Ticker

6/recent/ticker-posts

Menakar Harga Saham Rights Issue BBRI, Apakah Menarik?

Receh.in - Pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sudah menyetujui rencana aksi korporasi rights issue, atau penerbitan saham baru dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Sayangnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Kamis (22/7/2021) belum menyepakati soal berapa harga per saham dalam rights issue Bank BRI ini.

Menurut Dirut BBRI, Sunarso, seperti dikutip dari Republika.co.id, aset bank tersebut dapat mengembang jadi Rp1.515 triliun setelah rights issue, dari nilai aset per 31 Maret 2021 sebesar Rp1.411 triliun.

Sementara itu, total liabilitas bakal naik dari Rp1.216 triliun menjadi Rp1.289 triliun, dan laba bersih meningkat dari Rp7 triliun jadi Rp8 triliun.

Mengapa Right Issue BBRI Penting?

Secara umum, rights issue ini terkait dengan rencana pembentukan Holding Ultra Mikro, di mana hak pemerintah akan diambil tapi tidak membeli saham BBRI dengan cara kasih uang tunai.

Melainkan, pemerintah menukarnya dengan kepemilikan atas PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM..

Nah, dengan right issue ini bakal lahir Holding Ultra Mikro, di mana BBRI menjadi induk usaha bagi BUMN yang menyalurkan pembiayaan/utang/kredit ke pengusaha ultra mikro yang sebelumnya di-handle oleh PNM.

Tapi, rights issue itu apa sih?

Seperti namanya, right adalah hak, dan issue adalah menerbitkan. Dalam konteks ini, emiten menerbitkan saham baru, tetapi hanya investor yang tercatat memegang saham BBRI pada tanggal tertentu, yang berhak membeli saham baru tersebut. 

Sebagai pemegang saham BBRI, saat pelaksanaan penawaran, nanti di aplikasi trading kita akan muncul right BBRI. Kalau mau dieksekusi ya tinggal dibeli, kalau tidak ya abaikan saja. 

Pemegang saham publik yang jumlahnya mencapai 43,25% punya hak menebus saham rights issue itu. Melihat persentasenya, tentunya ini banyak sekali. Makanya, BBRI selain mendapat inbreng dua perusahaan, mereka juga akan dapat dana segar dari investor publik yang mengeksekusi haknya. 

Apa dampaknya kalau tidak 'menebus' hak yang dimiliki? Maka kepemilikan sahamnya terdilusi. Tapi tenang, nilai saham kamu di BBRI tetap sesuai dengan harga pasar saat itu. Hanya secara persentase akan berkurang.

Kalau kamu memagang saham dalam jumlah kecil, ya tidak terasa terdilusi karena persentasenya kecil.

Yang menarik adalah harga yang disepakati nanti, karena itu akan menentukan apakah kita sebagai pemegang saham BBRI mau menebus hak membeli saham baru atau tidak. 

Beberapa saham right issue itu menarik karena biasanya harganya di bawah harga pasar. Misalnya harga pasar Rp3.900 kemudian harga saham baru ditetapkan Rp1.000 maka kamu akan langsung untung. Beli Rp1.000, tapi di market harga Rp3.900.

Harga right issue biasanya di bawah harga pasar agar menarik investor mengambil haknya. Kalau harganya sama atau mirip dengan harga pasar, tentunya investor akan mikir-mikir lagi, toh dia juga bisa membeli di pasar sekunder, atau dalam trading reguler.

Walau begitu, harga yang mendekati harga pasar belum tentu juga tidak menarik. Hal itu tergantung pada bagaimana prospeknya ke depan.

Ya, hanya saja  memang, kalau harganya mirip ya nggak perlu ambil right kalau memang mau nambah muatan tinggal beli saja di pasar reguler.

Harga Saham BBRI 

Pada perdagangan Kamis 22 Juli 2021, harga saham BBRI naik 2,9% ke level Rp3.900 per saham.

Namun, secara year to date (ytd) atau tahun kalender 2021, saham BBRI tercatat turun 9,5%.

Dalam 1 tahun, harga BBRI naik Rp760,00 (24,20%).

Dalam 5 tahun, harganya naik Rp1.595,00 (69,20%).

  • Kapitalisasi pasar 476,24 T
  • Rasio P/E 27,77
  • Yield div. 2,54%

Memakai data per 22 Juli 2021, berikut perbandingan rasio PE saham bank-bank BUMN

BBNI

BBRI

BBTN

BMRI

BRIS

Kapitalisasi pasar (Rp Triliun)

95,08

476,24

14,31

279,51

106,11

Rasio P/E

68,05

27,77

8,17

18,65

72,17

Yield div.

0,85%

2,54%

-

3,64%

-

Secara PER, BBRI masih di bawah BBNI, tetapi di atas BMRI dan BBTN. Sementara BRIS hitungannya anak usaha bank BUMN. Apakah artinya ini saham BBRI masih menarik?

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), sebagai pembanding bank swasta, memiliki kapitalisasi pasar Rp751,17 triliun dengan rasio P/E 27,50 x. Yield div. 1,72%.

Tampaknya, BBRI 'sepadan' dengan BBCA dari sisi PER.

Apakah kamu, pemegang saham Bank BRI, berminat membeli saham baru BBRI? 

Target Harga BBRI 

Mayoritas analis merekomendasikan buy untuk saham BBRI. Berikut data analisa analis yang diambil dari Indo Premier Sekuritas (dari Bloomberg).

CONSENSUS

VOTE

%VOTE

Buy

50

84,7

Sell

3

5,1

Hold

3

5,1

Neutral

3

5,1

Sementara itu, untuk target harganya bervariasi. Berikut daftar lengkap rekomendasi analis atas saham BBRI:

Tanggal Analisis

Institusi

Saran

Target Harga

23/06/2021

RHB Research

B-buy

4,790

21/06/2021

Indo Premier Securities

B-buy

4,600

21/06/2021

Bernstein

B-buy

5,400

20/06/2021

J.P. Morgan

B-buy

4,500

18/06/2021

Maybank Kim Eng

S-sell

3,800

18/06/2021

Macquarie

N-neutral

4,165

17/06/2021

Mirae Asset Daewoo Co.,Ltd.

B-buy

4,450

17/06/2021

PT Aldiracita Sekuritas Indonesia

B-buy

5,200

17/06/2021

Verdhana Sekuritas Indonesia

B-buy

6,350

17/06/2021

Nomura

B-buy

6,350

17/06/2021

Ciptadana Sekuritas

B-buy

5,250

17/06/2021

Samuel Sekuritas Indonesia

B-buy

5,300

16/06/2021

Yuanta Securities Investment Consulting

B-buy

4,900

16/06/2021

BCA Sekuritas

B-buy

5,200

16/06/2021

HSBC

B-buy

5,500

16/06/2021

Morgan Stanley

B-buy

5,439

15/06/2021

Macquarie

N-neutral

4,385

15/06/2021

Nomura

B-buy

6,350

15/06/2021

Morgan Stanley

B-buy

5,439

14/06/2021

Ciptadana Sekuritas

B-buy

5,250

14/06/2021

RHB Research

B-buy

4,790

11/06/2021

Ciptadana Sekuritas

B-buy

5,250

10/06/2021

RHB Research

B-buy

4,790

10/06/2021

Macquarie

B-buy

4,785

10/06/2021

Yuanta Securities Investment Consulting

B-buy

4,900

09/06/2021

BCA Sekuritas

B-buy

5,200

08/06/2021

J.P. Morgan

B-buy

5,300

08/06/2021

Nomura

B-buy

6,350

08/06/2021

HSBC

B-buy

5,500

07/06/2021

PT Aldiracita Sekuritas Indonesia

B-buy

5,200

07/06/2021

Korea Investment & Securities

B-buy

5,000

03/06/2021

Macquarie

B-buy

4,785

03/06/2021

Mandiri Sekuritas

B-buy

5,500

03/06/2021

PT NH Korindo Securities Indonesia

B-buy

5,100

02/06/2021

DBS Bank

B-buy

5,450

01/06/2021

Nomura

B-buy

6,350

29/05/2021

BCA Sekuritas

B-buy

5,200

28/05/2021

PT Sinarmas Sekuritas

N-neutral

4,520

28/05/2021

Maybank Kim Eng

S-sell

3,800

27/05/2021

Henan Putihrai

B-buy

4,820

27/05/2021

RHB Research

B-buy

4,790

27/05/2021

Yuanta Securities Investment Consulting

B-buy

4,900

27/05/2021

UOB Kay Hian

H-hold

4,500

27/05/2021

PT Aldiracita Sekuritas Indonesia

B-buy

5,200

26/05/2021

Mirae Asset Daewoo Co.,Ltd.

B-buy

5,620

25/05/2021

Indo Premier Securities

B-buy

4,600

25/05/2021

Mandiri Sekuritas

B-buy

5,500

25/05/2021

Ciptadana Sekuritas

B-buy

5,250

25/05/2021

Sucorinvest Central Gani

B-buy

4,470

25/05/2021

CGS-CIMB

H-hold

4,500

25/05/2021

Credit Suisse

B-buy

5,500

25/05/2021

Goldman Sachs

B-buy

5,190

11/05/2021

Bernstein

B-buy

5,400

09/05/2021

Nomura

B-buy

6,350

07/05/2021

Maybank Kim Eng

S-sell

3,800

05/05/2021

CGS-CIMB

H-hold

4,500

05/05/2021

Indo Premier Securities

B-buy

4,600

03/05/2021

BCA Sekuritas

B-buy

5,200

30/04/2021

PT NH Korindo Securities Indonesia

B-buy

5,100


Pengaruh Penggabungan PNM & Pegadaian

Dalam informasi keuangan konsolidasian proforma Perseroan telah diterapkan perikatan keyakinan memadai oleh KAP PSS (firma anggota Ernst & Young Global Limited) berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim historis auditan Perseroan tanggal 31 Maret 2021 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut. Saldo konsolidasian historis Perseroan dan entitas anaknya bila dibandingkan dengan saldo konsolidasian proforma penggabungan Perseroan dan entitas anaknya, Pegadaian dan PNM sebagai berikut: (i) total aset dari Rp1.411 Triliun menjadi Rp1.515 Triliun; (ii) total liabilitas dari Rp1.216 Triliun menjadi Rp1.289 Triliun; (iii) pendapatan dari Rp40 Triliun menjadi Rp47 Triliun; (iv) beban usaha dari Rp31 Triliun menjadi Rp37 Triliun; (v) laba bersih dari Rp7 Triliun menjadi Rp8 Triliun; (vi) return on asset (ROA) dari 1,88% menjadi 2,05%; dan (viii) return on equity (ROE) dari 14,09% menjadi 14,56%.

--Prospektus--

Keputusan RUPSLB

Hasil Keputusan Rapat

  • Menyetujui Perseroan menerbitkan saham baru dalam rangka Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu untuk jumlah sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 (dua puluh delapan miliar enam ratus tujuh puluh tujuh juta delapan puluh enam ribu) saham dengan nilai nominal sebesar Rp50,00 (lima puluh rupiah) per saham melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I dan oleh karenanya sekaligus mengubah Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan.
  • Menyetujui pemberian kuasa dengan hak substitusi, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I dengan memenuhi syarat dan ketentuan dalam peraturan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas untuk:
    • a. Menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan dan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan persetujuan Dewan Komisaris;
    • b. Menandatangani, mencetak, menerbitkan dan/atau mengajukan dokumen yang diperlukan, termasuk akta Notaris dan Pernyataan Pendaftaran berikut kelengkapan dokumennya kepada Otoritas Jasa Keuangan;
    • c. Menentukan tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;
    • d. Menentukan jadwal Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;
    • e. Menentukan rasio pemegang saham yang berhak atas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;
    • f. Menentukan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;
    • g. Menentukan ada atau tidak adanya Pembeli Siaga, serta menetapkan dan menegosiasikan syarat dan ketentuan perjanjian antara Perseroan dengan Pembeli Siaga, jika ada;
    • h. Menitipkan saham Perseroan dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia;
    • i. Mencatatkan seluruh saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada PT Bursa Efek Indonesia, kecuali atas 1% saham yang tidak dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia;
    • j. Menegaskan 1 (satu) atau lebih keputusan dalam Rapat pada 1 (satu) atau lebih akta Notaris.
  • 3. Menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk:
    • a. Menyatakan realisasi jumlah saham yang telah dikeluarkan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor setelah Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu selesai dilaksanakan. Selanjutnya, menyampaikan pemberitahuan atas perubahan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memperoleh Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, serta membuat perubahan dan/atau tambahan yang diperlukan untuk maksud tersebut.
    • b. Menandatangani, mencetak, menerbitkan dan/atau mengajukan dokumen yang diperlukan sehubungan dengan realisasi jumlah saham tersebut di atas.

 

Anak Usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 

Nama Perusahaan

Bidang Usaha

Kepemilikan

BRI Remittance Co.Limited (Ltd) Hong Kong

Remittance

100%

PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur (BRINS)

Asuransi Umum

90%

PT Bank BRISyariah

Perbankan

73%

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

Perbankan

87,10%

PT BRI Multi finance

Multi Finance

99%

PT BRI Ventura Investama

Modal Ventura

97,61%

PT Danareksa Sekuritas

Penjamin Emisi Efek & Perantara Perdagangan Efek

67%

PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera

Asuransi

91%



Posting Komentar

0 Komentar