Konstituen Indeks BISNIS-27



Konstituen Indeks BISNIS-27 Periode 1 November 2020 - 30 April 2021

  1. ASII Astra International Tbk.
  2. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
  3. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
  4. KLBF Kalbe Farma Tbk.
  5. MYOR Mayora Indah Tbk.
  6. SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
  7. UNVR Unilever Indonesia Tbk.
  8. CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  9. INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
  10. SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.
  11. EXCL XL Axiata Tbk.
  12. TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
  13. TOWR Sarana Menara Nusantara Tbk.
  14. BBCA Bank Central Asia Tbk.
  15. BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
  16. BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  17. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  18. BTPS Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk.
  19. ACES Ace Hardware Indonesia Tbk.
  20. AKRA AKR Corporindo Tbk.
  21. MIKA Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.
  22. UNTR United Tractors Tbk.
  23. ADRO Adaro Energy Tbk.
  24. MDKA Merdeka Copper Gold Tbk.
  25. PTBA Bukit Asam Tbk.
  26. AALI Astra Agro Lestari Tbk.
  27. PWON Pakuwon Jati Tbk.

Indeks Bisnis 27 adalah indeks yang meliputi saham-saham kategori blue chip dengan likuiditas tinggi serta didasarkan pada parameter kinerja fundamental dan teknikal. Indeks ini disusun oleh harian Bisnis Indonesia dengan perubahan dua kali per tahun. 

Konstituen Indeks BISNIS-27 Periode 1 November 2020 - 30 April 2021 yang Baru Masuk
AALI Astra Agro Lestari Tbk.
AKRA AKR Corporindo Tbk.
BTPS Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk.
MDKA Merdeka Copper Gold Tbk.
SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Indeks bisa sangat membantu investor dalam menentukan saham-saham apa yang akan masuk dalam portofolionya. Pasalnya, dengan 709 saham, tentu bukan hal mudah bagi investor memilih saham-saham yang bagus sesuai kriteria tertentu. Pun, dalam analisis secara fundamental, sulit bagi seorang investor individu melakukan analisis atas semua saham yang ada.

Maka, indeks-indeks ini bisa jadi alat bantu  inventasi.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikenal banyak indeks yang masing-masing disusun dengan kriteria khusus. Indeks dengan partisipan paling besar tentu saja Jakarta Composite Index atau dikenal juga dengan indeks harga saham gabungan (IHSG), yang anggota seluruh saham yang melantai di bursa. 

Indeks paling dikenal selanjutnya adalah LQ45 yang berisikan 45 saham. Kriteria anggota LQ45 antara lain termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir dan termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir. 

Saat ini BEI memiliki 35 indeks saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)


Indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.

IDX80


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

LQ45


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

IDX30


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

IDX Quality30


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang secara historis perusahaan relatif memiliki profitabilitas tinggi, solvabilitas baik, dan pertumbuhan laba stabil dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

IDX Value30


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

IDX Growth30


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki tren harga relatif terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

IDX High Dividend 20


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

IDX BUMN20


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

Indeks Saham Syariah Indonesia/Indonesia Sharia Stock Index (ISSI)


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan yang dinyatakan sebagai saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK).

Jakarta Islamic Index 70 (JII70)


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 70 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi.

Jakarta Islamic Index (JII)


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi.

IDX SMC Composite


Indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

IDX SMC Liquid


Indeks yang mengukur kinerja harga dari saham-saham dengan likuiditas tinggi yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah.

KOMPAS100


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 100 saham yang memiliki likuiditas yang baik dan kapitalisasi pasar yang besar. Indeks KOMPAS100 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media Kompas Gramedia Group (penerbit surat kabar harian Kompas).

BISNIS-27


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 27 saham yang dipilih oleh Komite Indeks Bisnis Indonesia. Indeks BISNIS-27 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit surat kabar harian Bisnis Indonesia).

MNC36


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 36 saham yang memiliki kinerja positif yang dipilih berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi, dan fundametal serta rasio keuangan. Indeks MNC36 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media Media Nusantara Citra (MNC) Group.

Investor33


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 33 saham yang dipilih dari 100 (seratus) Perusahaan Tercatat terbaik versi Majalah Investor yang dipilih berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi dan fundamental serta rasio keuangan. Indeks Investor33 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media PT Media Investor Indonesia (penerbit Majalah Investor).

Infobank15


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 15 saham perbankan yang memiliki faktor fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi. Indeks infobank15 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media PT Info Artha Pratama (penerbit Majalah Infobank).

SMinfra18


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 18 saham yang konstituennya dipilih dari sektor­sektor infrastruktur, penunjang infrastruktur, dan pembiayaan infrastruktur (dari sektor perbankan) yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks SMinfra18 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI).

SRI-KEHATI


Indeks yang mengukur kinerja harga saham dari 25 perusahaan tercatat yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau disebut Sustainable and Responsible Investment (SRI). Indeks SRI-KEHATI diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI).

PEFINDO25


Indeks yang mengukur kinerja harga saham dari 25 perusahaan tercatat kecil dan menengah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi. Indeks PEFINDO25 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

PEFINDO i-Grade


Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham perusahaan tercatat yang memiliki peringkat investment grade dari PEFINDO (idAAA hingga idBBB-) yang berkapitalisasi pasar paling besar. Indeks PEFINDO i-Grade diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Indeks Papan Utama


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.

Indeks Papan Pengembangan


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.

Indeks Sektor Pertanian


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan yang terdapat di sektor Pertanian, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Pertambangan


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di sektor Pertambangan, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Industri Dasar dan Kimia


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan di sektor Industri Dasar dan Kimia, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Aneka Industri

Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di sektor Aneka Industri, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Industri Barang Konsumsi


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di sektor Industri Barang Konsumsi, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di sektor Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan yang terdapat di sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Keuangan


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di sektor Keuangan, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Indeks Sektor Manufaktur


Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan  yang terdapat di 3 sektor yaitu (1) Industri Dasar dan Kimia, (2) Aneka Industri, (3) Industri Barang Konsumsi, mengacu pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Komentar