Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) berencana melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), pengelola Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,76 triliun.

ADHI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI pada 30 September 2026.

Dalam transaksi tersebut, ADHI akan menjual 1.714.808 saham atau setara 47,18% dari seluruh saham JMJ yang telah disetor penuh. Setelah transaksi selesai, ADHI tidak lagi memiliki saham di JMJ.

Divestasi ini menjadi bagian dari strategi penataan portofolio dan penyehatan keuangan BUMN karya. Dana hasil transaksi akan diarahkan untuk pembayaran utang berbunga, modal kerja, dan kebutuhan operasional.

Ringkasan
  • ADHI akan menjual seluruh 47,18% saham JMJ kepada SMI.
  • Nilai transaksi mencapai Rp1,76 triliun, sekitar 1,75% di atas nilai pasar hasil penilaian independen.
  • Dana divestasi akan digunakan untuk bayar utang berbunga dan memperkuat modal kerja.
47,18% Porsi saham JMJ yang dijual
Rp1,76 T Nilai rencana transaksi
Rp1,73 T Nilai pasar hasil KJPP
13 Nov RUPSLB ADHI

ADHI Lepas Seluruh 47,18% Saham JMJ

ADHI tercatat memiliki 1.714.808 saham biasa atas nama di PT Jasamarga Jogja Solo.

Kepemilikan tersebut setara dengan 47,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh JMJ.

Melalui transaksi dengan SMI, seluruh saham tersebut akan dilepas sehingga ADHI keluar sepenuhnya dari kepemilikan proyek jalan tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo.

Komponen Transaksi Nilai
Saham yang dijual 1.714.808 saham
Porsi kepemilikan 47,18%
Pembeli PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Nilai transaksi Rp1,76 triliun

Karena nilai transaksi melebihi 50% dari total ekuitas ADHI, divestasi tersebut dikategorikan sebagai transaksi material dan membutuhkan persetujuan pemegang saham.

Nilai Transaksi 1,75% di Atas Hasil Penilaian

KJPP Toto Suharto & Rekan menilai nilai pasar 47,18% saham ADHI di JMJ sebesar Rp1,73 triliun per 30 Juni 2026.

Sementara harga transaksi yang disepakati mencapai Rp1,76 triliun.

Artinya, harga penjualan berada sekitar 1,75% di atas nilai pasar hasil penilaian independen.

Indikator Nilai
Nilai pasar menurut KJPP Rp1,73 triliun
Nilai transaksi Rp1,76 triliun
Premi terhadap nilai pasar ±1,75%

Selisih tersebut masih berada dalam batas kewajaran yang dipersyaratkan regulasi OJK, yakni maksimal deviasi 7,5%, sehingga penilai independen menyimpulkan transaksi tersebut wajar.

Bukan sekadar jual aset
Bagi ADHI, divestasi ini lebih tepat dibaca sebagai bagian dari restrukturisasi neraca dan alokasi modal. Perseroan menukar kepemilikan pada aset jalan tol dengan likuiditas yang dapat dipakai untuk mengurangi utang dan mendukung bisnis inti konstruksi.

Dana Rp1,76 Triliun Akan Dipakai Bayar Utang

Manajemen ADHI menyebut hasil divestasi akan digunakan untuk beberapa kebutuhan prioritas.

Rencana Penggunaan Dana Tujuan
Pembayaran utang berbunga Menekan beban keuangan
Modal kerja Mendukung kegiatan konstruksi
Kebutuhan operasional Menjaga likuiditas perusahaan

Langkah tersebut sejalan dengan strategi penyehatan BUMN karya yang menekankan pengurangan leverage dan penguatan bisnis inti.

Selain memperoleh kas, ADHI juga dapat mengurangi kebutuhan melakukan equity call tambahan ke JMJ pada tahap pembangunan berikutnya.

Perseroan juga menyebut divestasi dapat menekan potensi risiko kerugian yang lazim muncul pada fase awal pengoperasian jalan tol, ketika volume lalu lintas belum sepenuhnya mencapai tingkat optimal.

Mengurangi equity call bisa sama pentingnya dengan menerima kas
Manfaat divestasi tidak hanya berasal dari Rp1,76 triliun hasil penjualan. Dengan keluar dari JMJ, ADHI juga berpotensi menghindari kebutuhan setoran modal tambahan di masa mendatang, sehingga tekanan terhadap arus kas bisa lebih ringan.

ADHI Juga Ingin Alihkan Sisa Dana PUT II Rp378,69 Miliar

RUPSLB yang digelar pada 13 November 2026 tidak hanya meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi divestasi JMJ.

ADHI juga akan meminta persetujuan untuk mengubah penggunaan sisa dana hasil Penawaran Umum Terbatas II.

Per 30 Juni 2026, masih terdapat sekitar Rp378,69 miliar dana PUT II yang belum digunakan.

Dana tersebut sebelumnya dialokasikan untuk setoran modal ke sejumlah entitas, termasuk JMJ. Setelah strategi divestasi dipilih, ADHI mengusulkan agar seluruh sisa dana tersebut dialihkan menjadi modal kerja perseroan.

Rp378,69 M Sisa dana PUT II
100% Diusulkan dialihkan ke modal kerja
30 Nov Target penyelesaian transaksi

Apa Dampaknya bagi ADHI?

Secara strategis, pelepasan saham JMJ dapat memberikan beberapa dampak sekaligus terhadap ADHI.

Pertama, likuiditas perseroan bertambah dari hasil penjualan aset.

Kedua, pembayaran utang berbunga berpotensi menurunkan beban bunga jika dana benar-benar digunakan untuk mengurangi pinjaman dengan biaya tinggi.

Ketiga, kebutuhan tambahan modal ke proyek jalan tol berkurang sehingga arus kas dapat lebih difokuskan pada proyek konstruksi yang menjadi bisnis inti.

Namun ada pula konsekuensi jangka panjang. Dengan melepas seluruh saham, ADHI tidak lagi menikmati potensi dividen atau kenaikan nilai investasi JMJ apabila proyek Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo nantinya menghasilkan arus kas yang kuat.

Potensi Positif Trade-off
Kas bertambah Rp1,76 triliun Kehilangan kepemilikan 47,18% di JMJ
Beban utang bisa berkurang Tidak lagi menerima potensi dividen JMJ
Equity call masa depan berkurang Kehilangan potensi kenaikan nilai aset tol
Fokus ke bisnis konstruksi Eksposur recurring income berkurang
Catatan Recehin
Bagi ADHI, divestasi JMJ pada akhirnya adalah pertukaran antara potensi pendapatan jangka panjang dan kebutuhan memperbaiki neraca hari ini. Harga jual yang sedikit di atas valuasi independen menjadi poin positif, tetapi manfaat terbesar baru terlihat jika dana Rp1,76 triliun benar-benar menurunkan utang berbunga dan beban bunga secara material. Investor karena itu perlu memantau penggunaan kas setelah transaksi, perubahan posisi utang, serta apakah fokus kembali ke konstruksi menghasilkan arus kas yang lebih sehat.

FAQ Divestasi JMJ oleh ADHI

Berapa saham JMJ yang akan dijual ADHI?
ADHI akan menjual 1.714.808 saham atau setara 47,18% kepemilikan di PT Jasamarga Jogja Solo.
Berapa nilai divestasi JMJ oleh ADHI?
Nilai rencana transaksi mencapai sekitar Rp1,76 triliun.
Siapa pembeli saham JMJ milik ADHI?
Pembelinya adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.
Untuk apa dana divestasi digunakan?
Dana akan digunakan untuk pembayaran utang berbunga, modal kerja, dan kebutuhan operasional lainnya sesuai prioritas perseroan.
Kapan RUPSLB ADHI digelar?
RUPSLB dijadwalkan pada 13 November 2026 di Adhi Tower, Jakarta.
Kapan transaksi ditargetkan selesai?
Penyelesaian transaksi ditargetkan paling lambat 30 November 2026 setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi.
Sumber: Keterbukaan informasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk., laporan penilai independen KJPP Toto Suharto & Rekan, serta dokumen rencana RUPSLB ADHI.

Catatan: Persentase premi terhadap nilai pasar merupakan perhitungan berdasarkan nilai transaksi Rp1,76 triliun dan nilai pasar Rp1,73 triliun.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham ADHI.