FlashNews

8/recent/ticker-posts

BlackRock hingga Mirae Borong Saham Batu Bara: ADRO, ITMG, dan PTBA Jadi Incaran

Daftar Isi [Tampilkan]

 


Lonjakan harga batu bara global kembali menarik perhatian investor institusi besar dunia. Sejumlah pemodal kakap seperti BlackRock hingga Mirae Asset Financial Group tercatat menambah kepemilikan pada saham-saham batu bara Indonesia.

Aksi akumulasi ini terjadi ketika harga batu bara global kembali menguat tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global. Situasi tersebut mendorong sejumlah negara mempertimbangkan kembali penggunaan batu bara sebagai sumber energi alternatif di tengah mahalnya minyak dan gas.

Akibatnya, saham-saham batu bara di Indonesia seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) kembali menjadi incaran investor global.

 

Harga Batu Bara Kembali Bullish

Katalis utama meningkatnya minat investor terhadap saham batu bara adalah lonjakan harga komoditas tersebut di pasar global.

Kontrak berjangka batu bara Newcastle—yang menjadi patokan harga batu bara di Asia—melonjak hingga sekitar US$150 per ton, naik lebih dari 9% dalam satu hari. Ini merupakan level tertinggi sejak akhir 2024.

Lonjakan tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan tajam harga energi lain:

  • Harga minyak mentah mendekati US$120 per barel
  • Harga gas alam Eropa sempat melonjak hingga 30%
  • Harga spot gas alam Asia bahkan berlipat ganda dalam sepekan

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat pasar khawatir terhadap stabilitas pasokan minyak dan gas, sehingga batu bara kembali dipandang sebagai sumber energi alternatif yang relatif lebih stabil.

 

Investor Global Tambah Kepemilikan Saham Batu Bara

Seiring kenaikan harga batu bara, sejumlah investor institusi global mulai menambah kepemilikan saham pada emiten batu bara Indonesia.

Akumulasi saham ADRO

Di saham ADRO, beberapa investor besar tercatat melakukan pembelian sepanjang Maret 2026.

  • BlackRock menambah 1,43 juta saham
    • Total kepemilikan menjadi 506,87 juta saham
  • Mirae Asset Financial mengakumulasi 26,96 juta saham
    • Total kepemilikan menjadi 139,48 juta saham

Langkah ini menunjukkan minat investor terhadap perusahaan batu bara yang memiliki diversifikasi bisnis energi. 

Pembelian saham PTBA

Aksi akumulasi juga terjadi pada saham PTBA.

  • BlackRock membeli 1,42 juta saham
    • Total kepemilikan menjadi 230,05 juta saham
  • Mirae Asset Financial membeli 26,80 juta saham
    • Kepemilikan naik menjadi 119,36 juta saham
  • WisdomTree menambah 193.600 saham
  • American Century menambah 170.900 saham

Secara total, sejumlah investor institusi global kini menguasai puluhan hingga ratusan juta saham PTBA.

Penambahan saham ITMG

Pada saham ITMG, aktivitas pembelian juga terlihat meski dalam skala lebih kecil.

  • BlackRock menambah 140.759 saham
    • Total kepemilikan menjadi 18,68 juta saham

Selain itu, Mirae Asset juga tercatat meningkatkan kepemilikan saham perusahaan ini.

 

Analis Lebih Favoritkan ITMG Dibanding PTBA

Seiring perubahan dinamika pasar energi global, sejumlah lembaga riset mulai menyesuaikan pandangannya terhadap saham batu bara Indonesia.

JPMorgan Chase menaikkan peringkat saham ITMG menjadi overweight dari sebelumnya neutral. Sementara itu, rating PTBA dinaikkan menjadi neutral dari sebelumnya underweight.

Beberapa alasan utama analis lebih menyukai ITMG antara lain:

  • Eksposur tinggi terhadap batu bara kalori tinggi (high-CV)
  • Sebagian harga jual terkait dengan indeks Newcastle
  • Pola pembagian dividen dua kali setahun

Target harga ITMG bahkan dipatok sekitar Rp32.100 per saham, tertinggi di antara konsensus analis.

Sementara itu, target harga PTBA dinaikkan menjadi sekitar Rp2.910 per saham.

 

Faktor Dividen Juga Jadi Daya Tarik

Selain potensi kenaikan harga batu bara, faktor dividen juga menjadi pertimbangan penting bagi investor institusi.

ITMG misalnya dikenal memiliki kebijakan dividen yang menarik. Perusahaan biasanya membagikan dividen interim dan dividen final setiap tahun, sehingga investor berpotensi mendapatkan dua kali aliran kas dari saham ini.

Estimasi analis menunjukkan dividen interim ITMG pada September 2026 berpotensi memberikan dividend yield sekitar 8%, jika kinerja semester pertama meningkat seiring kenaikan harga batu bara.

Sebaliknya, PTBA memiliki pola pembagian dividen tahunan sehingga kenaikan laba akibat harga batu bara yang tinggi kemungkinan baru tercermin pada dividen tahun berikutnya.

 

Apa Artinya bagi Investor?

Aksi beli investor global terhadap saham batu bara Indonesia memberi sinyal bahwa sektor ini kembali menarik dalam jangka pendek.

Beberapa faktor utama yang mendukung sentimen positif antara lain:

  • Lonjakan harga energi global
  • Risiko geopolitik yang meningkatkan permintaan batu bara
  • Potensi dividen tinggi dari emiten batu bara
  • Fundamental perusahaan yang relatif kuat

Namun, investor juga perlu memahami bahwa harga batu bara sangat dipengaruhi oleh siklus komoditas dan dinamika geopolitik global.

Karena itu, meskipun saham batu bara berpotensi memberikan keuntungan besar ketika harga komoditas naik, strategi investasi tetap perlu mempertimbangkan volatilitas sektor ini dalam jangka panjang.

Posting Komentar

0 Komentar