Ticker

4/recent/ticker-posts

Kredit Bank Permata (BNLI) Tumbuh 5,5% Jadi Rp163,3 Triliun di 2025, Sektor Manufaktur Jadi Motor Utama

Daftar Isi [Tampilkan]

 

PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp163,3 triliun hingga 31 Desember 2025, atau tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp154,9 triliun.

Dengan demikian, secara nominal kredit perseroan meningkat sekitar Rp8,4 triliun sepanjang 2025. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pembiayaan pada sektor manufaktur.

Paparan tersebut disampaikan dalam acara Permata Bank Public Expose 2026 yang digelar pada Kamis (12/3). Dalam agenda tersebut hadir Direktur Utama Meliza M. Rusli, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Rudy Basyir Ahmad, serta Chief Economist Permata Bank Josua Pardede.

 

Segmen Korporasi Masih Mendominasi

Berdasarkan segmen bisnis, penyaluran kredit Permata Bank masih didominasi oleh segmen korporasi.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Korporasi: Rp99,6 triliun (61,0% dari total kredit), tumbuh 11,2%
  • Konsumer: Rp42,8 triliun (26,2%), turun 4,2%
  • Komersial: Rp20,2 triliun (12,3%), tumbuh 1,8%

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit perseroan pada 2025 terutama berasal dari pembiayaan kepada perusahaan besar, sementara segmen konsumer mengalami sedikit penurunan.

 

Sektor Manufaktur Jadi Penyumbang Terbesar

Dilihat dari sektor ekonomi, portofolio kredit terbesar Bank Permata berasal dari sektor manufaktur dengan porsi 28,3% dari total kredit.

Selain manufaktur, komposisi sektor kredit lainnya meliputi:

  • Personal loan: 22,9%
  • Perantara keuangan: 9,7%
  • Layanan lainnya: 8,2%
  • Konstruksi dan real estate: 8,1%
  • Perdagangan wholesale & retail: 7,9%
  • Pertambangan: 6,5%
  • Sektor lainnya: 8,4%

Sepanjang 2025, sektor manufaktur menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan 52,9%.

Pertumbuhan kuat juga terjadi pada:

  • Konstruksi dan real estate: naik 44,0%
  • Layanan lainnya: naik 22,9%
  • Pertambangan: naik 1,5%

 

Kinerja Keuangan Tetap Solid

Selain pertumbuhan kredit, kinerja keuangan Permata Bank juga menunjukkan peningkatan.

Beberapa indikator utama pada 2025 antara lain:

  • Total aset: Rp268,3 triliun (naik 3,6% YoY)
  • Dana pihak ketiga (DPK): Rp192,8 triliun (naik 3,9%)
  • Rasio CASA: 63,9% dari total DPK
  • Laba bersih: Rp3,6 triliun (naik 0,6%)

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 34,6%, yang menjadi salah satu yang tertinggi di industri perbankan nasional.

Sementara itu:

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 84,5%
  • Loan at Risk (LAR): 6,3%
  • LAR Coverage: 118%

 

Strategi Pertumbuhan ke Depan

Ke depan, PT Bank Permata Tbk menargetkan penguatan posisinya sebagai bank universal di Indonesia yang mampu menghadirkan pertumbuhan berkelanjutan.

Strategi tersebut dilakukan melalui:

  • penguatan franchise dana dan wealth management,
  • pengembangan transaction banking,
  • peningkatan kepuasan pelanggan melalui Net Promoter Score (NPS).

Selain itu, bank juga akan memperdalam kemitraan ekosistem korporasi dengan memanfaatkan jaringan induk usaha, yaitu Bangkok Bank.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis, terutama pada sektor manufaktur dan konstruksi, yang menjadi motor ekspansi kredit Permata Bank.

 

Posting Komentar

0 Komentar