FlashNews

8/recent/ticker-posts

GOTO Pangkas Rugi 77% di 2025, Targetkan EBITDA Meroket ke Rp3,4 Triliun di 2026

Daftar Isi [Tampilkan]

 

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menunjukkan taringnya dalam perjalanan menuju profitabilitas penuh. Sepanjang tahun buku 2025, raksasa teknologi Indonesia ini sukses memangkas rugi bersih secara signifikan sekaligus melampaui target operasional yang telah ditetapkan.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi disiplin biaya dan fokus pada segmen mass market mulai membuahkan hasil nyata pada kinerja keuangan perseroan.

 

Rapor Keuangan GOTO 2025: Pendapatan Naik, Rugi Menyusut

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis Rabu (11/3/2026), GOTO mencatatkan pertumbuhan yang sangat sehat pada lini atas maupun bawah:

  • Pendapatan Bersih: Tumbuh 15,27% secara tahunan menjadi Rp18,32 triliun.
  • Rugi Bersih: Berhasil dipangkas sebesar 77% menjadi Rp1,18 triliun (dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp5,15 triliun).
  • EBITDA Grup yang Disesuaikan: Mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman awal perusahaan di kisaran Rp1,8 - Rp1,9 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa kinerja kuat ini didorong oleh peningkatan GTV inti yang melonjak 49% secara tahunan pada kuartal IV/2025.

 

Pedoman 2026: Bidik Laba Operasional Lebih Tinggi

Optimisme manajemen GOTO semakin membuncah memasuki tahun buku 2026. Perseroan menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan naik signifikan sebesar 59–69% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Target EBITDA Grup 2026 dipatok pada kisaran Rp3,2 triliun – Rp3,4 triliun, dengan rincian kontribusi sebagai berikut:

  1. Unit Fintech (GoTo Financial): Target EBITDA Rp1,4 triliun – Rp1,5 triliun.
  2. Unit On-Demand Services (Gojek): Target EBITDA Rp1,7 triliun – Rp1,8 triliun.

 

Strategi Mass Market dan Disiplin Biaya

Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menuturkan bahwa kunci keberhasilan GOTO terletak pada operating leverage yang positif dan alokasi modal yang efektif. Untuk tahun 2026, GOTO akan fokus pada dua pilar:

  • Ekspansi Segmen Mass Market: Meningkatkan kemampuan layanan untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas (konsumen sensitif harga) di samping tetap melayani segmen affluent (menengah ke atas).
  • Investasi Kapabilitas Utama: Memperkuat infrastruktur teknologi untuk menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan konsumen sehari-hari, terutama melalui integrasi layanan finansial dan transportasi.

 

Ringkasan Performa GOTO

Indikator Kinerja

Capaian 2024

Capaian 2025

Pertumbuhan / Perubahan

Pendapatan Bersih

Rp15,89 Triliun

Rp18,32 Triliun

+15,27%

Rugi Bersih

Rp5,15 Triliun

Rp1,18 Triliun

-77% (Membaik)

EBITDA Disesuaikan

-

Rp2,0 Triliun

Melampaui Target


Analisis untuk Investor

Bagi pemegang saham GOTO, pencapaian arus kas bebas yang disesuaikan positif menjadi indikasi kuat bahwa fundamental bisnis perusahaan semakin kokoh. Dengan efisiensi yang terus berjalan dan ekspansi layanan seperti GoPay yang kian masif menjelang Ramadan, GOTO tampak semakin siap untuk beralih dari status "bakar uang" menjadi mesin pencetak laba.

 

Posting Komentar

0 Komentar