Ticker

6/recent/ticker-posts

Mau Beli Saham IPO Bukalapak di Ajaib Sekuritas? Cek di Sini



Receh.in - Langkah marketplace Bukalapak (PT Bukalapak.com Tbk) untuk melantai di bursa saham segera terealisasi. 

Startup yang kini sudah di fase unicorn itu didirikan pada 2010 dari sebuah kamar kost. 

Mereka kemudian berkembang pesat hingga meraih status unicorn dengan valuasi antara US$2,5 miliar-US$3,0 miliar pada 2017.

Menurut pengakuan mereka, pada 2020 Bukalapak memiliki sekitar 6,9 juta pedagang (mitra) dan 104,9 juta pengguna terdaftar. 

Adapun total nilai pemrosesan transaksi mencapai US$6 miliar, sedangkan pendapatannya USD95,8 juta atau Rp1,35 triliun.

Kini, perusahaan yang masih merugi tersebut berniat menjual sahamnya ke publik melalui mekanisme IPO. Apa itu IPO?

Penawaran umum perdana (IPO) mengacu pada proses menawarkan saham perusahaan swasta kepada publik melalui penerbitan saham baru.

Perusahaan harus memenuhi persyaratan oleh otoritas bursa dan Otoritas jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

IPO memberikan perusahaan kesempatan untuk memperoleh modal dengan menawarkan saham melalui pasar perdana.

Perusahaan menyewa jasa bank investasi untuk memasarkan, mengukur permintaan, menetapkan harga dan tanggal IPO, dan banyak lagi.

IPO dapat dilihat sebagai strategi keluar (exit strategy) bagi pendiri perusahaan dan investor awal, mencari keuntungan penuh dari investasi pribadi mereka.

Pemegang saham Bukalapak sendiri menolak kalau IPO ini sebagai bentum exit strategy

Sumber pendapatan utama Bukalapak

  • Marketplace (73%). Ini mencakup komisi penjualan pedagang pada platform e-commerce, pengeluaran pemasaran oleh pedagang, serta pemenuhan layanan logistik yang ditawarkan perseroan kepada pedagang.
  • Pendapatan Mitra (14%). Komisi penjualan produk fisik dan virtual pada platform Mitra Bukalapak, serta penyediaan layanan logistik ke Mitra.
  • BukaPengadaan (9%). Pendapatan diperoleh dari biaya barang dan margin penjualan barang fisik dan produk virtual yang difasilitasi oleh Perseroan atas produk Perseroan sendiri ataupun produk Mitra.

Marketplace yang 31,9% sahamnya dipegang oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya, itu masih mencatat rugi Rp393,49 miliar dalam 3 bulan pertama 2021.

Angka kerugian itu tak jauh berbeda dengan triwulan I/2020 yang sebesar Rp323,25 miliar. Namun, kalau dilihat secara tahunan, nilai kerugian terus turun.

Perusahaan beraset Rp1,69 triliun per Maret 2021 ini pun berniat menggalang dana lewat pasar modal, setelah sebelumnya hanya mencari dana lewat privat equity.

Namun, melihat perusahaan yang masih merugi, apakah kamu masih berniat beli? 

Jika masih, maka kamu bisa  juga membeli lewat PT Ajaib Sekuritas. 

Cara beli saham IPO Bukalapak lewat Ajaib bisa dilakukan dengan cara:

  • Mengisi Formulir Daftar Tunggu Pemesanan Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
  • Pastikan kamu adalah nasabah Ajaib, karena kalau bukan maka kamu harus mendaftar dahulu. Atau, bisa membeli lewat Indo Premier Sekuritas atau Mandiri Sekuritas.
  • Tentukan jumlah lot saham PT Bukalapak.com Tbk yang ingin kamu pesan.
  • Kirim data kamu ke Ajaib.

Postur IPO Bukalapak

  1. Jumlah saham yang ditawarkan: 25.765.504.851 saham.
  2. Kisaran harga penawaran umum: Rp750 – Rp850.
  3. Informasi dan prospektus awal Bukalapak. 
  4. Masa Penawaran Awal: 9 Juli-19 Juli 2021
  5. Tanggal Efektif: 26 Juli 2021
  6. Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 28 Juli-30 Juli 2021
  7. Tanggal Penjatahan: 3 Agustus 2021
  8. Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 5 Agustus 2021
  9. Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia: 6 Agustus 2021
  10. Penjamin emisi efek: PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia
  11. Penjamin pelaksana emisi efek: PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

Posting Komentar

0 Komentar