Ticker

6/recent/ticker-posts

Data Fakta dan Prospektus IPO Avia Avian (AVIA)



Receh.in - Deretan IPO jumbo bertambah dengan rencana listing calon emiten PT Avia Avian Tbk. (AVIA) yang kini tengah masuk fase book building dan prosesnya dapat diikuti melalui e-IPO. 

Dalam aksi initial public offering (IPO) atau penawaran perdana saham ini AVIA mengincar dana segar senilai Rp5,76 triliun.

Dalam prospektusnya, Avian menyebutkan akan melego sebanyak 6,2 miliar saham dengan nilai nominal Rp10 yang mewakili 10,0075 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Rentang harga penawaran berkisar Rp780-Rp930.

Avia Avian juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya 2 persen saham yang ditawarkan dalam IPO sebagai saham kepada karyawan atau Employee Stock Allocation (ESA).

Dalam IPO AVIA, penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Mandiri Sekuritas, sedangkan penjamin emisi efek PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia.

Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan prospektus, dana hasil IPO akan dipakai untuk modal kerja, belanja modal dan pembayaran kembali utang bank Avian Brands dan entitas anak. 

Keperluan belanja modal tersebut adalah termasuk untuk pembelanjaan modal fasilitas manufaktur ketiga milik Avian Brands yang baru di Cirebon.

Avia Avian memperkirakan pembangunan akan selesai dibangun pada 2025 serta menjadi fasilitas manufaktur Avian Brands yang terbesar dengan perkiraan kapasitas produksi sebesar 225.000 metrik ton per tahun. Hal itu guna mendukung rencana pertumbuhan dan ekspansi Avian Brands.

Wakil Direktur Utama Avia Avian Ruslan Tanoko mengatakan perseroan memiliki varian produk portofolio yang lengkap dan berhasil membentuk pusat distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.

Sebagai informasi, per Mei 2021 Avian Brands memiliki 96 pusat distribusi pribadi ditambah 30 pusat distribusi dari pihak ketiga. Secara keseluruhan, pusat distribusi tersebut melayani lebih dari 52.000 toko bahan bangunan yang tersebar di Indonesia.

Saat ini, Avian Brands memiliki 2 pabrik yang terintegrasi. Pabrik utama di Sidoarjo, Jawa Timur dan pabrik kedua di Serang, Banten. Total kapasitas secara kolektif lebih dari 286.000 metrik ton per tahun.

Avian Brands memiliki 4 entitas anak yang dimiliki secara langsung dan 1 entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung. Entitas anak tersebut yaitu PT Tirtakencana Tatawarna yang memiliki 96 pusat distribusi.

PT Solusi Rumah Praktis yang menyediakan jasa pengecatan di sekitar Jakarta. PT Tirtakencana Batamindo dengan wilyah distribusi di daerah Batam. PT Bangun Bersama Solusindo yang merupakan joint venture dengan Saint Gobain Group yang memproduksi pelapis anti bocor 2 komponen berbahan dasar semen.

Lalu PT Multipro Paint Indonesia, yang bergerak di bidang manufaktur cat marine dan protective. Menurutnya Avian Brands berencana melanjutkan ekspansi jaringan distribusi, serta aktif mencari peluang untuk ekspansi, termasuk joint venture dan merger & akuisisi.

Prospektus IPO

 

Avian Brands memiliki dua segmen usaha. Pertama, segmen architectural solutions yang terutama merupakan cat dekoratif. Kedua, segmen trading goods yang merupakan produk-produk pelengkap.

Segmen architectural solutions menyumbang 79 persen terhadap penjualan pada 2020 dan berkontribusi 92,5 persen terhadap laba kotor konsolidasi. 

Segmen ini mempunyai margin laba yang jauh lebih tinggi dari trading goods. Ke depannya, dua segmen tersebut akan tetap dipertahankan untuk memaksimalkan laba dan pertumbuhan perusahaan.

Jadwal IPO 

  • Masa Penawaran Awal : 12 – 18 November 2021
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 29 November 2021
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 1 – 3 Desember 2021
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 3 Desember 2021
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 6 Desember 2021
  • Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pesanan : 6 Desember 2021
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada BEI : 7 Desember 2021

Di samping IPO, pemegang saham Avia Avian seperti PT Tancorp Surya Sentosa, PT Wahana Lancar Rejeki, Archipelago Investment Pte. Ltd., Robert Christian Tanoko, Rudi Tanoko, dan Rony Tanoko juga melakukan penawaran terbatas (private placement).

Dikutip dari Bisnis, private placement secara keseluruhan sejumlah 5,57 miliar saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor sebelum IPO. 

Pelaksanaan private placement setelah pencatatan saham di BEI dengan harga penawaran yang saham dengan harga penawaran umum.

Posting Komentar

0 Komentar