FlashNews

8/recent/ticker-posts

Jelang Musim Dividen 2026, Saham ITMG Melonjak 25% dan Diborong BlackRock hingga Mirae Asset

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Pergerakan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk semakin menarik perhatian investor menjelang musim pembagian dividen 2026. Saham dengan kode ITMG tercatat melesat tajam di Bursa Efek Indonesia sepanjang Maret 2026.

Dalam satu bulan terakhir, harga saham ITMG melonjak lebih dari 25%, dari kisaran Rp22.000 menjadi sekitar Rp27.000 per saham. Lonjakan ini terjadi di tengah aksi akumulasi oleh sejumlah investor institusi global.

 

BlackRock dan Mirae Asset Tambah Kepemilikan

Berdasarkan data Bloomberg per Selasa (10/3/2026), raksasa investasi global BlackRock Inc. tercatat meningkatkan kepemilikan saham ITMG.

Jumlah saham yang dimiliki BlackRock naik dari 18,53 juta lembar pada akhir Februari 2026 menjadi 18,63 juta lembar pada awal Maret.

Aksi serupa juga dilakukan oleh Mirae Asset Financial Group, yang menambah kepemilikan saham ITMG secara signifikan. Kepemilikan mereka meningkat dari 9,76 juta lembar menjadi 12,02 juta lembar dalam periode yang sama.

Pergerakan investor institusi ini memperkuat sentimen positif terhadap saham ITMG menjelang agenda pembagian dividen.

 

JP Morgan Naikkan Rekomendasi

Sentimen positif terhadap saham ITMG juga datang dari JPMorgan Chase yang baru-baru ini menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi buy.

JP Morgan menetapkan target harga Rp32.100 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini.

Meski demikian, konsensus analis masih relatif berhati-hati. Dari 27 sekuritas yang meliput saham ITMG:

  • 16 analis merekomendasikan hold
  • 8 analis merekomendasikan buy
  • 3 analis merekomendasikan sell

Konsensus target harga saham ITMG dalam 12 bulan ke depan berada di sekitar Rp24.257 per saham.

 

Kinerja 2025 Tertekan Harga Batu Bara

Di balik pergerakan harga saham yang menguat, kinerja keuangan ITMG sepanjang 2025 justru mengalami tekanan akibat melemahnya harga batu bara global.

Harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batu bara ITMG turun dari US$96 per ton pada 2024 menjadi US$76 per ton pada 2025, atau turun sekitar 20,83% secara tahunan.

Penurunan harga tersebut membuat kinerja pendapatan perusahaan ikut tertekan, meskipun produksi dan volume penjualan meningkat.

Sepanjang 2025:

  • Produksi batu bara naik 5% YoY
  • Volume penjualan meningkat 3% YoY

Namun penurunan harga batu bara membuat kinerja keuangan tetap terkoreksi.

Berdasarkan laporan keuangan audit 2025:

  • Pendapatan bersih: US$1,88 miliar (turun 18,35% YoY)
  • Laba bersih: US$190,94 juta (turun 48,96% YoY) dari US$374,12 juta pada 2024

Pendapatan terbesar ITMG berasal dari pasar ekspor, terutama Tiongkok dan Jepang. Sementara penjualan domestik hanya mencapai US$339 juta, turun sekitar 25% YoY.

 

Neraca Masih Kuat dan Dividen Dinanti

Meski laba turun, kondisi neraca perusahaan masih relatif solid. Per akhir 2025, ITMG mencatat:

  • Total aset: US$2,4 miliar
  • Liabilitas: US$497,73 juta
  • Ekuitas: sekitar US$1,9 miliar

Investor kini menanti keputusan pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026.

Analis dari RHB Sekuritas Indonesia menilai daya tarik utama saham ITMG masih terletak pada potensi dividen yang besar, didukung oleh arus kas operasional yang kuat serta posisi kas bersih yang solid.

Dengan kombinasi potensi dividen tinggi, aksi akumulasi investor institusi global, serta momentum harga komoditas energi, saham ITMG tetap menjadi salah satu emiten tambang yang banyak dipantau investor menjelang musim dividen 2026.

 

Posting Komentar

0 Komentar