Ticker

6/recent/ticker-posts

Jenis Surat Utang Negara

Receh.in - Menjalankan sebuah negara dan pemerintahan tidaklah murah. Bahkan, banyak negara yang perlu berutang dalam jumlah besar agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Utang diambil karena biasanya pendapatan negara tidak mencukupi untuk menjalankan kegiatan operasional, mulai dari bayar gaji pegawai, membangun infrastruktur, menyubsidi biaya pendidikan, membeli alat pertahanan, dan banyak lagi berbagai aktivitas yang perlu dana. 

Pendapatan utama negara adalah pajak dan berbagai pungutan. Ada juga yang berasal dari dividen perusahaan negara, tapi biasanya tidak seberapa. 

Namun, meski pendapatan besar, rata-rata pengeluaran negara jauh lebih besar. Makanya tercipta defisit dalam anggaran, karena besar pasak daripada tiang. 

Seberapa besar sih utang negara? 

Dalam salah satu berita di CNN Indonesia disebutkan bahwa jumlah utang nasional Amerika Serikat melonjak sebesar US$7 triliun atau setara Rp98 ribu triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS) selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Gila nggak, Rp98.000 triliun!!

Nah, Indonesia juga punya utang tentunya. Salah satunya lewat Surat Utang Negara, salah satu instrumen dalam mencari pendanaan buat membiayai kekurangan APBN. 

Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara disebutkan bahwa Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

Surat Utang Negara atau biasa disebut SUN terdiri atas Surat Perbendaharaan Negara dan Obligasi Negara.

Nah, menurut laman Kementerian Keuangan, berikut adalah jenis-jenis surat utang negara yang ada di Indonesia. 

Surat Utang Negara

OBLIGASI NEGARA RITEL

Obligasi Negara Ritel (ORI) di pasar perdana hanya dijual kepada investor individu (WNI) melalui Agen Penjual dengan minimal pembelian Rp5 juta. Jangka waktu ORI rata-rata 3 tahun dengan jenis mata uang Rupiah. Kupon bersifat tetap (fixed), dibayar tiap bulan dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

SURAT PERBENDAHARAAN NEGARA (TREASURY BILLS)

SPN dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement, jangka waktu maksimum 1 tahun, dengan jenis mata uang Rupiah dan tingkat kupon berupa diskonto.

SUN VALAS

SUN berdenominasi Valuta Asing diterbitkan di pasar internasional dalam mata uang USD, EUR dan JPY. Penjualan SUN Valas di pasar internasional dilakukan melalui Joint Lead Manager (JLM).

SAVING BOND RITEL

Savings Bond Ritel (SBR) dijual kepada investor individu melalui Agen Penjual dengan minimal pembelian Rp5 juta. Kupon SBR bersifat mengambang mengikuti LPS rate dengan batas kupon minimal (floating with floor), dibayar tiap bulan dan tidak dapat diperdagangkan.

OBLIGASI NEGARA (TREASURY BONDS)

Obligasi Negara (ON) dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement. Jangka waktu ON diatas 1 tahun, dengan jenis mata uang Rupiah atau USD. Kupon Obligasi Negara dapat bersifat tetap (fixed), dibayar setiap 6 bulan atau bersifat mengambang (floating) yang dibayar setiap 3 bulan sekali.


Surat Berharga Syariah Negara

SUKUK RITEL

Sukuk Ritel dijual kepada investor individu melalui Agen Penjual dengan pembelian minimal 5 juta Rupiah. Kupon Sukuk Ritel bersifat fixed, dibayar tiap bulan dan dapat diperjualbelikan.

ISLAMIC FIXED RATE (IFR)

IFR dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement dalam jangka waktu diatas 1 tahun. Jenis imbalan atau kupon IFR bersifat fixed dengan pembayaran tiap 6 bulan sekali menggunakan mata uang Rupiah. IFR dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

SURAT PERBENDAHARAAN NEGARA SYARIAH

SPNS dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement dengan mata uang Rupiah. Jangka waktu maksimum untuk SPNS adalah 1 tahun dengan imbalan berupa diskonto.

SUKUK DANA HAJI INDONESIA

SDHI dijual kepada investor institusi lembaga pengelola dana haji melalui private placement. Imbalan SDHI berupa kupon yang bersifat fixed dan dibayarkan setiap bulan dengan menggunakan mata uang Rupiah. SDHI tidak dapat diperdagangkan.

PROJECT BASED SUKUK

SBSN PBS dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement, menggunakan underlying berupa proyek maupun kegiatan APBN. Imbalan SBSN PBS berupa kupon yang bersifat fixed dan dibayarkan setiap 6 bulan sekali dengan jenis mata uang Rupiah. SBSN PBS dapat diperdagangkan.

SUKUK VALAS

Sukuk Valas diterbitkan di pasar internasional dalam mata uang USD, melalui penjualan Joint Lead Manager (JLM)

SUKUK TABUNGAN

Sukuk Tabungan dijual kepada investor individu WNI melalui Agen Penjual dengan pembelian minimal 2 juta Rupiah. Kupon Sukuk Ritel bersifat fixed dan dibayarkan tiap bulan. Sukuk Tabungan tidak dapat diperdagangkan, namun memiliki fasilitas early redemption.


Posting Komentar

0 Komentar