FlashNews

8/recent/ticker-posts

Kinerja SMMT 2025 Melejit: Produksi Batu Bara Naik 39%, Laba PT Golden Eagle Energy Tembus US$4 Juta

Daftar Isi [Tampilkan]


 

Emiten batu bara milik Grup Geo Energy, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), mencatat lonjakan kinerja pada 2025. Peningkatan produksi dan penjualan batu bara mendorong pendapatan perusahaan melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut juga berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Laba bersih SMMT tumbuh signifikan seiring dengan optimalisasi operasional tambang dan strategi ekspansi yang dilakukan sepanjang tahun.

 

Penjualan SMMT Melonjak Lebih dari 100%

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, SMMT mencatat penjualan sebesar US$103,61 juta, melonjak 101,73% secara tahunan (YoY) dibandingkan realisasi US$51,36 juta pada 2024.

Kenaikan pendapatan ini tidak lepas dari peningkatan produksi batu bara yang cukup signifikan sepanjang tahun lalu. Perusahaan mencatat produksi mencapai 3,17 juta ton pada 2025, naik 39% YoY dari 2,28 juta ton pada 2024.

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh berbagai upaya optimalisasi operasional tambang untuk memenuhi target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

 

Sumber Produksi Batu Bara SMMT

Produksi batu bara SMMT berasal dari dua konsesi utama yang dikelola anak usaha perusahaan.

Sumber Produksi

Kontribusi

PT Triaryani

79%

PT Internasional Prima Coal

21%

Sementara dari sisi penjualan, SMMT mencatat volume penjualan batu bara mencapai 2,8 juta ton sepanjang 2025.

Komposisi pasar penjualan terdiri dari:

  • Ekspor: 71%
  • Domestik: 29%

Perusahaan juga menyatakan terus memantau pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) yang menjadi kebijakan pemerintah bagi produsen batu bara di Indonesia.

 

Laba Bersih Naik 81%

Lonjakan pendapatan turut mendorong peningkatan laba perusahaan.

Pada 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$4,06 juta, naik 81% dibandingkan US$2,13 juta pada 2024.

Kinerja tersebut mencerminkan dampak positif dari kombinasi peningkatan produksi, ekspansi aset tambang, serta konsolidasi bisnis dalam grup.

 

Strategi Ekspansi lewat Akuisisi Tambang

Salah satu langkah strategis yang dilakukan perusahaan adalah akuisisi tambang batu bara baru. Pada awal semester II/2025, PT Golden Eagle Energy Tbk menuntaskan akuisisi 100% saham PT Bara Enim Sejahtera.

Akuisisi tersebut memberikan kendali penuh kepada perusahaan atas kepemilikan PT Triaryani, salah satu aset tambang utama dalam portofolio SMMT.

Tambang ini memiliki cadangan batu bara yang cukup besar, yakni sekitar:

  • 273 juta metrik ton

Karakteristik batu bara dari tambang ini juga dinilai cukup kompetitif karena memiliki:

  • kadar sulfur rendah
  • kandungan abu rendah

Kedua faktor tersebut membuat produk batu bara lebih diminati di pasar internasional.

Pendanaan akuisisi dilakukan melalui fasilitas pinjaman dari pemegang saham pengendali, PT Geo Energy Investama (GEI), sebesar Rp500 miliar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan untuk memperkuat cadangan tambang sekaligus meningkatkan kontribusi laba dari anak usaha ke laporan keuangan konsolidasi.

 

Prospek Bisnis Batu Bara SMMT

Dengan cadangan tambang yang besar dan peningkatan produksi yang signifikan, SMMT berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain batu bara yang berkembang di Indonesia.

Beberapa faktor yang dapat menopang prospek perusahaan ke depan antara lain:

  • Cadangan batu bara besar dari tambang Triaryani
  • Permintaan ekspor yang masih dominan
  • Dukungan finansial dari pemegang saham pengendali

Namun, kinerja sektor batu bara tetap sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global serta kebijakan energi domestik.

Jika perusahaan mampu menjaga efisiensi produksi dan memperluas pasar ekspor, SMMT berpotensi melanjutkan tren pertumbuhan kinerja dalam beberapa tahun mendatang.

 

Posting Komentar

0 Komentar