Sobat Receh, kalau minggu lalu kita bahas reksa dana pasar
uang yang stabil, kali ini kita akan bedah lebih dalam dengan informasi yang
lebih "hangat". Pasalnya, ada kabar penting dari Bank Indonesia yang
sangat memengaruhi kinerja reksa dana jenis ini.
Mari kita lihat data terbaru reksa dana pasar uang terbaik di Bibit per 18 Juli 2025, sambil saya tambahkan bumbu-bumbu analisis yang relevan.
Reksa dana pasar uang dikenal sebagai instrumen investasi yang paling stabil. Ini karena portofolionya fokus pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Dari data yang ada, semua reksa dana pasar uang mencatatkan kinerja positif. Berikut adalah yang paling unggul YTD (Year-to-Date):
- Sucorinvest Money Market Fund: Mencatatkan kinerja YTD sebesar 3.26%.
- Avrist Ada Kas Mutiara: Kinerjanya mencapai 3.04% YTD.
- Sucorinvest Sharia Money Market Fund: Menghasilkan 2.82% YTD.
Kinerja harian dan bulanan juga terlihat sangat stabil, mencerminkan pergerakan yang cenderung terus naik.
Reksadana |
1M |
3M |
YTD |
1Y |
3Y |
5Y |
10Y |
Last NAV |
Drawdown 1Y |
AUM |
Sucorinvest Money Market Fund |
0.50% |
1.50% |
3.26% |
5.96% |
14.26% |
26.72% |
79.35% |
1,892.14 |
-0.01% |
5.44T |
Avrist Ada Kas Mutiara |
0.42% |
1.38% |
3.04% |
5.59% |
15.59% |
24.16% |
N/A |
1,511.35 |
-0.00% |
211.97B |
Sucorinvest Sharia Money Market Fund |
0.42% |
1.29% |
2.82% |
5.58% |
13.99% |
25.56% |
N/A |
1,426.42 |
0.00% |
6.12T |
BRI Seruni Pasar Uang III |
0.44% |
1.35% |
2.93% |
5.57% |
14.29% |
23.67% |
57.63% |
1,809.25 |
-0.03% |
2.29T |
TRIM Kas 2 Kelas A |
0.43% |
1.36% |
2.99% |
5.52% |
14.89% |
24.65% |
66.19% |
1,953.31 |
0.00% |
5.77T |
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia |
0.45% |
1.38% |
2.95% |
5.42% |
15.23% |
23.87% |
N/A |
1,416.35 |
0.00% |
1.10T |
BRI Seruni Pasar Uang Syariah |
0.46% |
1.40% |
3.03% |
5.39% |
14.88% |
23.76% |
N/A |
1,370.09 |
-0.15% |
0.72T |
Trimegah Kas Syariah |
0.44% |
1.35% |
2.87% |
5.36% |
14.96% |
23.27% |
N/A |
1,467.05 |
0.00% |
1.28T |
Bahana Likuid Syariah Kelas G |
0.42% |
1.30% |
2.86% |
5.34% |
14.31% |
22.03% |
N/A |
1,239.33 |
0.00% |
1.10T |
Majoris Pasar Uang Indonesia |
0.45% |
1.36% |
2.92% |
5.27% |
14.90% |
23.91% |
N/A |
1,550.32 |
0.00% |
50.62B |
Faktor Kunci: Suku Bunga dan Kebijakan BI
Nah, ini dia bagian pentingnya. Kinerja reksa dana pasar uang sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga acuan, seperti BI-Rate, atau sekarang namanya BI 7-day (Reverse) Repo Rate.
Sederhananya, ketika suku bunga naik, imbal hasil deposito juga ikut naik, dan ini akan menguntungkan reksa dana pasar uang yang mayoritas portofolionya berisi deposito. Sebaliknya, saat suku bunga turun, imbal hasil produk ini juga akan tertekan.
Menariknya, pada Juli 2025, Bank Indonesia baru saja memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5.25%. Penurunan ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan seiring dengan tingkat inflasi yang terkendali.
Dengan adanya pemangkasan suku bunga ini, kita bisa melihat bahwa kinerja reksa dana pasar uang yang kita lihat di atas adalah hasil dari periode suku bunga yang masih relatif tinggi. Ke depannya, meskipun kinerja mungkin tidak se-agresif sebelumnya, reksa dana pasar uang tetap menjadi pilihan yang aman.
Drawdown Rendah, Keamanan Terjamin
Salah satu indikator yang tak kalah penting adalah drawdown. Angka ini menunjukkan kerugian maksimal yang pernah dialami suatu produk dalam satu periode.
Dari data yang tersedia, sebagian besar reksa dana pasar uang ini memiliki drawdown 1 tahun sebesar 0.00%. Ada juga yang sangat rendah seperti -0.01% hingga -0.15%. Angka ini menegaskan bahwa fluktuasi reksa dana pasar uang sangat minim, menjadikannya pilihan ideal untuk dana yang tidak boleh berkurang nilainya.
Pilih Sesuai Kebutuhan
Meskipun imbal hasilnya tidak sebesar reksa dana saham, reksa dana pasar uang menawarkan keamanan dan likuiditas yang tak tertandingi. Ini adalah instrumen yang tepat untuk:
- Dana Darurat: Uang yang harus selalu bisa diakses dan tidak boleh berkurang.
- Tabungan Jangka Pendek: Untuk rencana liburan, bayar DP rumah, atau kebutuhan lain dalam 1-2 tahun ke depan.
- Parkir Dana: Untuk "memarkir" uang sambil menunggu momentum yang tepat untuk investasi di instrumen lain.
Jadi, Sobat Receh, sekarang kalian sudah punya panduan lengkap. Pilihlah reksa dana sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu, ya!
0 Komentar