FlashNews

8/recent/ticker-posts

ADRO Siapkan Buyback Saham hingga Rp4 Triliun, Manajemen Optimistis Dongkrak Nilai Perusahaan

Daftar Isi [Tampilkan]

 

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merancang aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal mencapai Rp4 triliun. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026.

Corporate Secretary ADRO Maharani Cindy Opssedha mengatakan rencana buyback ini disampaikan sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada publik sekaligus untuk memenuhi ketentuan regulasi pasar modal.

“Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000.000,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (12/3/2026).

 

Buyback Dilakukan Bertahap Selama 12 Bulan

Jika disetujui dalam RUPST, pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan.

Manajemen memperkirakan program pembelian kembali saham ini dapat mulai dijalankan pada 20 April 2026.

Pelaksanaan buyback tersebut akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk:

  • POJK No. 29/2023 tentang pembelian kembali saham oleh emiten
  • Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa nilai nominal saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 10% dari total modal ditempatkan serta tidak boleh menyebabkan kekayaan bersih perusahaan lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.

 

Strategi Memanfaatkan Kondisi Pasar

Manajemen ADRO menilai program buyback ini memberi fleksibilitas bagi perseroan untuk memanfaatkan kondisi pasar selama periode pelaksanaan.

Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat:

  • meningkatkan likuiditas perdagangan saham,
  • memperkuat kepercayaan investor, dan
  • mendorong harga saham agar lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

“Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Maharani.

 

Didanai dari Kas Internal

ADRO menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan mengganggu kinerja operasional perusahaan. Hal ini karena perseroan memiliki saldo laba dan arus kas yang memadai untuk mendanai program tersebut.

Seluruh dana pembelian kembali saham akan bersumber dari kas internal perseroan.

Namun, jika seluruh dana dialokasikan sepenuhnya, maka total aset dan ekuitas perusahaan berpotensi berkurang hingga Rp4 triliun.

 

Sudah Lebih Dulu Lakukan Buyback

Sebelumnya, ADRO juga telah menjalankan program buyback dalam kondisi pasar yang fluktuatif pada 16 Mei–2 Juni 2025, dengan total pembelian 33 juta saham atau sekitar 0,11% dari modal disetor.

Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 2 Juni 2025, perusahaan kembali menjalankan program buyback selama 12 bulan sejak 3 Juni 2025.

Hingga 28 Februari 2026, ADRO tercatat telah membeli kembali 556,19 juta saham atau sekitar 1,89% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Dengan demikian, total saham hasil buyback yang dimiliki perseroan kini mencapai 589,19 juta saham, setara sekitar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

 

Posting Komentar

0 Komentar