Ticker

4/recent/ticker-posts

SBR013 Bakal Rilis Sekitar 10 Juni - 4 Juli 2024, Ini Bedanya dengan ORI

Daftar Isi [Tampilkan]


Receh.in
– Pemerintah bakal menerbitkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR013 dengan jadwal rilis, jika berdasarkan pernyataan Kementerian Keuangan awal tahun, pada 10 Juni - 4 Juli 2024. Namun jadwal ini bisanya tentatif.

SBR adalah salah satu jenis investasi ritel yang menarik karena tingkat return dan keamanannya yang dijamin oleh negara. Sebelum rilis, kalian bisa menyimak informasi tentang karakteristik SBR dibandingkan dengan surat berharga negara lainnya berikut.

Untuk diketahui, Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai anggaran negara. 

SBN terdiri dari beberapa jenis, termasuk SBN ritel yang ditujukan untuk investor individu. 

Di antara SBN ritel itu ada adalah Saving Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI). Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara SBR dan SBN ritel lainnya seperti ORI:


Saving Bond Ritel (SBR)

  • Tujuan: SBR ditujukan untuk mengajak masyarakat menabung sambil berinvestasi dalam surat utang negara.
  • Bunga Mengambang (Floating Rate): Bunga SBR bersifat mengambang dan akan disesuaikan secara periodik berdasarkan suku bunga acuan Bank Indonesia dengan tingkat bunga minimal (floor rate). Artinya, jika suku bunga turun, tingkat kupon SBR tidak akan ikut turun. Adapun kupon dibayarkan setiap bulan.
  • Tidak Dapat Diperdagangkan: SBR tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Investor hanya bisa mencairkan atau menjual sebagian investasinya (early redemption) pada waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah. Early Redemption adalah fasilitas yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok SBR oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo. Fasilitas ini hanya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan Rp2 juta di setiap Mitra Distribusi dan jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk early redemption adalah 50% dari total kepemilikan investor.
  • Tenor: Biasanya memiliki tenor yang lebih pendek, sekitar 2-3 tahun.
  • Minimum Pembelian: Biasanya lebih rendah untuk menarik lebih banyak investor ritel. Pada seri sebelumnya minimum pembelian adalah Rp1 juta.


Obligasi Negara Ritel (ORI)

  • Tujuan: ORI juga ditujukan untuk menarik dana dari masyarakat, tetapi lebih kepada investasi dengan return tetap.
  • Bunga Tetap (Fixed Rate): ORI menawarkan bunga tetap yang dibayarkan secara periodik sampai dengan jatuh tempo.
  • Dapat Diperdagangkan: ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga memberikan fleksibilitas lebih bagi investor untuk menjual kembali obligasi mereka sebelum jatuh tempo.
  • Tenor: Biasanya memiliki tenor yang lebih panjang, sekitar 3-5 tahun.
  • Minimum Pembelian: Sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan SBR, namun tetap cukup terjangkau bagi investor ritel.


Kesamaan

  • Diterbitkan oleh Pemerintah: Keduanya adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dan dianggap sebagai investasi yang relatif aman. Baik pokok maupun kupon/bunganya dijamin oleh negara.
  • Keuntungan Pajak: Bunga yang diperoleh dari SBR dan ORI dikenakan pajak final yang lebih rendah dibandingkan dengan pajak penghasilan lainnya.
  • Tujuan Investasi: Keduanya bertujuan untuk menggalang dana dari masyarakat untuk pembiayaan anggaran negara dan pembangunan (APBN).
  • Return: Keduanya memberikan return di atas rata-rata bunga deposito bank BUMN.

Investasi dalam SBR atau ORI dapat disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor. SBR cocok untuk mereka yang menginginkan investasi jangka pendek dengan bunga mengambang, sedangkan ORI lebih cocok untuk mereka yang menginginkan investasi jangka menengah dengan bunga tetap dan fleksibilitas perdagangan.


Disclaimer Investasi 

Investasi dalam instrumen keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) termasuk Saving Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI) mengandung risiko. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus mempertimbangkan dengan hati-hati tujuan investasi Anda, tingkat pengalaman, dan tingkat risiko yang dapat Anda terima.


Pernyataan Risiko:

  • Tidak Ada Jaminan Keuntungan: Tidak ada jaminan bahwa investasi Anda akan menghasilkan keuntungan atau tidak akan mengalami kerugian. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
  • Risiko Pasar: Nilai investasi dapat berfluktuasi karena perubahan kondisi pasar. Harga obligasi dapat turun maupun naik dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, politik, dan pasar.
  • Risiko Suku Bunga: Perubahan suku bunga dapat mempengaruhi nilai obligasi. Kenaikan suku bunga dapat menyebabkan penurunan harga obligasi.
  • Risiko Likuiditas: Untuk beberapa jenis SBN seperti SBR, ada keterbatasan likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Hal ini bisa membatasi kemampuan Anda untuk menjual investasi sebelum jatuh tempo.
  • Risiko Inflasi: Nilai riil dari pendapatan bunga bisa berkurang akibat inflasi.

Kewajiban Investor:

  • Penilaian Mandiri: Investor harus melakukan penilaian mandiri dan due diligence sebelum berinvestasi. Informasi yang diberikan di sini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi.
  • Konsultasi Profesional: Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau profesional investasi untuk memastikan bahwa produk investasi yang Anda pilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda.
  • Pemahaman Produk: Pastikan Anda memahami karakteristik, ketentuan, dan risiko yang terkait dengan produk investasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Batasan Tanggung Jawab:

Informasi yang disajikan di sini bersifat umum dan hanya untuk tujuan informasi. Penulis dan penyedia informasi ini tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini. Semua keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Dengan melakukan investasi, Anda mengakui telah membaca dan memahami disclaimer ini serta siap menanggung semua risiko yang terkait dengan investasi Anda.

Posting Komentar

0 Komentar