Receh.in— Harga saham emiten pertambangan emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau kompak menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (21/1/2026). Lonjakan ini terjadi di tengah lesunya pasar modal akibat sentimen negatif grup konglomerasi besar, menjadikan sektor industri dasar sebagai satu-satunya yang bertahan di zona hijau sementara sepuluh sektor lainnya jatuh ke zona merah.
Kenaikan harga saham emas didorong oleh meroketnya harga emas global yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) ke level US$4.700 per ons. Berdasarkan data BEI pukul 09.25 WIB, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,30% ke level 3.380, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 3,05% ke level 1.350.
Tensi Geopolitik Dorong Permintaan Safe Haven
Kenaikan harga emas dunia dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Greenland. Kondisi ini memperkuat permintaan investor terhadap aset lindung nilai (safe haven). Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan penguatan ini belum akan berhenti. Ia meramal harga emas dunia dapat menyentuh US5.000 per ons pada Februari mendatang.
Dikutip dari Katadata, Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin, menilai reli harga emas global ini memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten seperti ANTM, ARCI, hingga HRTA. Kenaikan harga emas dunia secara otomatis akan meningkatkan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) serta volume transaksi perseroan, yang pada akhirnya mempertebal margin keuntungan emiten.
Catatan untuk Saham EMAS dan Proyek Pani
Meski mayoritas saham emas menghijau, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terpantau tidak bergerak di level 6.500 pada perdagangan pagi ini. Namun, perlu dicatat bahwa saham EMAS telah melonjak signifikan sebesar 18,18% pada perdagangan hari sebelumnya. Analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati mengingat operasional perusahaan saat ini masih dalam fase konstruksi fasilitas pengolahan.
Analis mengingatkan adanya risiko keterlambatan atau pembengkakan belanja modal (CAPEX) pada Proyek Emas Pani sebelum tahap komersial dimulai. Meski demikian, target manajemen untuk memulai operasi pada kuartal pertama 2026 tetap menjadi katalis pertumbuhan yang menarik. Jika mitigasi risiko berjalan lancar, saham EMAS diprediksi masih memiliki ruang apresiasi dengan target harga di level 7.275.
0 Komentar