Receh.in — PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menyampaikan koreksi Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum atas rangkaian Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap II hingga Tahap V.
Empat tahap obligasi tersebut mencatat total nilai penawaran umum sebesar Rp3,954 triliun. Setelah dikurangi biaya emisi sekitar Rp39,67 miliar, dana bersih yang diperoleh perseroan mencapai sekitar Rp3,915 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,009 triliun atau 76,9% telah digunakan, sementara sisa dana per laporan mencapai sekitar Rp905,88 miliar.
Dana obligasi digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal kerja, akuisisi, pemberian pinjaman modal kerja kepada entitas terkait, hingga pembayaran pinjaman perusahaan.
- Total nilai penawaran umum Obligasi BUMI Tahap II-V mencapai Rp3,954 triliun.
- Dana bersih setelah biaya emisi mencapai sekitar Rp3,915 triliun.
- Sisa dana yang belum digunakan tercatat sekitar Rp905,88 miliar, atau 23,1% dari dana bersih.
Rincian Dana Bersih dan Sisa Obligasi BUMI
Laporan yang dikoreksi mencakup Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap II, Tahap III, Tahap IV, dan Tahap V dengan tanggal efektif 26 Juni 2025.
| Tahap | Dana Bersih | Sisa Dana | Persentase Sisa |
|---|---|---|---|
| Tahap II | Rp714,18 miliar | Rp0 | 0% |
| Tahap III | Rp771,99 miliar | Rp333,60 miliar | 43,2% |
| Tahap IV | Rp606,26 miliar | Rp307,74 miliar | 50,8% |
| Tahap V | Rp1,822 triliun | Rp264,54 miliar | 14,5% |
| Total | Rp3,915 triliun | Rp905,88 miliar | 23,1% |
Tahap II tercatat telah menggunakan seluruh dana bersihnya. Sementara itu, sisa terbesar secara nominal terdapat pada Tahap III sebesar Rp333,6 miliar.
Namun jika dilihat dari proporsinya, Tahap IV justru memiliki sisa dana terbesar, yakni sekitar 50,8% dari dana bersih.
Dana Dipakai untuk Akuisisi hingga Modal Kerja Arutmin
Penggunaan dana berbeda pada masing-masing tahap penerbitan.
| Tahap | Penggunaan Dana |
|---|---|
| Tahap II | Modal kerja dan akuisisi WFL |
| Tahap III | Akuisisi LM dan JML serta pinjaman modal kerja WFL |
| Tahap IV | Pembayaran pinjaman perusahaan |
| Tahap V | Modal kerja dan pinjaman modal kerja PT Arutmin Indonesia |
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa obligasi tidak hanya digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional, tetapi juga mendukung ekspansi melalui transaksi akuisisi.
Di sisi lain, penggunaan sebagian dana untuk pembayaran pinjaman menunjukkan fungsi obligasi sebagai instrumen refinancing atau pengelolaan struktur pendanaan perseroan.
Biaya Emisi Empat Tahap Capai Rp39,67 Miliar
Total biaya penawaran untuk empat tahap obligasi tercatat sekitar Rp39,67 miliar.
| Tahap | Biaya Penawaran | Persentase |
|---|---|---|
| Tahap II | Rp7,43 miliar | 1,03% |
| Tahap III | Rp8,01 miliar | 1,027% |
| Tahap IV | Rp6,49 miliar | 1,059% |
| Tahap V | Rp17,74 miliar | 0,964% |
| Total | Rp39,67 miliar | — |
Setelah seluruh biaya tersebut dikurangkan dari nilai penawaran umum Rp3,954 triliun, dana bersih yang tersedia bagi perseroan menjadi sekitar Rp3,915 triliun.
Apa Arti Laporan Ini bagi Investor BUMI?
Laporan penggunaan dana penting karena memberi gambaran apakah dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang digunakan sesuai rencana yang telah disampaikan kepada investor.
Dalam kasus BUMI, sebagian besar dana bersih sudah direalisasikan. Tingkat penyerapan sekitar 76,9% menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat dana telah dialokasikan.
Namun investor masih perlu mencermati sekitar Rp905,88 miliar dana yang belum digunakan, terutama kapan dana tersebut akan direalisasikan dan apakah penggunaannya masih mengikuti tujuan yang disebut dalam dokumen penawaran.
Selain itu, penggunaan dana untuk akuisisi, modal kerja, dan pembayaran pinjaman memiliki karakter dampak yang berbeda terhadap neraca maupun arus kas perusahaan.
FAQ Penggunaan Dana Obligasi BUMI
Berapa total nilai Obligasi BUMI Tahap II sampai V?
Berapa dana bersih yang diterima BUMI?
Berapa sisa dana obligasi BUMI?
Dana obligasi BUMI dipakai untuk apa?
Berapa persen dana obligasi yang sudah digunakan?
Catatan: Persentase penyerapan dan total sisa dana merupakan perhitungan Receh.in berdasarkan angka dana bersih serta sisa dana yang tercantum dalam laporan koreksi.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham maupun obligasi BUMI.
.jpg)
0 Komentar