Ticker

6/recent/ticker-posts

5 Reksa Dana Saham Paling Untung 2021 (year to Date)


Receh.in - Reksa dana saham paling menguntungkan ternyata bukan berasal dari manajer investasi (MI) yang sudah punya nama besar. 

Bahkan, kelima reksa dana dengan return terbaik di sini ternyata tidak bisa kita temukan di agen penjual efek reksa dana (APERD) online seperti Bareksa maupun Bibit.

Tulisan ini juga mewanti-wanti (warning) agar Anda tidak hanya melihat return saja ketika berinvestasi dalam reksa dana. Sudah banyak contoh reksa dana dengan return besar ternyata bermasalah di kemudian hari. 

Perhatikan juga risiko maupun timeframe investasi Anda. Reksa dana saham sebaiknya bukan untuk investasi jangka pendek, dan reksa dana jenis ini tingkat risikonya paling tinggi.

Ulasan ini sekadar memberikan data dan fakta yang diolah dari sejumlah sumber, seperti Infovesta Utama, OJK, Bareksa, Pasardana.id, dan website perusahaan. Ini sama sekali bukan rekomendasi.

---

1. Reksa Dana Treasure Saham Mantap 

Reksa Dana Treasure Saham Mantap jadi produk paling menguntungkan selama tahun ini hingga 3 Desember 2021. Berdasarkan data Infovesta Utama, produk tersebut memberikan imbal hasil 99,82% secara year to date (ytd). 

Ini sekaligus menjadi produk paling tinggi tingkat imbal hasilnya untuk reksa dana saham, juga paling unggul jika dibandingkan dengan semua jenis reksa dana lainnya.


Di atas adalah gambaran grafik net asset value (NAV) reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi PT Treasure Fund Investama tersebut. 

Namun, meski sudah ada aturan soal keterbukaan informasi soal reksa dana, kami kesulitan mendapatkan detail alokasi aset apa yang dipegang reksa dana ini sehingga kinerja investasinya sangat melejit.

Pasalnya, reksa dana ini tidak dijual di Bibit maupun Bareksa yang merupakan agen penjual dengan tingkat transparansi yang tinggi. 

Data paling update bisa didapat di Pasardana maupun Bareksa. Sayangnya, fund fact sheet Reksa Dana Treasure Saham Mantap juga tidak ditemukan.

Adapun dalam prospektus yang dicantumkan di Bareksa, data laporan keuangan yang dipakai adalah data 2016, yang artinya kurang relevan dengan kondisi saat ini.

Berikut adalah perkembangan dana kelolaan Reksa Dana Treasure Saham Mantap yang ditampilkan di Bareksa, yang datanya bersumber dar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Terlihat kalau dari sisi dana kelolaan, jumlah asset under management (AUM) per Oktober 2021 ada di posisi Rp588 miliar. Meningkat jika dibandingkan dengan posisi akhir 2020 yang saat ini berkisar Rp331,97 miliar. 

Fakta lainnya adalah website www.treasurefund.co.id/ sendiri kurang aktif, dengan keterangan 'Copyright 2015' (biasanya mengindikasikan update website). 

Padahal, mereka mengklaim sebagai "perusahaan yang bercita-cita menjadi salah satu Manajer Investasi terkemuka, dengan fokus utama pada penyediaan produk-produk keuangan yang inovatif dan menarik, yang secara tradisional telah diabaikan oleh para pemain besar."

Treasure Fund Investama (TFI) didirikan di Jakarta pada 2004 dan telah diberikan izin pengelolaan dana oleh BAPEPAM & LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan--sekarang OJK) dengan Surat Keputusan No. KEP-12/PM/MI/2004.

MI ini baru memiliki tiga produk, yaitu Treasure Fund Super Maxxi, Treasure Saham Mantap, dan Treasure Saham Berkah Syariah.


5 Reksa Dana Saham Berkinerja Terbaik YTD

Nama Reksa Dana

Kinerja ytd (3 Desember 2021)

Reksa Dana Treasure Saham Mantap

99,82%

Millenium MCM Equity Sektoral

67,43%

Treasure Fund Super Maxxi

67,02%

Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh

64,11%

Manulife Institutional Equity Fund

54,63%


2. Millenium MCM Equity Sektoral

Di posisi kedua ada Millenium MCM Equity Sektoral yang mampu memberikan return investasi hingga 67,43% ytd.

Dengan dana kelolaan atau AUM di leve Rp122 miliar, reksa dana ini terhitung menengah dari sisi skala kelolaanya. 

Nah, jika dilihat dari sejarah AUM-nya, reksa dana ini sebenarnya sempat memiliki kelolaan yang cukup besar, dengan nilai tertingginya Rp1,5 triliun pada Mei 2018.

Namun, sejak itu dana kelolaannya terus turun dan mencapai terendah pada Mei 2020 di level Rp65,8 miliar. Adapun pada akhir 2020 level AUM di posisi Rp96,7 miliar. 


Pengelola reksa dana ini adalah Millenium Capital Management selaku manajer investasi. Perusahaan ini mendapatkan mendapat izin sebagai MI sudah cukup lama melalui Kep-11/PM/MI/2003 Tgl 22 Des 2003.

Saat ini 99% saham perusahaan dipegang oleh PT Oakwood Capital Management, dan sisanya oleh Rudy Wijaya.

Posisi direktur dipegang oleh Fahyudi Djaniatmadja dan Ario W Adhikari. Sementara itu komisaris utama Sugihardjo dan Toni Sutono selaku komisaris.

MI ini memiliki 6 produk reksa dana yaitu Millenium Dynamic Equity Fund, Millenium Equity Prima Plus, Millenium Balance Fund, Millenium Equity Growth Fund, Millenium Campuran, dan Millenium MCM Equity Sektoral. 

Berikut data reksa dana Millenium MCM Equity Sektoral 

Jenis Reksadana

Saham

Bank Kustodian

PT. Bank CIMB Niaga, Tbk

Tanggal Peluncuran

18 April 2016

Mata Uang

IDR

Biaya Pembelian

Maks. 2,5%

Biaya Penjualan

Maks. 5,0%

Biaya Kustodian

Maks. 0,15% per tahun

Biaya Pengelolaan

Maks. 2,0% per tahun

KEBIJAKAN INVESTASI

Ekuitas

80% - 100%

Pasar Uang

0% - 20%

 

3. Treasure Fund Super Maxxi

Di posisi ketiga ada Treasure Fund Super Maxxi yang secara ytd mencetak kinerja ciamik sebesar 67,02%.

Reksa dana ini juga dikelola oleh Treasure Fund Investama (TFI), seperti diulas di atas.


Jumlah dana kelolaan reksa dana Treasure Fund Super Maxxi per Oktober 2021 adalah Rp405,3 miliar.


4. Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh

Di posisi keempat ada reksa dana Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh yang memberikan return sebesar 64,11%.

Reksa dana ini dikeluarkan oleh PT Pan Arcadia Capital, perusahaan manajer investasi  yang dimiliki oleh Tommy Iskandar Widjaja (75%) dan Anne Patricia Sutanto (25%).

Laporan fund fact sheet untuk reksa dana ini juga kurang informatif, karena data yang kami dapat adalah data Laporan Kinerja Mei 2020. Hal ini tentu tidak relevan dengan kinerjanya saat ini.

Dalam laporan itu, top holding-nya adalah sebagai berikut:

  • BBYB-Bank Yudha Bhakti Tbk. (Bank)
  • BTEK-Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (Food & Beverages)
  • DPUM-Dua Putra Utama Makmur Tbk.(Wholesale)
  • ELTY-Bakrieland Development Tbk. (Property & Real Estate)
  • IIKP-(Inti Agri Resources Tbk. (Food & Beverages)
  • INAF-Indofarma (Persero) Tbk. (Pharmaceuticals)
  • LCGP-Eureka Prima Jakarta Tbk. (Property & Real Estate)
  • MYRX-Hanson International Tbk. (Property & Real Estate)
  • RIMO-Rimo International Lestari Tbk. (Property & Real Estate)
  • SMRU-SMR Utama Tbk. (Coal Mining)

Data ini tidak bisa memberi gambaran atas kinerja mentereng saat ini. Apalagi, di situ mereka memegang beberapa saham yang kini masih disuspensi karena terkait dengan skandal Jiwasraya maupun Asabri.


5. Manulife Institutional Equity Fund

Posisi kelima adalah Manulife Institutional Equity Fund dengan return ytd mencapai 54,63%.

Tampaknya hanya reksa dana ini di daftar 5 reksa dana saham berkinerja terbaik yang manajer investasinya cukup 'jelas'.

Pasalnya, Manulife Aset Manajemen Indonesia adalalah manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di industri reksa dana saat ini.

Berdiri pada 1996, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) adalah anak perusahaan Manulife yang menawarkan jasa manajemen investasi dan berbagai reksa dana di Indonesia. 

Sejak berdiri, MAMI terus berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan terbesar di industri manajemen investasi di Indonesia, dengan dana kelolaan Rp104,7 triliun pada akhir Juni 2021.


10 kepemilikan Efek terbesar dalam portofolio investasi Sept 2021

  • PT Bank Central Asia Tbk 
  • PT Bank Jago Tbk
  • PT Bank Mandiri Persero Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia Persero
  • PT Digital Mediatama Maxima Tbk
  • PT M Cash Integrasi
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk
  • PT Supra Boga Lestari Tbk
  • PT Telkom Indonesia Persero Tbk
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk



Nah, bagaimana menurutmu? 

Menurut saya pribadi, daftar ini kurang bermanfaat kalau kita mau beli produk tersebut. Kenapa? Karena kelima produk tersebut tidak dijual di platfom APERD online, sehingga menyulitkan kita untuk membeli.

Ya mungkin kita bisa membeli langsung ke manajer investasi, atau ke APERD lain yang menjualnya, semisal bank. 

Namun, zaman sekarang kalau reksa dana itu tidak dijual melalui APERD online rasanya ya kurang afdol saja.

Bagaimanapun, APERD online seperti Bareksa, Tanamduit, Bibit, maupun Bukareksa itu menjadi pelopor penjualan produk dengan transparansi yang baik. 

Hal ini penting terutama buat investor ritel, atau investor individu seperti kita agar bisa memantau dan melakukan tindakan yang diperlukan sewaktu-waktu mau mencairkan dana.

Selain itu, ya tadi, datanya sulit ditelusuri. Hanya yang produk dari Manulife saja yang lengkap datanya, yang bisa diakses lewat website mereka. Di luar itu, kita kesulitan meneusuri track record-nya. 

Posting Komentar

10 Komentar

Siti Mustiani mengatakan…
Menurut saya tulisan ini bermanfaat kok, bisa dibilang meskipun ga beli tapi setidaknya kita punya gambaran seperti apa investasi yang bagus dengan menampilkan beberapa gambar yang berisi grafik dan angka.
Khoirur Rohmah mengatakan…
Aku belum pernah coba buka reksadana saham, mas
Tapi paling nggak jadi tahu poin2 yg harus diperhatikan saat memutuskan untuk membeli Reksa Dana Saham ini. sekalipun belum membelinya sekarang,
BTW terima kasih informasinya ya mas
Naqiyyah Syam mengatakan…
Perlu juga belajar mengenai saham ya, aku paham sedikit sejak nonton Drakor Start UP gitu deh soalnya dulu enggak kepikiran orang2 bisa kaya dari saham
Nurul Mutiara R.A mengatakan…
Sebenarnya aku belum terlalu paham mengenai pemilihan reksadana soalnya belum pernah investasi reksadana juga. Tapi sebagai orang awam, emang penting sih ngetahui reksadana yg pas utk dipilih
Ipeh Alena mengatakan…
Aku salah satu yang milih rekasadana Manulife soalnya dia ini udah dari dulu banget ada. Bahkan bisa dibilang stabil. Meski return yang ditawarkan dikit tapi resikonya rendah. Bisa dijadiin investasi jangka panjang sih, jadi dianggap sebagai uang lewat dulu untuk saat ini. Biar kerasanya nanti setelah 7 tahun
Afif Dalma mengatakan…
investasi reksa dana memang perlu pertimbangan lebih, walaupun terlihat menggiurkan kita tetap harus memilih dengan hati-hati
Rani Retnosari Mantriana mengatakan…
Tahun ini rasanya aku mulai tertarik sama reksadana nih, tapi masih nyari tau infonya sih biar gak salah pilih, jadi baru tau poin-poin secara umum aja. Baca artikel ini jadi nambah pengetahuan ku tentang reksadana nih..
Indra DP mengatakan…
Tertarik juga mencoba investasi di Reksadana. Soalnya liat temenku yang mulai terjun di investasi tersebut.

Tapi mau mendalami dulu keuntungan dan kerugian dari investasi ini soalnya ini jenis investasi jangka panjang
Renayku mengatakan…
Saya baru kenalnya Reksadana Manulife. Malah no 1 belum kenal. Kudet sih saya ini sbenernya. Soalnya saya lebih merhatiin reksadana versi syariahnya hehe
Andrie K. mengatakan…
Aku belum pernah coba reksadana sih, masih belum paham terlalu dalam terkait sistemnya gimana-gimana, tapi sering liat banyak orang inves disini.. Perlu dicoba nih, penasaran banget