Ticker

6/recent/ticker-posts

Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di Malaysia


Kabar buruk datang dari Malaysia terkait dengan peningkatan kasus Covid-19. Pada Rabu (19/5) dilaporkan ada 6.075 kasus Covid-19 baru, suatu peningkatan harian terbesar sejak pandemi dimulai.

Media SCMP melaporkan bahwa negara bagian terkaya, Selangor, menyumbang lebih dari sepertiga beban kasus di 2.251 infeksi. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah dalam sebuah kicauan di Twitter.

Laporan peningkatan kasus ini membawa tekanan lebih besar kepada pemerintah untuk melakukan tindakan lebih banyak, meskipun pembatasan perjalanan sudah dijalankan bulan ini.

Selain itu, jumlah kematian akibat virus korona harian di Malaysia dalam dua minggu terakhir telah melonjak ke rekor di tengah deteksi varian baru. Selangor telah memimpin lonjakan infeksi harian pada Mei, memicu seruan untuk penutupan penuh negara bagian yang merupakan rumah bagi bisnis termasuk produsen sarung tangan karet top dunia.

Namun, pihak berwenang di Selangor mengatakan penguncian total tidak diperlukan karena tingkat infektivitas di negara bagian itu bukan yang tertinggi di negara itu, menurut Dzulkefly Ahmad, kepala gugus tugas Covid negara bagian pada sebuah pengarahan pada Rabu.

Selangor telah mulai melakukan pemeriksaan massal bulan ini, dan sedang berusaha membeli suntikannya sendiri terlepas dari peluncuran vaksin nasional.

Malaysia juga berjuang dengan lambatnya inokulasi, dan kurang dari 3 persen populasinya telah divaksinasi penuh. Kasus harian dapat melebihi 8.000 pada bulan Juni jika orang tidak mematuhi aturan penguncian, menurut pemodelan data terbaru kementerian kesehatan.

Perkembangan Kasus Covid-19 di Malaysia

Padahal, sebelumnya Malaysia dinilai cukup berhasil menahan laju perkembangan virus korona karena bertindak cepat dengan melakukan penguncian wilayah. Pada Maret 2020 Malaysia melakukan karantina wilayah saat kasus Covid-19 belum sampai 1.000 kasus. 

Untuk kasus kali ini, pejabat tinggi pemerintah Malaysia disebut masih berselisih soal apakah akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat atau lockdown nasional. Langkah itu dipertimbangkan setelah dalam 2 minggu terakhir kasus infeksi baru tidak juga mereda. 

Peningkatan kasus kali ini dsebut sebagai gelombang ketiga, terjadi setelah kasus di India melonjak tajam beberapa waktu lalu. 



Posting Komentar

0 Komentar