Daftar IsiTampilkan


JAKARTA
— Emiten komponen otomotif Grup Triputra PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) memperluas ekspansi ke ekosistem kendaraan listrik dengan mengembangkan Battery Energy Storage System (BESS), sistem penyimpanan energi yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, komersial, industri, hingga mendukung pengisian daya kendaraan listrik.

Produk tersebut juga dirancang dapat diintegrasikan dengan sistem tenaga surya. Strategi ini membuat DRMA tidak lagi hanya bermain di sisi komponen kendaraan, tetapi mulai membangun eksposur ke infrastruktur energi yang menopang elektrifikasi. Bagi investor, peluangnya cukup menarik, tetapi kontribusi finansial BESS masih perlu dibuktikan karena perseroan belum mengungkap kapasitas produksi, nilai investasi, harga jual, ataupun target pendapatan bisnis baru tersebut.

Ringkasan 

  • Masuk Bisnis BESS: DRMA mengembangkan sistem penyimpanan energi untuk rumah tangga, komersial, industri, dan ekosistem kendaraan listrik.
  • Bisa Terhubung ke Solar: BESS dirancang dapat diintegrasikan dengan energi surya sehingga berpotensi membantu optimalisasi energi terbarukan.
  • Diversifikasi dari Otomotif: Langkah ini memperluas bisnis DRMA dari komponen kendaraan menuju infrastruktur elektrifikasi dan penyimpanan energi.
  • Belum Ada Target Finansial: Nilai investasi, kapasitas produksi, kontrak pelanggan, dan proyeksi pendapatan BESS belum diungkapkan.
BESS Bisnis Baru DRMA
Solar Bisa Terintegrasi Energi Surya
1989 Dharma Group Berdiri
EV Ekosistem yang Dibidik

1. DRMA Mulai Masuk ke Sistem Penyimpanan Energi

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan pengembangan BESS menjadi bagian dari upaya perusahaan melengkapi ekosistem bisnis kelistrikan yang sedang dibangun.

BESS dirancang sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat digunakan di berbagai segmen, mulai dari perumahan, pusat perbelanjaan, kawasan komersial, hingga fasilitas industri.

Sistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik.

Dengan fungsi tersebut, BESS dapat berperan sebagai penyimpan energi ketika pasokan tersedia dan menyalurkannya kembali ketika dibutuhkan.

Catatan Receh.in:
Masuknya DRMA ke BESS menunjukkan perusahaan mencoba memperluas posisi dari pemasok komponen kendaraan menjadi bagian dari infrastruktur energi yang mendukung elektrifikasi. Namun cerita pertumbuhan ini masih berada pada tahap pengembangan karena detail skala komersialnya belum tersedia.

2. Apa Fungsi BESS?

Battery Energy Storage System pada dasarnya merupakan sistem penyimpanan listrik berbasis baterai.

Energi dapat disimpan ketika pasokan berlebih atau ketika tarif listrik lebih rendah, kemudian digunakan kembali ketika kebutuhan meningkat.

Dalam praktiknya, BESS dapat digunakan sebagai cadangan listrik, membantu mengelola beban puncak, mendukung sistem energi terbarukan, maupun menopang kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik.

Penggunaan Fungsi BESS Potensi Manfaat
Rumah Tangga Menyimpan energi untuk digunakan kembali Cadangan listrik dan optimasi penggunaan energi
Komersial Mendukung pengelolaan beban listrik Efisiensi penggunaan energi
Industri Menopang kebutuhan daya dan backup Keandalan operasi lebih tinggi
EV Charging Menyediakan buffer energi Mendukung pengisian kendaraan listrik
Energi Surya Menyimpan listrik dari panel surya Pemanfaatan energi terbarukan lebih optimal

3. Integrasi Solar Menjadi Salah Satu Nilai Tambah

Salah satu fitur yang ditekankan DRMA adalah kemampuan BESS terhubung dengan sistem tenaga surya.

Karakter energi surya memang berbeda dengan sumber listrik konvensional karena produksi listrik bergantung pada intensitas sinar matahari.

BESS dapat menyimpan energi ketika produksi panel surya tinggi kemudian menyalurkannya kembali ketika produksi turun atau kebutuhan meningkat.

Secara konsep, kombinasi solar dan battery storage dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik langsung pada waktu tertentu.

Kenapa Storage Penting untuk Renewable Energy?
Energi surya tidak selalu diproduksi pada saat kebutuhan listrik mencapai puncak. BESS berfungsi menjembatani perbedaan waktu tersebut dengan menyimpan listrik dan menggunakannya kembali ketika diperlukan.

4. DRMA Mencoba Membangun Ekosistem EV, Bukan Hanya Komponen

Langkah BESS menjadi lebih menarik jika dilihat bersama strategi kendaraan listrik yang telah lebih dahulu dikembangkan Dharma Group.

DRMA selama ini merupakan bagian dari rantai pasok otomotif dengan bisnis utama komponen sepeda motor dan mobil. Grup tersebut juga telah mengembangkan dan memproduksi komponen serta parts kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan masuk ke BESS, cakupan bisnis perseroan dapat bergerak dari sisi kendaraan menuju infrastruktur penunjangnya.

Ekosistem kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan motor listrik atau komponen kendaraan. Pertumbuhannya juga membutuhkan charging infrastructure, supply listrik yang stabil, sistem penyimpanan energi, dan jaringan pendukung.

Rantai Nilai Eksposur DRMA
Komponen Otomotif Konvensional Bisnis inti eksisting
Komponen Kendaraan Listrik Sudah dikembangkan dan diproduksi
Battery Energy Storage Bisnis baru yang sedang dikembangkan
Integrasi Energi Surya Bagian dari fungsi BESS

5. Kenapa BESS Relevan untuk Charging Kendaraan Listrik?

Stasiun pengisian kendaraan listrik dapat membutuhkan daya yang besar, terutama ketika beberapa kendaraan melakukan charging dalam waktu bersamaan.

BESS dapat digunakan sebagai buffer energi sehingga kebutuhan daya tidak seluruhnya harus dipenuhi secara langsung dari jaringan pada saat yang sama.

Dalam sistem tertentu, energi dapat disimpan terlebih dahulu kemudian digunakan ketika kebutuhan charging meningkat.

Konsep tersebut membuka peluang penggunaan BESS pada area komersial, perkantoran, kawasan industri, hingga fasilitas charging kendaraan listrik.

Namun DRMA belum menjelaskan secara rinci apakah produk yang sedang dikembangkan akan ditujukan sebagai sistem charging station terintegrasi, produk storage mandiri, atau kombinasi keduanya.

6. Pasar BESS Bisa Lebih Luas daripada Kendaraan Listrik

Meski DRMA mengaitkan pengembangan BESS dengan ekosistem EV, pasar potensial produk tersebut sebenarnya lebih luas.

Perseroan menyebut penggunaan BESS dapat mencakup perumahan, pusat perbelanjaan, dan sektor industri.

Artinya, potensi pelanggan tidak hanya berasal dari produsen atau pengguna kendaraan listrik, tetapi juga perusahaan yang membutuhkan backup power, pengelolaan beban listrik, atau integrasi energi surya.

Diversifikasi penggunaan tersebut dapat menjadi keuntungan karena DRMA tidak harus menunggu penetrasi EV mencapai skala tertentu untuk mulai memasarkan produk penyimpanan energi.

Potensi Pasar:
Jika produk dapat digunakan lintas segmen, addressable market BESS DRMA tidak hanya berasal dari charging EV. Rumah tangga premium, gedung komersial, pabrik, kawasan industri, dan pengguna solar rooftop juga dapat menjadi target.

7. DRMA Punya Modal sebagai Perusahaan Manufaktur

Salah satu keunggulan potensial DRMA adalah pengalaman manufakturnya.

Dharma Group berdiri sejak 1989 dan menjadi bagian dari rantai pasok otomotif terintegrasi untuk sepeda motor dan mobil. Grup ini memiliki pengalaman memenuhi standar kualitas pelanggan otomotif yang dikenal memiliki tuntutan ketat terhadap konsistensi produksi.

Pengalaman tersebut dapat menjadi modal ketika perusahaan masuk ke produk kelistrikan yang juga membutuhkan kontrol kualitas, reliability, safety, dan konsistensi manufaktur.

Namun BESS tetap memiliki karakter teknologi yang berbeda dari komponen otomotif konvensional. Kesuksesan produk akan bergantung pada kualitas baterai, battery management system, integrasi perangkat lunak, desain termal, keselamatan, hingga after-sales service.

8. TKDN Bisa Menjadi Bagian Penting dari Strategi

DRMA menilai pengembangan BESS juga dapat memberi nilai tambah bagi industri manufaktur dalam negeri melalui peningkatan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN serta pembentukan rantai pasok lokal.

Jika semakin banyak komponen dapat diproduksi atau dirakit di Indonesia, perusahaan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan memperoleh posisi yang lebih kuat dalam proyek yang mendorong penggunaan produk domestik.

Namun bahan yang tersedia belum mengungkap berapa target TKDN produk BESS DRMA maupun komponen apa saja yang akan diproduksi sendiri.

Karena itu, klaim mengenai lokalisasi industri masih perlu diikuti dengan data kapasitas produksi dan sumber komponen.

9. Tantangan Terbesar: Ekonomi Produk dan Skala

Dari sudut pandang investor, pertanyaan utama bukan apakah BESS memiliki masa depan, tetapi apakah DRMA dapat memproduksinya dengan economics yang menarik.

Bisnis battery storage membutuhkan modal, teknologi, supply cell baterai, sistem elektronik, software, sertifikasi, serta layanan purnajual.

Harga produk juga harus cukup kompetitif agar pelanggan melihat keuntungan dibandingkan menggunakan pasokan listrik konvensional tanpa storage.

Semakin murah harga baterai per kWh dan semakin tinggi cycle life, semakin menarik payback period bagi pelanggan.

DRMA belum mengungkap kapasitas kWh produk, harga jual, umur baterai, target produksi, maupun struktur biaya. Karena itu, profitability dari bisnis ini belum dapat dinilai.

Variabel BESS Mengapa Penting?
Kapasitas kWh Menentukan segmen dan skala penggunaan
Harga per kWh Menentukan daya saing produk
Cycle Life Berpengaruh terhadap umur ekonomis
TKDN Menentukan tingkat lokalisasi manufaktur
Kapasitas Produksi Menentukan kemampuan scale-up
Order / Kontrak Menjadi bukti permintaan komersial

10. BESS Bisa Menjadi Sumber Pendapatan Baru, tetapi Belum Sekarang

Secara strategis, BESS memberi DRMA kesempatan memasuki pasar yang berbeda dari komponen otomotif tradisional.

Jika berhasil dikomersialisasikan, sumber pendapatan baru dapat berasal dari penjualan unit BESS, instalasi, integrasi dengan solar, charging solution, maupun layanan pemeliharaan.

Model layanan purnajual juga berpotensi menciptakan revenue berulang apabila perseroan menyediakan monitoring, maintenance, atau replacement component.

Namun saat ini belum ada informasi mengenai jumlah pesanan, kontrak pelanggan, ataupun estimasi kontribusi BESS terhadap revenue DRMA.

Karena itu, investor sebaiknya belum memasukkan kontribusi besar dari BESS ke dalam proyeksi laba sampai terdapat bukti komersialisasi.

11. Apa Dampaknya bagi Bisnis Inti DRMA?

Masuk ke BESS dapat memberi diversifikasi ketika industri otomotif mengalami perubahan menuju kendaraan listrik.

Bagi supplier komponen konvensional, elektrifikasi dapat menjadi risiko karena sejumlah komponen pada kendaraan bermesin pembakaran tidak lagi dibutuhkan pada EV.

Dengan mengembangkan parts EV dan BESS, DRMA berupaya memindahkan sebagian sumber pertumbuhan menuju produk yang relevan dengan arsitektur kendaraan dan energi masa depan.

Strategi tersebut dapat membantu mengurangi risiko disruption, tetapi juga meningkatkan kebutuhan investasi teknologi.

Transisi Bisnis DRMA:
Cerita BESS sebaiknya tidak dilihat sebagai perubahan total bisnis DRMA. Bisnis komponen otomotif tetap menjadi fondasi utama. BESS lebih tepat dipandang sebagai opsi pertumbuhan baru yang dapat semakin material jika elektrifikasi berkembang dan produk berhasil memperoleh pelanggan.

12. Apa yang Perlu Dicermati Investor DRMA?

Setidaknya ada beberapa informasi lanjutan yang akan menentukan seberapa menarik bisnis BESS bagi pemegang saham.

Pertama, nilai investasi dan kapasitas fasilitas produksinya.

Kedua, sumber baterai dan komponen utama. Tingkat lokalisasi akan menentukan struktur biaya dan eksposur terhadap impor.

Ketiga, calon pelanggan dan kontrak komersial. Proyek percontohan saja belum cukup untuk menunjukkan skala bisnis.

Keempat, gross margin dan payback period investasi.

Kelima, apakah produk dikembangkan sendiri, melalui lisensi teknologi, atau bekerja sama dengan partner tertentu.

Informasi-informasi tersebut akan menentukan apakah BESS berkembang menjadi lini bisnis material atau hanya menjadi produk tambahan dalam portofolio Dharma Group.

Bottom Line:
Pengembangan BESS memperlihatkan arah diversifikasi DRMA dari produsen komponen otomotif menuju ekosistem elektrifikasi yang lebih luas. Produk ini berpotensi bermain di EV charging, energi surya, rumah tangga, komersial, dan industri. Keunggulan DRMA terletak pada pengalaman manufaktur dan jaringan industri otomotif, tetapi potensi finansialnya belum dapat dihitung karena detail investasi, kapasitas produksi, harga, pelanggan, dan target revenue belum diumumkan. Bagi investor, BESS saat ini lebih tepat dibaca sebagai opsi pertumbuhan jangka menengah daripada katalis laba langsung.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu BESS yang dikembangkan DRMA?
Battery Energy Storage System atau BESS adalah sistem penyimpanan energi berbasis baterai yang dikembangkan DRMA untuk kebutuhan rumah tangga, komersial, industri, serta mendukung ekosistem kendaraan listrik.
Apakah BESS DRMA bisa digunakan bersama panel surya?
Ya. Perseroan menyatakan BESS dirancang agar dapat diintegrasikan dengan sistem tenaga surya sehingga energi yang dihasilkan dapat disimpan dan digunakan kembali.
Apa hubungan BESS dengan kendaraan listrik?
BESS dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik dan charging kendaraan listrik dengan menyimpan energi terlebih dahulu lalu memasoknya ketika dibutuhkan.
Apakah DRMA sudah memiliki bisnis kendaraan listrik?
Dharma Group telah mengembangkan dan memproduksi sejumlah komponen serta parts kendaraan listrik di Indonesia. Pengembangan BESS menjadi bagian dari perluasan ekosistem elektrifikasi tersebut.
Berapa nilai investasi DRMA untuk BESS?
Nilai investasi belum disebutkan dalam informasi yang tersedia. Perseroan juga belum mengungkap kapasitas produksi, harga produk, maupun target pendapatan dari bisnis BESS.
Apakah BESS akan langsung meningkatkan laba DRMA?
Belum dapat dipastikan. Kontribusi laba akan bergantung pada tahap komersialisasi, jumlah pelanggan, kapasitas produksi, struktur biaya, dan margin produk. Saat ini belum ada target finansial yang diumumkan.
Sumber Data: Keterangan manajemen PT Dharma Polimetal Tbk. mengenai pengembangan Battery Energy Storage System serta profil Dharma Group dan Triputra Group mengenai bisnis komponen otomotif dan pengembangan komponen kendaraan listrik.

Catatan: Perseroan belum mengungkap nilai investasi BESS, kapasitas produksi, kapasitas energi per unit, harga jual, target TKDN, calon pelanggan, maupun proyeksi kontribusi pendapatan. Analisis mengenai peluang EV charging, solar integration, dan potensi diversifikasi merupakan interpretasi Receh.in berdasarkan fungsi produk yang dijelaskan perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi pasar modal. Analisis mengenai diversifikasi bisnis, BESS, dan prospek elektrifikasi bukan merupakan rekomendasi membeli atau menjual saham DRMA.