FlashNews

8/recent/ticker-posts

Konflik Selat Hormuz Memanas: Saham BULL Berpotensi Cuan Gede, Cek Target Harganya!

Daftar Isi [Tampilkan]


 

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya meningkatnya risiko di Selat Hormuz, diprediksi akan menjadi katalis positif bagi emiten pelayaran tanker, PT Buana Lintas Lautan Tbk. (IDX: BULL).

Bukan hanya faktor global, emiten ini juga mendapatkan angin segar dari proyek strategis nasional di dalam negeri. Berikut adalah rangkuman analisis mengapa saham BULL menarik untuk dicermati saat ini.

 

Efek Selat Hormuz: Tarif Tanker VLCC Meroket 1.400%

Selat Hormuz adalah urat nadi perdagangan minyak dunia, di mana sekitar 20% pasokan global melintasi wilayah tersebut. Memanasnya hubungan Amerika Serikat-Iran memicu kekhawatiran akan gangguan jalur logistik.

Menurut Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa, kenaikan premi asuransi pelayaran akibat risiko konflik otomatis mendorong pemilik kapal untuk menaikkan tarif sewa (charter).

Fakta Menarik: Per 3 Maret 2026, tarif spot kapal tanker VLCC rute Arabian Gulf–China telah melonjak 1.402% (YtD) menjadi US$502.595 per hari.

Karena sebagian besar armada BULL beroperasi di pasar spot internasional, lonjakan tarif ini diyakini akan langsung mempertebal pendapatan perseroan di tahun 2026.

 

Katalis Domestik: Proyek Gasifikasi Listrik PLN

Di dalam negeri, BULL memiliki peluang besar dari program gasifikasi sektor pembangkit listrik. PT PLN (Persero) berencana mengadakan lima unit Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berkapasitas besar dalam RUPTL 2025–2034.

Kabar baiknya, Konsorsium BULL telah masuk dalam daftar pendek (shortlist) kandidat yang akan mengikuti tender proyek FSRU PLN tersebut. Jika menang, ini akan menjadi kontrak jangka panjang yang menjamin stabilitas arus kas perseroan.

 

Kinerja Keuangan: Pendapatan Solid & Beban Menurun

Berdasarkan data hingga September 2025 (9M25), BULL menunjukkan performa keuangan yang sehat:

  • Pendapatan: US$107 juta (Naik 4,58% YoY), didominasi segmen Oil Tanker dan FPSO/FSO.
  • Laba Bersih: US$13 juta (Tumbuh 1,27% YoY).
  • Efisiensi: Beban administrasi turun 13,48% dan beban keuangan susut 32,19% seiring berkurangnya posisi pinjaman.

 

Rekomendasi Saham: Potensi Upside Hingga 150%!

Dua sekuritas ternama memberikan pandangan bullish terhadap masa depan saham BULL meskipun harganya sempat terkoreksi ke level Rp334 pada Jumat (13/3).

Sekuritas

Rekomendasi

Target Harga

Potensi Kenaikan (Upside)

Phintraco Sekuritas

Beli (Buy)

Rp505

+51,20%

RHB Sekuritas

Netral

Rp840

+151,50%

Catatan: Phintraco menggunakan metode DCF dengan asumsi WACC 12,01% dan Terminal Growth 4,00%.

 

Meskipun harga saham BULL secara year-to-date (YtD) masih terkoreksi sekitar 20,84%, kombinasi antara lonjakan tarif tanker global akibat konflik Timur Tengah dan peluang proyek FSRU PLN menjadikannya emiten yang sangat menarik secara valuasi.

Apakah Anda setuju bahwa sektor energi dan transportasi minyak adalah "safe haven" saat terjadi konflik geopolitik? Tulis komentar Anda di bawah!

 

Posting Komentar

0 Komentar