Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Mayoritas indeks sektoral Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 0,75% ke level 6.146.

Sektor energi menjadi pemberat utama. IDXENERGY anjlok 1,57%, terutama karena tekanan dari dua saham berkapitalisasi besar, yakni PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang jatuh 6,69% dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang turun 3%.

Di tengah tekanan luas itu, IDXFINANCE menjadi satu-satunya indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau, meski penguatannya sangat tipis hanya 0,02%.

Ringkasan
  • IHSG ditutup melemah 0,75% ke 6.146.
  • IDXENERGY turun paling dalam sebesar 1,57%, tertekan BYAN dan DSSA.
  • IDXFINANCE menjadi satu-satunya sektor yang menguat, naik tipis 0,02%.
-1,57% IDXENERGY
-6,69% BYAN
-3,00% DSSA
+0,02% IDXFINANCE

Sektor Energi Jadi Pemberat Utama

IDXENERGY mencatat penurunan terdalam di antara indeks sektoral dengan pelemahan 1,57%.

Tekanan terbesar datang dari BYAN yang turun 6,69% ke level 12.550. Saham ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp418 triliun, menjadikannya emiten terbesar di sektor energi berdasarkan data yang dirujuk IPOT.

DSSA juga ikut menekan sektor setelah turun 3% ke level 1.130. Kapitalisasi pasarnya disebut sekitar Rp217 triliun, terbesar kedua di IDXENERGY.

Saham Perubahan Harga Penutupan Kapitalisasi Pasar
BYAN -6,69% 12.550 Rp418 triliun
DSSA -3,00% 1.130 Rp217 triliun
UNIQ -6,50% — —

Karena BYAN dan DSSA memiliki bobot kapitalisasi yang besar di sektor energi, pergerakan keduanya memberi dampak lebih besar terhadap indeks dibanding saham dengan kapitalisasi jauh lebih kecil.

Siklikal hingga Infrastruktur Ikut Melemah

Tekanan tidak berhenti di sektor energi. IDXCYCLIC turun 1,21% dan IDXBASIC melemah 1,15%.

Di sektor siklikal, VKTR turun 0,74% ke 670, sedangkan MGLV terkoreksi 4,49% ke 13.300. Saham dengan penurunan terdalam di sektor ini adalah MDIA sebesar 9,2% dan KDTN 7,6%.

Sementara di sektor barang baku, INTD turun 10,9% dan TALF melemah 3,8%.

Indeks Sektoral Perubahan Saham Tertekan
IDXENERGY -1,57% BYAN, UNIQ, DSSA
IDXCYCLIC -1,21% MDIA, KDTN, MGLV
IDXBASIC -1,15% INTD, TALF
IDXINDUST -1,12% FOLK, BACH
IDXTRANS -0,87% TAXI, BLTA
IDXINFRA -0,85% ASLI, BALI

IDXPROPERT turun 0,7%, dengan UANG dan ROCK menjadi saham yang mengalami koreksi terdalam. IDXTECHNO turun 0,49%, sedangkan IDXNONCYC dan IDXHEALTH masing-masing melemah 0,37% dan 0,07%.

IDXFINANCE Satu-satunya Sektor yang Hijau

Di tengah pelemahan hampir seluruh sektor, IDXFINANCE justru ditutup naik tipis 0,02%.

Penguatan ini terjadi meski BBCA, saham dengan kapitalisasi terbesar di sektor keuangan, turun 0,82% ke 6.050.

Penahan tekanan datang dari BBRI yang naik 0,96% ke 3.140 dan DNET yang menguat 0,25% ke 9.975.

Saham Keuangan Perubahan Harga
BBCA -0,82% 6.050
BBRI +0,96% 3.140
DNET +0,25% 9.975
ASMI +33,3% ARA
BBKP +4,8% —

ASMI menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di sektor keuangan setelah menyentuh ARA sebesar 33,3%, sementara BBKP naik 4,8%.

Garis bawah: pelemahan IHSG hari ini bersifat cukup luas, tetapi tekanan paling berat datang dari sektor energi. BYAN dan DSSA menjadi pemberat besar karena kombinasi penurunan harga dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Sektor keuangan menjadi pengecualian, meski penguatannya hanya tipis.

FAQ Indeks Sektoral 7 Oktober 2026

Berapa penutupan IHSG pada 7 Oktober 2026?
IHSG ditutup turun 0,75% ke level 6.146.
Sektor apa yang turun paling dalam?
IDXENERGY turun paling dalam sebesar 1,57%.
Saham apa yang paling menekan sektor energi?
BYAN turun 6,69% ke 12.550 dan DSSA turun 3% ke 1.130. Keduanya memiliki kapitalisasi pasar terbesar di IDXENERGY berdasarkan data yang dirujuk IPOT.
Sektor apa yang masih menguat?
IDXFINANCE menjadi satu-satunya indeks sektoral yang ditutup menguat, naik tipis 0,02%.
Bagaimana kinerja BBCA dan BBRI?
BBCA turun 0,82% ke 6.050, sedangkan BBRI naik 0,96% ke 3.140.
Sumber: Data IPOT/Ipotnews mengenai kinerja indeks sektoral dan saham pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Catatan: Penurunan saham dengan kapitalisasi besar dapat memberi dampak lebih besar terhadap indeks sektoral, tetapi artikel ini tidak menyimpulkan bahwa satu atau dua saham menjadi satu-satunya penyebab perubahan indeks.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Pergerakan indeks sektoral dan harga saham dapat berubah pada perdagangan berikutnya.