FlashNews

8/recent/ticker-posts

Penjualan PT Dharma Polimetal (DRMA) Tembus Rp5,9 Triliun, Ekspansi ke EV Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Emiten manufaktur komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) berhasil mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Di tengah kondisi industri otomotif domestik yang penuh tantangan, perusahaan mampu membukukan penjualan hingga Rp5,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan daya tahan bisnis DRMA di tengah perlambatan pasar kendaraan nasional. Strategi diversifikasi produk serta ekspansi ke segmen baru menjadi faktor penting yang menopang kinerja perseroan.

 

Penjualan DRMA Tumbuh Saat Industri Otomotif Melambat

Sepanjang 2025, DRMA mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 8% secara tahunan. Capaian ini dinilai cukup impresif karena kinerja industri otomotif domestik justru mengalami pelemahan.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh strategi perusahaan dalam memperluas lini produk dan menjangkau berbagai segmen pasar.

Dari sisi kontribusi bisnis, segmen kendaraan roda dua masih menjadi pilar utama.

Segmen Bisnis

Kontribusi Penjualan

Roda dua (2W)

62%

Roda empat (4W)

38%

Segmen roda empat sempat mengalami perlambatan akibat penurunan penjualan kendaraan di pasar domestik. Namun, tren pemulihan mulai terlihat sejak kuartal III 2025, yang memberi sinyal positif bagi kinerja perusahaan ke depan.

 

Laba Bersih Tembus Rp664 Miliar

Kinerja penjualan yang solid turut mendorong pertumbuhan profitabilitas perusahaan.

Pada 2025, DRMA mencatat laba bersih sebesar Rp664,4 miliar. Setelah penyesuaian negative goodwill, laba bersih tercatat sekitar Rp613,5 miliar.

Capaian ini mencerminkan stabilitas bisnis inti perusahaan yang masih kuat, terutama dalam produksi komponen otomotif untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

 

Strategi Ekspansi lewat Akuisisi Perusahaan Manufaktur

Untuk memperkuat portofolio bisnis, PT Dharma Polimetal Tbk melakukan ekspansi melalui akuisisi.

Pada akhir November 2025, perseroan mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia dengan nilai sekitar Rp41 miliar.

Akuisisi ini memiliki beberapa tujuan strategis:

  • meningkatkan kapasitas manufaktur komponen otomotif
  • memperluas lini produk kendaraan roda empat
  • memperkuat rantai pasok industri otomotif

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang DRMA untuk meningkatkan daya saing di industri manufaktur otomotif nasional.

 

Mulai Masuk ke Ekosistem Kendaraan Listrik

Selain fokus pada bisnis otomotif konvensional, DRMA juga mulai memperluas peluang di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Beberapa produk yang dikembangkan perusahaan antara lain:

  • Auxiliary battery lithium 12V
    • varian 12V 6Ah
    • varian 12V 3,5Ah
  • Battery Energy Storage System (BESS) untuk sistem penyimpanan energi

Produk baterai ini dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor energi dan kendaraan listrik (EV).

Langkah ini sejalan dengan tren transformasi industri otomotif global yang semakin mengarah pada elektrifikasi kendaraan.

 

Target Kinerja DRMA 2026

Melihat kinerja yang positif pada 2025, manajemen DRMA menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada 2026.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi utama:

  • peluncuran produk komponen baru
  • ekspansi pasar domestik dan internasional
  • penguatan kapabilitas manufaktur
  • pengembangan produk untuk ekosistem EV

Dengan strategi diversifikasi dan inovasi produk, DRMA optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi kompetitifnya di industri otomotif Indonesia.

Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk pada 2025 menunjukkan bahwa strategi diversifikasi dapat menjadi kunci bertahan di tengah siklus industri otomotif yang fluktuatif. Dengan ekspansi manufaktur, akuisisi perusahaan baru, serta pengembangan teknologi baterai untuk kendaraan listrik, DRMA berpeluang membuka sumber pertumbuhan baru di masa depan.

 

Posting Komentar

0 Komentar