Ticker

4/recent/ticker-posts

Profil Emiten PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), Pionir Infrastruktur Aset Kripto di Indonesia

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Receh.in – Didirikan pada 2022, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) tampil sebagai salah satu perusahaan publik paling progresif di Indonesia dengan fokus pada infrastruktur aset digital. Berbentuk perusahaan induk, COIN berinvestasi di anak usaha yang bergerak dalam bursa berjangka, bursa aset kripto, hingga layanan kustodian aset kripto. Melalui kombinasi investasi strategis dan dukungan jasa konsultasi manajemen, perusahaan ini mengambil peran penting dalam membangun fondasi ekosistem aset digital yang teregulasi.

Salah satu anak usaha terbesarnya, PT Central Financial X (CFX), tercatat sebagai bursa aset kripto pertama di Indonesia yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini menempatkan COIN di garis depan upaya mendorong adopsi kripto yang aman, transparan, dan sesuai regulasi di Tanah Air. Selain itu, COIN juga memberikan layanan perencanaan bisnis, strategi investasi, dan konsultasi keuangan kepada anak-anak usahanya untuk memastikan arah pengembangan bisnis tetap solid.

 

IPO dan Posisi Pasar

Berkantor pusat di CFX Tower, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, COIN resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025 dengan melepas 15% saham ke publik. Dari penawaran saham perdana (IPO), perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp231,61 miliar.

Pasca-IPO, perjalanan saham COIN terbilang spektakuler. Dari harga perdana Rp100 per saham, nilainya melonjak hingga Rp2.380 pada 25 Agustus 2025—setara dengan kenaikan 2.280% hanya dalam hitungan bulan. Lonjakan harga ini mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi perdagangan untuk “pendinginan” pasar, sebuah langkah wajar dalam mengantisipasi gejolak spekulasi yang terlalu panas. Suspensi serupa bahkan sudah dua kali dialami COIN sejak Juli 2025.

Kenaikan harga fantastis ini membuat kapitalisasi pasar COIN menembus kisaran Rp35 triliun, menempatkannya dalam jajaran emiten teknologi dengan valuasi besar di Indonesia.

 

Kinerja Keuangan dan Ekspansi

Dari sisi operasional, 2025 menjadi titik balik. Setelah sempat mencatatkan kerugian akibat investasi awal pada infrastruktur dan lini bisnis baru seperti tokenisasi blockchain, pada paruh pertama 2025 COIN melaporkan lonjakan pendapatan sekaligus berbalik mencatat laba bersih. Hal ini memperkuat keyakinan investor bahwa model bisnis yang ditawarkan tidak hanya spekulatif, tetapi memiliki dasar pertumbuhan nyata.

 

Kepemilikan Saham

Struktur kepemilikan COIN mencerminkan dukungan kuat dari pemegang saham utama. PT Megah Perkasa dan PT Bahana Nusantara tercatat sebagai pemegang saham mayoritas, sementara investor publik menguasai sekitar 43,05% saham per Juli 2025. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan antara kendali strategis dan partisipasi pasar.

 

Dinamika Harga Saham

Lonjakan saham COIN bukan hanya didorong oleh kinerja fundamental, tetapi juga oleh faktor momentum, spekulasi, serta ekspektasi tinggi terhadap masa depan kripto di Indonesia. Dalam kurun Juli–Agustus 2025, saham COIN berulang kali menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dengan kenaikan harian mencapai 20–25%. Sebaliknya, beberapa kali harga juga terkoreksi tajam akibat aksi ambil untung.

Contohnya, pada 4 Agustus 2025, saham COIN melonjak 25% ke Rp1.000 berkat kabar pembelian oleh institusi besar. Beberapa minggu kemudian, tepat pada 22 Agustus 2025, harga kembali melesat hampir 25% ke Rp1.910 karena euforia investor ritel. Hingga 25 Agustus, harga menyentuh Rp2.380, yang kemudian memicu suspensi BEI.

Volatilitas ekstrem ini membuat COIN menjadi salah satu saham paling diperbincangkan di bursa sepanjang 2025.

 

Prospek dan Tantangan

Sebagai salah satu emiten kripto-regulated pertama di Indonesia, COIN berada di persimpangan antara inovasi dan regulasi. Di satu sisi, prospek pertumbuhan sangat besar seiring meluasnya adopsi kripto dan Web3 di Indonesia. Di sisi lain, perusahaan menghadapi tantangan berupa volatilitas harga aset kripto global, ketidakpastian regulasi, hingga risiko spekulasi saham yang bisa menimbulkan bubble.

Meski demikian, posisi COIN sebagai pelopor memberi nilai tambah tersendiri. Dengan fondasi kuat pada anak usaha yang diawasi regulator, dukungan finansial dari pemegang saham utama, serta momentum adopsi aset digital di pasar domestik, COIN berpotensi tetap menjadi ikon perusahaan publik kripto di Indonesia.

 

Posting Komentar

0 Komentar