Ticker

6/recent/ticker-posts

Laba TBLA Naik 130% Kuartal I/2021

Receh.in - Emiten kelapa sawit PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berhasil mencatat kinerja positif pada triwulan pertama tahun ini. Pendapatan usaha naik 26%, sedangkan laba bersih melaju 130%.

Berdasarkan Laporan keuangan TBLA yang dirilis Senin (28/6), pada kuartal I/2021, pendapatan usaha TBLA sebanyak Rp3,49 triliun, naik 26,44% (yoy) dibandingkan pendapatan usaha TBLA Kuartal I/2020 sebesar Rp2,76 triliun.

Mayoritas pendapatan usaha TBLA berasal dari segmen pabrikasi sebesar Rp 4,84 triliun, diikuti pendapatan segmen perkebunan Rp 226,36 miliar. Seluruh pendapatan ini kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar Rp 1,57 triliun.

Adapun beban pokok penjualan TBLA tercatat Rp2,77 triliun pada kuartal I/2021 atau naik 31,27% (yoy).

Kinerja Saham TBLA


Laba kotor TBLA per akhir kuartal I/2021 adalah Rp721,41 miliar, tumbuh 10,76% (yoy) dari realisasi kuartal I/2020 sebesar Rp 651,30 miliar.

Beban umum dan administrasi TBLA naik 13,01% (yoy) dari Rp98,66 miliar pada kuartal I-2020 menjadi Rp 111,50 miliar pada kuartal I-2021. 

Beban penjualan TBLA juga naik 41,64% (yoy) dari Rp65,56 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp 92,86 miliar.

TBLA juga mengalami kenaikan beban bunga dan beban keuangan lainnya sebesar 17,62% (yoy) dari Rp176,98 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp 208,18 miliar pada kuartal I/2021.

TBLA mampu menekan kerugian selisih kurs mata uang asing sebesar 72,47% (yoy) dari Rp171,31 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp47,14 miliar pada kuartal I/2021.

Peta Perkebunan TBLA


TBLA meraup laba sebelum pajak sebesar Rp 253,40 miliar pada kuartal I-2021 atau naik 105,51% (yoy) dibandingkan laba sebelum pajak TBLA pada kuartal I-2020 sebesar Rp 123,30 miliar.

Adapun laba bersih teratribusikan kepada pemilik entitas induk TBLA hingga kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp 194,38 miliar atau melesat 130,14% (yoy) dibandingkan laba bersih perusahaan pada kuartal I-2020 sebesar Rp 84,46 miliar.

Hingga akhir kuartal I/2021, jumlah aset TBLA mencapai Rp 19,63 triliun atau tumbuh 1,02% dibandingkan jumlah aset perusahaan di akhir tahun 2020 sebesar Rp 19,43 triliun.

Jumlah liabilitas TBLA pada kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp 13,54 triliun sedangkan jumlah ekuitas emiten ini berada di level Rp 6,08 triliun.

Kinerja Keuangan TBLA (Rupiah)

INCOME STATEMENT

ANLZ 2021

[3M] 2021

3M 2020

3M 2019

3M 2018

3M 2017

Revenue

14.0T

3.5T

2.8T

2.2T

2.1T

2.2T

Gross Profit

2.9T

721.4M

651.3M

519.7M

534.6M

531.0M

Operating Profit

2.1T

517.0M

496.1M

394.3M

398.2M

385.6M

Net.Profit

777.5M

194.4M

84.5M

203.2M

202.3M

275.6M

EBITDA

2.6T

653.6M

623.4M

511.9M

516.6M

490.3M

Interest Expense

832.7M

208.2M

177.0M

137.9M

112.5M

58.0M

Keterangan: 

M = Miliar

T = Triliun

Profil Singkat TBLA

Tunas Baru Lampung didirikan pada 1973, dan menjadi bagian dari Sungai Budi Group, salah satu perintis industri pertanian di Indonesia yang didirikan pada 1947. 

Saat ini, Sungai Budi Group merupakan salah satu pabrikan dan distributor produk konsumen berbasis pertanian yang diklaim sebagai terbesar di Indonesia.

Tunas Baru Lampung mulai beroperasi di Lampung pada 1975 dan sejak itu telah berkembang menjadi salah satu produsen minyak goreng besar.

Tunas Baru Lampung listing di Bursa Efek Jakarta pada 14 Februari 2000.

Saat ini 28,08 persen saham TBLA dipegang oleh PT Sungai Budi, 27,19 persen dipegang PT Budi Delta Swakarya, 44,65 persen digenggam publik, dan 0,1 persen lain-lain.

DEWAN KOMISARIS

  • Santoso-Wijayasantoso Winata - Presiden Komisaris
  • Oey, Albert - Komisaris
  • Justinus Aditya Sidharta - Komisaris Independen

DEWAN DIREKSI

  • Widarto - Presiden Direktur
  • Sudarmo Tasmin - Wakil Presiden Direktur
  • Oey, Alfred - Direktur
  • Djunaidi Nur - Direktur
  • Mawarti Wongso - Direktur
  • Chin Poh Peng - Direktur
  • Murugaiah Periasamy - Direktur 

Anak usaha PT Sungai Budi

-PT Budi Starch & Sweetener Tbk (25,03%)
-PT Tunas Baru Lampung (26,49%)

Anak usaha PT Budi Starch & Sweetener Tbk

-PT Associated British Budi (50,1%)
-PT Budi Lumbung Ciptatani (99,98%)
-Budi Starch & Sweetener Singapore (100%)

Anak usaha PT Tunas Baru Lampung

-PT Adi Karya Gemilang (99,8%)
-PT Agro Bumi Mas (90%)
-PT Bangun Nusa Indah Lampung (99,99%)
-PT Bangun Tata Lampung Asri (99,71%)
-PT Budi Dwidaya Perkasa (99,99%)
-PT Budi Nusa Cipta Wahana (98%)
-PT Bumi Perkasa Gemilang (73,94%)
-PT Bumi Sentosa Abadi (99,97%)
-PT Dinamika Graha Sarana (29,41%)
-PT Samora Usaha Jaya (99,23%)
-PT Solusi Jaya Perkasa (90%)
-PT Surya Andalan Primatama (90%)

Posting Komentar

0 Komentar