FlashNews

8/recent/ticker-posts

IHSG Ditutup Menguat ke 7.500: Saham Prajogo Pangestu Jadi Penopang di Tengah Tensi Global

Daftar Isi [Tampilkan]

 


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (13/4/2026). Meski sempat tertekan sentimen global pada pembukaan pasar, indeks kebanggaan bursa domestik ini mampu melaju kencang berkat aksi beli masif pada saham-saham grup konglomerat Prajogo Pangestu.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG bertengger di posisi 7.500,18 pada penutupan pukul 16.00 WIB, atau mengalami kenaikan sebesar 0,56%. Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar, yakni antara level 7.351 hingga 7.527.

 

Dominasi Grup Barito di Puncak Transaksi

Kenaikan IHSG kali ini didominasi oleh performa impresif saham-saham di bawah kendali Prajogo Pangestu. Tiga saham grup ini menjadi motor utama sekaligus emiten yang paling aktif diperdagangkan dari sisi nilai transaksi. Kenaikan tajam ini memberikan napas segar bagi pasar modal yang sempat dibayangi kekhawatiran depresiasi rupiah.

Berikut adalah performa saham-saham yang paling aktif diperdagangkan:

Emiten

Kode Saham

Harga Penutupan (Rp)

Kenaikan (%)

Nilai Transaksi

Petrosea

PTRO

6.000

+11,63%

Rp1,3 Triliun

Barito Pacific

BRPT

2.190

+14,36%

Rp1 Triliun

Petrindo Jaya Kreasi

CUAN

1.430

+6,32%

Rp929,1 Miliar

Selain ketiga saham tersebut, beberapa emiten lain juga mencatatkan pertumbuhan positif, di antaranya ENRG (+7,62%), BNBR (+7,43%), dan BUVA (+2,56%). Secara keseluruhan, terdapat 397 saham yang menguat, sementara 264 saham melemah dan 156 saham stagnan.

 

Sentimen Global: Blokade Selat Hormuz dan Ancaman Krisis Energi

Pasar saham sebenarnya berada dalam tekanan tinggi akibat gagalnya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS.

Langkah ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap dua hal:

  • Lonjakan Harga Minyak: Penutupan jalur distribusi energi vital tersebut dapat menyebabkan krisis pasokan minyak mentah dunia.
  • Penguatan Dolar AS: Ketidakpastian geopolitik mendorong investor memindahkan dana ke aset safe haven, yang mengakibatkan tekanan pada nilai tukar Rupiah.

 

Mitigasi Pemerintah: Diplomasi Energi ke Rusia

Meskipun sentimen eksternal terlihat mencekam, IHSG mendapatkan tenaga tambahan dari langkah strategis pemerintah Indonesia. Upaya mitigasi domestik dilakukan secara proaktif melalui jalur diplomasi tingkat tinggi untuk mengamankan ketahanan energi nasional.

Presiden Prabowo Subianto dilaporkan melakukan kunjungan resmi ke Rusia untuk menemui Presiden Vladimir Putin. Fokus utama dari pertemuan bilateral ini adalah:

  1. Pengamanan Pasokan Minyak: Menjamin ketersediaan minyak mentah (crude oil) bagi Indonesia guna meredam dampak kenaikan harga energi global.
  2. Stabilitas Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada pasar energi yang sedang terdistorsi oleh konflik Timur Tengah.

Kombinasi antara aksi korporasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan optimisme terhadap diplomasi energi pemerintah menjadi katalis utama yang menjaga posisi IHSG tetap kokoh di level psikologis 7.500. Investor kini diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan di Selat Hormuz yang dapat memicu volatilitas lanjutan pada pekan ini.

 

Posting Komentar

0 Komentar