Ticker

6/recent/ticker-posts

Gandeng Standard Chartered, Bukalapak Mau Masuk Layanan Bank Digital?



Receh.in - JAKARTA - Emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) terus memperluas bisnis dan dikabarkan segera masuk ke layanan bank digital. Benarkah?

Bukalapak telah menandatangani kerja sama dengan Bank Standard Chartered untuk memberikan layanan bank digital. Layanan tersebut bakal diluncurkan dalam aplikasi perseroan dalam waktu dekat.

“Kami sedang mempersiapkan teknisnya dan menunggu persetujuan dari regulator. Kami masih menunggu hal tersebut,” kata Direktur Utama Bukalapak.com, Rachmat Kaimuddin, pada Selasa (19/10/2021).

Melalui kerja sama ini, seperti dikutip dari Bisnis.com, maka Bukalapak dapat memberikan layanan perbankan global kepada para mitra dan UMKM. 

Di sisi lain, kerja sama dengan Standard Chatered Bank ini tidak eksklusif, sehingga BUKA terbuka untuk melakukan kerja sama serupa dengan berbagai instansi keuangan. 

Lewat layanan bank digital ini, katanya, bakal bisa mendongkrak kinerja fundamental PT Bukalapak.com. 

Kerja sama ini juga diproyeksi bisa memperkuat posisi Bukalapak di segmen bisnis online to offline (O2O) dan juga e-commerce.

Mengutip CNBCIndonesia, sampai dengan kuartal kedua 2021, Bukalapak mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 37 persen (yoy) menjadi Rp 440 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu pendapatan BUKA Rp 321 miliar. 

Adapun, pertumbuhan pendapatan mitra pada kuartal II/2021 tumbuh 292% menjadi Rp 145 miliar dari tahun sebelumnya Rp 37 miliar.

Menurut Rachmat, pada akhir 2020, jumlah mitra Bukalapak hampir mencapa 7 juta dan saat ini sudah meningkat menjadi 8,7 juta mitra UMKM per semester I/2021.

Dari sisi Total Processing Value (TPV), pada kuartal II/2021 tercatat tumbuh 56 persen senilai Rp29,4 triliun. 

Sementara itu, untuk pada semester I/2021 TPV tumbuh 54 persen senilai Rp56,7 triliun.

Pertumbuhan TPV terutama ditopang oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15 persen dan kenaikan sebesar 34 persen pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang semester I/2020 (1H20) sampai dengan semester I/2021.

(IDR)Jun 2021Perubahan YoY
PENDAPATAN
439,92 M37,02%
LABA BERSIH
-442,99 M29,98%
EPS DILUSIAN-2,95100,00%
MARGIN LABA BERSIH-100,70%48,90%
PENDAPATAN OPERASIONAL-472,82 M28,07%
PERUBAHAN BERSIH TUNAI1,04 T695,23%
KAS DI TANGAN2,73 T-
BIAYA PENDAPATAN40,95 M42,61%

Harga Saham Turun

Di sisi lain, harga saham BUKA masih dalam fase penurunan. Pada perdagangan Selasa (19/10/2021), harganya telah di level Rp690 per saham atau turun 2 ersen lebih dalam sehari. Adapun sejak IPO, harga saham BUKA sudah jatuh 20 persen.

Saat ini nilai kapitalisasi pasar Bukalapak di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp75,24 triliun.

Posting Komentar

0 Komentar