bisa mempengaruhi kinerja internet satelit, termasuk layanan seperti Starlink. Fenomena ini dikenal sebagai "rain fade" dan terjadi karena presipitasi (seperti hujan, salju, atau es) dapat menyerap atau menghamburkan sinyal pada frekuensi tertentu yang digunakan oleh komunikasi satelit.

Starlink menggunakan teknologi yang canggih untuk mengurangi pengaruh gangguan cuaca, seperti antena phased-array yang dinamis yang dapat mengubah arah penunjukan sinyal untuk mengelak area gangguan cuaca di atmosfer. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk tahan terhadap kondisi cuaca buruk, termasuk kemampuan untuk mencairkan salju yang menumpuk di atas antena.

Namun, meskipun ada teknologi canggih ini, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau badai salju tebal masih bisa menyebabkan penurunan sementara dalam kualitas sinyal dan kecepatan internet. Ini adalah tantangan umum untuk semua penyedia layanan internet satelit, tidak terkecuali Starlink.

Saat ini, terdapat lebih dari 6.000 satelit Starlink yang berada di orbit Bumi. Jumlah ini mencakup satelit yang aktif dan juga beberapa yang sudah tidak berfungsi dan akan kembali memasuki atmosfer Bumi.

Posting Komentar

0 Komentar