Ticker

6/recent/ticker-posts

Penerapan Free Float dalam Penghitungan Indeks dan Efeknya ke Saham


Awal bulan ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan tahapan dalam penerapan metodologi free float dalam mengukur indeks. 

Setidaknya, bakal ada 29 indeks di BEI yang terpengaruh, termasuk indeks besarnya, indeks harga saham gabungan atau Jakarta Composite Index (IHSG/JCI).

Di sisi lain, ada 9 indeks lain yang sudah melakukan penyesuaian, termasuk Indeks LQ45 dan IDX30 pada tahun 2019.

Ke-7 indeks lainnya adalah IDX80, IDX High Dividend 20, IDX Value30, IDX Growth30, IDX Quality30, IDX ESG Leaders, dan IDX MES BUMN 17. Namun, ketujuh indeks ini memang sejak awal dibuat sudah memakai metode free float dalam penghitungannya.

Di luar 9 indeks itu, indeks lainnya masih menggunakan metode 'rata-rata tertimbang atas kapitalisasi pasar' atau 'Market Capitalization Weighting' yang bobot penghitungan indeks harga sahamnya menggunakan seluruh saham tercatat.

Apa bedanya?

Jadi, dalam metodologi free float ini yang dihitung dalam pembobotan indeks adalah nilai saham publik yang beredar. Kalau metode lama, semua saham dihitung.

Apa efeknya?

Porsi saham dalam pengukuran indeks jadi berubah. Ada yang berkurang, ada yang naik.

Ini tentu tidak berpengaruh apa-apa terhadap fundamental saham. Tidak berefek pada emiten.

Jadi, kenapa diributkan?

Karena, perubahan bobot akan mempengaruhi manajer investasi dalam menyusun portofolio reksa dana indeks, reksa dana saham, dan reksa dana ETF.

Jadi, manajer investasi yang memakai salah satu indeks sebagai acuannya, akan melakukan penyesuaian sejalan dengan perubahan komposisi.

Misalnya, dulu BBCA porsinya 10 persen dalam Indeks XYZ, lalu setelah penyesuaian ini porsi pengaruh ke indeks jadi hanya 9 persen.

Maka, si manajer investasi harus mengurangi saham BBCA dari reksa dana yang dikelola, dan menambah saham lain yang bobotnya naik.

Penerapan metodologi Free Float ditujukan antara lain untuk memberikan gambaran kondisi pasar yang sesungguhnya, mengurangi beban Manajer Investasi (MI) dalam melakukan pengelolaan portofolio investasi, serta mendorong Perusahaan Tercatat untuk menambah porsi saham Free Float di pasar.

Berikut Jadwal Penyesuaian Indeks

Indeks

Tangal Efektif Penyesuaian Tahap I

Batasan Bobot

SRI-KEHATI

1 Juli 2021

15%

Bisnis-27

1 Juli 2021

15%

Investor33

1 Juli 2021

15%

Pefindo i-Grade

1 Juli 2021

20%

Kompas100

2 Agustus 2021

15%

JII

2 Agustus 2021

15%

JII70

2 Agustus 2021

9%

Infobank15

2 Agustus 2021

20%

SMInfra18

2 Agustus 2021

15%

MNC36

2 Agustus 2021

15%

IDXBUMN20

4 Agustus 2021

15%

IDXSMC-LIQ

4 Agustus 2021

9%

ISSI

1 Oktober 2021

9%

IHSG

1 Oktober 2021

9%

IDXENERGY

1 Oktober 2021

9%

IDXBASIC

1 Oktober 2021

9%

IDXINDUST

1 Oktober 2021

20%

IDXNONCYC

1 Oktober 2021

9%

IDXCYCLIC

1 Oktober 2021

9%

IDXHEALTH

1 Oktober 2021

20%

IDXFINANCE

1 Oktober 2021

9%

IDXPROPERT

1 Oktober 2021

9%

IDXTECHNO

1 Oktober 2021

25%

IDXINFRA

1 Oktober 2021

9%

IDXTRANS

1 Oktober 2021

15%

MBX

1 Oktober 2021

9%

DBX

1 Oktober 2021

9%

IDXSMC-COM 1

1 November 2021

9%

Rencananya, metodologi free float dilakukan mulai awal Juli 2021 hingga paruh pertama 2022. Adopsi metodologi ini dilaksanakan dalam tiga tahap.

Pertama, baru 30 persen saham yang memasukkan free float sebagai penghitungannya. Tahap kedua, menghitung 60 persen saham. Terakhir, seluruh saham sudah masuk hitungan free float.

Free float dalam pembobotan indeks adalah total saham scriptless yang dimiliki oleh investor dengan kepemilikan kurang dari 5 persen dan tidak termasuk saham yang dimiliki oleh manajemen dan saham tresuri.

Nah, karena dilakukan bertahap, efeknya ke pasar memang ada namun tidak terlalu signifikan.

Persoalannya, pasar seringkali digerakkan sentimen.

Jadi, meskipun ada tekanan jual dari reksa dana, tetapi pasar juga melakukan move berdasarkan persepsi yang kadang berlebihan.

Posting Komentar

0 Komentar