Ticker

8/recent/ticker-posts

Reksa Dana Terbaik di Bibit YTD Hingga 31 Mei 2022


Receh.in - Reksa dana Sucorinvest Equity Fund menjadi produk investasi kolektif yang dijual di Bibit dengan return tertinggi selama 2022 hingga 31 Mei 2022.

Reska dana saham ini memberikan imbal hasil sebesar 16,38% year to date (ytd), dan 29,72% dalam setahun ke belakang.

Moncernya kinerja saham sejumlah emiten besar turut membawa berkah bagi investor yang memegang reksa dana ini. Contohnya saham PGAS yang naik 28,57% ytd. Lebih lengkap lihat uraian di bawah.

Sementara itu di posisi kedua ada reksa dana BNP Paribas Sri Kehati yang memberikan keuntungan 15,60% ytd dan 22,72% dalam setahun. Diikuti BNI-AM Indeks IDX30 dengan return ytd sebesar 14,73%, Avrist Ada Saham Blue Safir (14,51%), dan Avrist IDX30 (14,43%).

Secara umum reksa dana saham unggul dibandingkan dengan jenis reksa dana lain, termasuk reksa dana campuran.

Berikut adalah daftar 29 reksa dana saham di Bibit sekaligus jadi daftar terunggul dari sisi kinerja ytd. Namun kita hanya akan membahas 5 reksa dana terbaik saja secara kinerja.


Daftar Reksa Dana Terbaik YTD

Reksa Dana 1M 3M YTD 1Y 3Y

SUCORINVEST EQUITY FUND

2.96%

15.38%

16.38%

29.72%

33.51%

BNP PARIBAS SRI KEHATI

-2.11%

8.89%

15.60%

22.72%

8.06%

BNI-AM INDEKS IDX30

-2.88%

8.21%

14.73%

20.76%

6.57%

AVRIST ADA SAHAM BLUE SAFIR

-1.84%

9.57%

14.51%

21.64%

11.46%

AVRIST IDX30

-2.74%

8.24%

14.43%

20.60%

8.40%

PRINCIPAL INDEX IDX30 KELAS O

-3.04%

8.03%

14.40%

20.25%

3.01%

BAHANA PRIMAVERA 99 KELAS G

-1.10%

9.98%

13.65%

18.25%

N/A

BNI-AM MAHOGANY

-0.74%

10.91%

13.31%

20.45%

7.68%

TRIM KAPITAL

-4.10%

7.23%

11.87%

21.79%

15.55%

TRIM KAPITAL PLUS

-4.66%

7.26%

11.55%

21.16%

22.99%

SUCORINVEST MAXI FUND

4.47%

10.29%

11.03%

15.78%

25.79%

EASTSPRING INVESTMENTS VALUE DISCOVERY..

-4.57%

6.74%

10.99%

16.35%

14.70%

DANAREKSA MAWAR KONSUMER 10 KELAS A

-3.34%

7.29%

10.29%

13.33%

-5.49%

MANULIFE SYARIAH SEKTORAL AMANAH KELAS..

-0.19%

9.56%

10.19%

12.88%

8.64%

BATAVIA DANA SAHAM SYARIAH

-1.73%

9.11%

10.03%

12.67%

-0.67%

BNP PARIBAS EKUITAS

-3.18%

7.50%

9.78%

13.08%

-0.27%

BNI-AM DANA SAHAM INSPIRING EQUITY FUN..

-2.25%

6.36%

9.74%

14.23%

0.97%

DANAREKSA INDEKS SYARIAH

-0.59%

7.77%

9.68%

8.46%

-8.11%

BATAVIA DANA SAHAM

-3.20%

6.97%

9.57%

12.81%

2.50%

TRAM INFRASTRUCTURE PLUS

-3.73%

4.99%

9.27%

13.19%

0.05%

TRAM CONSUMPTION PLUS KELAS A

-3.17%

6.44%

8.92%

12.52%

5.24%

BNP PARIBAS INFRASTRUKTUR PLUS

-4.18%

5.42%

8.61%

11.32%

-4.53%

SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND

1.51%

7.85%

8.21%

10.93%

34.87%

BNP PARIBAS PESONA SYARIAH

-1.36%

6.76%

7.41%

10.14%

3.34%

MANULIFE DANA SAHAM KELAS A

-2.46%

4.86%

7.28%

15.37%

4.41%

BNP PARIBAS PESONA

-3.79%

5.84%

7.24%

10.05%

-2.51%

MANDIRI INVESTA ATRAKTIF-SYARIAH

-0.15%

7.86%

7.22%

3.35%

-19.97%

SCHRODER 90 PLUS EQUITY FUND

-2.92%

6.95%

7.02%

10.70%

-1.79%

SUCORINVEST EQUITY FUND

-2.59%

5.20%

6.98%

4.58%

-12.79%

 

1. SUCORINVEST EQUITY FUND

Kinerja Sucorinvest Equity Fund ditopang oleh sejumlah saham yang paling banyak dipegang (top holdings). Sebagai catatan, reksa dana diwajibkan men-declare 10 efek yang paling banyak dipegang.

Berikut adalah top holdings reksa dana Sucorinvest Equity Fund per 31 Mei 22 

Saham

Kinerja ytd

PGAS - Perusahaan Gas Negara Tbk.

28,57%

PTBA - Bukit Asam Tbk.

69,66%

BBTN - Bank Tabungan Negara (Persero)

-5,56%

ASII - Astra International Tbk.

28,38%

ADRO - Adaro Energy Indonesia Tbk.

37,97%

UNTR - United Tractors Tbk.

43,41%

TINS - Timah Tbk.

29,25%

MYOH - Samindo Resources Tbk.

-1,71%

MFIN - Mandala Multifinance Tbk.

23,42%   

GGRM - Gudang Garam Tbk.

2,69%


Reksa dana besutan manajer investasi (MI) PT Sucorinvest Asset Management ini diluncurkan pertama kali pada Mei 2012. 

Tujuan utama reksa dana ini adalah untuk memberikan apresiasi modal dan tingkat keuntungan yang optimal dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pertumbuhan pasar modal Indonesia. 

Kebijakan investasi Sucorinvest Equity Fund adalah melakukan investasi dengan komposisi portofolio investasi minimum 80% dan maksimum sebesar 100% pada saham di Bursa Efek di Indonesia, dengan minimum 60% dari akan diinvestasikan pada saham-saham LQ 45.

Kedua, minimum sebesar 0% dan maksimum sebesar 20% pada Instrumen pasar uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Indeks LQ45 sendiri secara ytd higga 31 Mei memberikan return sebesar 12,03%. Artinya, Sucorinvest Equity Fund mampu mengungguli (outperform) indeks terpopuler di BEI tersebut. 



Tingkat Risiko

Selain return tinggi, tentunya risiko juga melekat pada Sucorinvest Equity Fund. Apalagi, sebagai reksa dana saham risiko tinggi sudah pasti disematkan.

Data bibit menunjukkan angka drawdown 1Y di level -8,43%. Drawdown ini menunjukkan angka penurunan maksimum suatu reksa dana dari titik puncak ke titik rendah, sebelum puncak baru tercapai selama periode tertentu. 

Sedangkan di sisi expense ratio cukup wajar di level 4,73%. Namun, perlu dicatat bahwa angka expense ratio atau biaya pengelolaan reksa dana ini paling tinggi diantara 5 reksa dana saham dengan return teratas di Bibit.

Artinya, diantara reksa dana yang dibahas ini Sucorinvest Equity Fund paling rendah efektivitasnya. Namun demikian, tentunya ini bukan parameter yang bisa jadi pertimbangan kalian membei reksa dana tersebut. Banyak faktor lain yang menentukan.

Sementara itu total asset under management (AUM) mencapai Rp2,07 triliun, tertinggi diantara 5 reksa dana lain. Artinya, tingkat kepercayaan investor cukup tinggi kepada reksa dana ini untuk mengelola dana mereka. Selain itu, tingginya AUM juga menjadikan kekuatan beli sahamnya juga tinggi di pasar modal. 

Faktor lain yang perlu kalian lihat adalah kebijakan investasinya yakni dengan minimum 60% dari aset ekuitas yang dipegangnya berasal dari saham-saham pada Indeks LQ 45. Artinya, kecil kemungkinan reksa dana ini memainkan saham-saham gorengan. Kalaupun iya, pasti porsinya relatif kecil.

Indikator lain yang bisa dipakai adalah rating yang diberikan Pasardana.id. Reksa dana ini mendapat bintang lima untuk periode investasi 1, 3, 5, dan 10 tahun dengan risiko medium-low.

Berikut indikator risiko untuk periode investasi 1 tahun ke belakang dari Pasardana.id

Indikator (1 tahun)

Sucorinvest Equity Fund

Kategori

Annualized Return

32,11%

16,60%

Standard Deviation

14,92%

16,75%

Beta

0,771

0,922

Sharpe Ratio

1,672

0,363

Treynor Ratio

0,324

-0,766

Jensen Alpha

0,137

-0,040

Tracking Error

10,35%

-5,13%

Kategori: Rata-rata indikator dari seluruh reksa dana sejenis

Keterangan soal indikator bisa dilihat di akhir tulisan.


Simulasi Investasi

Jika kamu investasi setiap bulan (metode DCA) sebesar Rp1 juta setiap bulan di reksa dana ini sejak setahun lalu, maka saat ini asetmu mencapai Rp14.248.368. Artinya, keuntungan yang kamu dapat mencapai Rp2.248.368.

Namun, jika investasimu secara lump sum atau sekaligus sebesar Rp12 juta setahun lalu, dan kamu biarkan saja atau tidak ditambah, maka nilai total danamu menjadi Rp15.566.727. Keuntungan setahun dengan investasi Rp12 juta mencapai Rp3.566.727.

Uniknya, jika kita pakai rentang waktu 3 tahun, metode investasi DCA lebih menguntungkan.

Jadi, jika 3 tahun lalu kita investasi Rp36 juta di Sucorinvest Equity Fund, maka dana kita saat ini menjadi Rp48.062.473. keuntungan didapat Rp12.062.473.

Namun, kila rutin investasi Rp1 juta per bulan sejak 3 tahun lalu, maka nilai aset kita di reksa dana ini sekarang adalah Rp49.129.789. Jika dibandingkan dengan total modal dari kita, maka keuntungannya mencapai Rp13.129.789.

Artinya, investasi dalam jangka panjang di reksa dana ini dengan metode DCA lebih menguntungkan. Secara pengeluaran untuk investasi pun metode DCA terasa lebih ringan karena kita hanya menyisihkan nominal yang reatif kecil tetapi rutin.

So, kayaknya nabung reksa dana secara rutin akan terasa lebih ringan dengan return lebih baik. Eh, tapi tentunya tiap reksa dana beda ya. Kita cek di reksa dana selanjutnya.


2. BNP PARIBAS SRI KEHATI

Meskipun memberikan return 15,60% ytd, namun dalam 1 bulan terakhir imbal hasil yang reksa dana BNP Paribas SRI Kehati ini minus 2,11%. 

Walau begitu, rerata kinerja reksa dana saham 1 bulan terakhir memang merah. Dari 5 reksa dana teratas di Bibit.id, hanya Sucorinvest Equity Fund yang mencetak kinerja positif. 

Dalam jangka 1 tahun keuntungan reksa dana BNP Paribas SRI Kehati mencapai 22,72%, sedangkan dalam rentang 3 tahun return-nya hanya 8,06%. 

Berikut top holdings reksa dana BNP Paribas SRI Kehati per 31 Mei 2022

Saham

Return ytd

INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.

5,60%

UNTR United Tractors Tbk.

43,41%

KLBF Kalbe Farma Tbk.

3,40%

BBNI Bank Negara Indonesia (Persero)

36,43%

ASII Astra International Tbk.

28,38%

TLKM Telkom Indonesia (Persero) Tbk

3,11%

UNVR Unilever Indonesia Tbk.

11,82%

BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero)

10,77%

BBCA Bank Central Asia Tbk.

5,80%

BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.

20,57%

Untuk alokasi aset saat ini, reksa dana ini sebenarnya sudah melanggar kebijakan investasinya, di mana aset saham hanya mencapai 77,46%. 

Padahal dalam kebijakan investasinya seperti ditulis dalam prospektus, minimum 80% dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia serta merupakan konstituen dari Indeks SRI-KEHATI.

Namun, hal ini masih bisa dimkalumi jika alasanya karena terjadi switching atau penyesuaian portofolio. 

Lepas dari itu, kinerja reksa dana besutan MI BNP Paribas Asset Management ini cukup bagus setahun terakhir. Hal ini tak lepas dari kinerja indeks SRI-KEHATI yang jadi acuan dalam investasi yang mencetak return 13,87% ytd dan 20,98% dalam 1 tahun.


Fluktuasi nilai NAV reksa dana ini setahun terakhir tidak terlalu tinggi, terlihat dari angka drawdown setahun yang di level -11,90%. Bandingkan dengan nilai drawdown  periode 3 tahun yang mencapai -42,79%.

Sementara itu dari sisi efektivitas pengelolaan, BNP Paribas SRI Kehati mempunyai skor expense ratio 2,17%. Karakter reksa dana indeks salah satunya terletak pada nilai expense ratio yang relatif rendah karena MI melakukan rebalancing portofolio hanya ketika indeks acuannya juga melakukan penyesuaian. 

Adapun total AUM-nya sendiri saat ini di level Rp320,69 miliar.


Simulasi Investasi

Untuk simulasi hasil investasi 1 tahun dengan metode DCA dengan investasi Rp1 juta per bulan, maka hasil yang didapat pada bulan ke-12 adalah Rp13.881.261. Tingkat keuntungan bersihnya Rp1.881.261.

Sementara itu, dengan metode lump sum investasi Rp12 juta setahun lalu, hasilnya adalah Rp14.726.092. Keuntungan yang didapat lebih besar, yakni Rp2.726.092.

Namun, jika dilakukan dalam tempo 3 tahun, dengan nilai ivestasi Rp1 juta per bulan, hasil yang diperoleh adalah Rp42.894.665. Keuntungan yang didapat Rp6.894.665 dalam 3 tahun, atau Rp2.298.221,66 per tahun.

Sementara jika dilakukan secara sekaligus atau lump sum dengan nilai investasi Rp36 juta 3 tahun lalu, maka nilai yang didapat sekarang adalah Rp38.902.165. Atau masih mendapat keuntungan Rp2.902.165 dalam 3 tahun, jika dibagi tiga jadinya Rp967.388,33.

Dalam rentang 3 tahun ke belakang tentunya banyak gejolak di pasar saham, terutama efek dari pandemi. Dalam situasi seperti itu, tampaknya metode investasi dengan DCA jauh lebih efektif daripada lump sum


3. BNI-AM INDEKS IDX30

BNI-AM Indeks IDX30 adalah reksa dana indeks yang bertujuan untuk memperoleh pertambahan nilai investasi yang setara dengan kinerja Indeks IDX30.

Tingkat return setahun mencapai 20,76%, lebih baik daripada kinerja Indeks IDX30 yang setahun terakhir naik 16,96%. 

Top Holdings per 23 Mei 22 BNI-AM Indeks IDX30 

Saham

Return ytd

EMTK - Elang Mahkota Teknologi Tbk.

-21,84%

ASII - Astra International Tbk.

28,38%

BBNI - Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

36,43%

ADRO - Adaro Energy Indonesia Tbk.

37,97%

MDKA - Merdeka Copper Gold Tbk.

34,92%

UNTR - United Tractors Tbk.

43,41%

BBCA - Bank Central Asia Tbk.

5,80%

TLKM - Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

3,11%

BBCA Bank Central Asia Tbk.

5,80%

BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.

20,57%

Alokasi aset saat ini 98% di saham, sisanya berupa kas dan deposito.

Reksa dana indeks ini dikelola oleh PT BNI Asset Management sebagai Manajer Investasi, dengan nilai kelolaan AUM mencapai Rp1,34 triliun. 

Secara industri, BNI Asset Management berada di urutan ke-7 berdasarkan total dana kelolaan. Total AUM yang dikelola BNI AM mencapai Rp29,86 triliun. Adapun pemimpin pasar saat ini adalah Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan kelolaan Rp57,88 triliun.

Sementara itu dari sisi risiko, tingkat drawdown 1 tahun BNI-AM Indeks IDX30 ada di level -10,05% dan expense ratio sebesar 1,92%.

Untuk rating Pasardana, reksa dana ini mendapat bintang tiga untuk periode investasi 1 tahun dan bintang empat untuk periode investasi 3 tahun, dengan risiko medium-high.

Berikut sejumlah indikator risiko yang dikeluarkan Pasardana untuk reksa dana BNI-AM Indeks IDX30 dengan periode yang diukur 1 tahun ke belakang.

Indikator (1 tahun)

BNI-AM Indeks IDX30

Kategori

Annualized Return

20,90%

16,60%

Standard Deviation

17,16%

16,75%

Beta

1,147

0,922

Sharpe Ratio

0,800

0,363

Treynor Ratio

0,120

-0,766

Jensen Alpha

-0,030

-0,040

Tracking Error

-0,87%

-5,13%

Keterangan soal indikator bisa dilihat di akhir tulisan.


Simulasi Investasi

Simulasi ini bisa diihat pada aplikasi Bibit atau di web. 

Untuk simulasi hasil investasi 1 tahun dengan metode DCA dengan investasi Rp1 juta per bulan, maka hasil yang didapat pada bulan ke-12 adalah Rp13.606.318. Tingkat keuntungan bersihnya Rp1.606.318.

Sementara itu, dengan metode lump sum investasi langsung Rp12 juta pada setahun lalu, hasilnya adalah Rp14.491.192. Keuntungan yang didapat lebih besar, yakni Rp2.491.192.

Namun, jika dilakukan dalam tempo 3 tahun, dengan nilai ivestasi Rp1 juta per bulan, hasil yang diperoleh adalah Rp42.293.213. Keuntungan yang didapat Rp6.293.213 dalam 3 tahun.

Sementara jika dilakukan secara sekaligus atau lump sum dengan nilai investasi Rp36 juta 3 tahun lalu, maka nilai yang didapat sekarang adalah Rp38.366.582. Atau masih mendapat keuntungan Rp2.366.582 dalam 3 tahun.


4. AVRIST ADA SAHAM BLUE SAFIR

Avrist Ada Saham Blue Safir adalah reksa dana besutan PT Avrist Asset Management yang mulai ditawarkan 12 April 2017.

Reksa dana ini melakukan investasi dengan komposisi portofolio efek sebesar minimum 80% dan maksimum 100% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri.

Minimum 0% dan maksimum 20% dari NAB pada Efek Bersifat Utang yang diperdagangkan di dalam maupun di luar negeri dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau deposito.

RD Blue Safir bertujuan untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang, dengan titik berat investasi pada Efek bersifat Ekuitas yang berkapitalisasi besar dan menengah yang ditawarkan melalui penawaran umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun diluar negeri.

Adapun, tingkat imbal hasil investasinya dalam 1 tahun menghasilkan 21,64%, sedangkan dalam 3 tahun 11,46%, dan 12,21% dalam 5 tahun. 

Saat ini alokasi aset RD Blue Safir dalam ekuitas mencapai 98,55%, dan di pasar uang 1,45%.

Berikut adalah top holding per 18 Mei 2022 yang mirip dengan tiga reksa dana sebelumnya.

Saham

Return ytd

ADRO - Adaro Energy Indonesia Tbk.

37,97%

BBRI - Bank Rakyat Indonesia (Persero

10,77%

EMTK - Elang Mahkota Teknologi Tbk.

-21,84%

UNTR - United Tractors Tbk.

43,41%

MDKA - Merdeka Copper Gold Tbk.

34,92%

BBCA - Bank Central Asia Tbk.

5,80%

TLKM - Telkom Indonesia (Persero) Tbk

3,11%

BMRI - Bank Mandiri (Persero) Tbk.

20,57%

BBNI - Bank Negara Indonesia (Persero

36,43%

ASII - Astra International Tbk.

28,38%

Dan berikut grafik kinerja nilai NAV reksa dana


Sementara itu dari sisi risiko, tingkat drawdown 1 tahun reksa dana ini di level -8,76% dan expense ratio 1,50%, tingkat yang efektif.

Adapun nilai kelolaan atau AUM untuk reksa dana Avrist Ada Saham Blue Safir ini mencapai Rp470 miliar. Adapaun total kelolaan Avrist Asset Management per akhir April 2022 adalah Rp3,86 triliun.

Blue Safir mendapat rating tiga bintang dari Pasardana baik untuk periode investasi 1 tahun, 3 tahun, maupun 5 tahun.

Berikut indikator risiko 1 tahun dari Pasardana

Indikator (1 tahun)

Avrist Ada Saham Blue Safir (Blue Safir)

Kategori

Annualized Return

23,33%

16,60%

Standard Deviation

16,34%

16,75%

Beta

1,092

0,922

Sharpe Ratio

0,989

0,363

Treynor Ratio

0,148

-0,766

Jensen Alpha

0,002

-0,040

Tracking Error

1,57%

-5,13%


Simulasi Investasi

Untuk simulasi hasil investasi 1 tahun dengan metode DCA dengan investasi Rp1 juta per bulan, maka hasil yang didapat pada bulan ke-12 adalah Rp13.675.382. Tingkat keuntungan bersihnya Rp1.675.382.

Sementara itu, dengan metode lump sum investasi langsung Rp12 juta pada setahun lalu, hasilnya adalah Rp14.597.161. Keuntungan yang didapat lebih besar, yakni Rp2.597.161.

Namun, jika dilakukan dalam tempo 3 tahun, dengan nilai ivestasi Rp1 juta per bulan, hasil yang diperoleh adalah Rp43.778.483. Keuntungan yang didapat Rp7.778.483 dalam 3 tahun.

Sementara jika dilakukan secara sekaligus atau lump sum dengan nilai investasi Rp36 juta 3 tahun lalu, maka nilai yang didapat sekarang adalah Rp40.126.351. Atau masih mendapat keuntungan Rp4.126.351 dalam 3 tahun.

Kesimpulananya, DCA lebih menguntungkan untuk periode menengah atau 3 tahun dibandingkan periode pendek atau 1 tahun. Demikian juga untuk periode 5 tahun, DCA lebih efektif. 


5. AVRIST IDX30

Avrist IDX30 juga reksa dana indeks dengan benchmark pada Indeks IDX30. 

Avrist IDX30 melakukan investasi dengan komposisi portofolio investasi minimum 80% dan maksimum 100% dari NAB pada pada Efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yang terdaftar dalam Indeks IDX30.

Reksa dana yang pertama kali ditawarkan pada 18 Desember 2017 ini memberikan imbal hasil 20,60% dalam setahun dan 8,40% dalam 3 tahun terakhir.

Kinerja 3 tahun lebih buruk karena melewati fase pandemi yang cukup menggerus nilai ekuitas di Bursa Efek Indonesia. 

Berikut chart kinerja NAV Avrist IDX30 dalam 1 tahun dari Bibit.id



Sementara itu dari sisi risiko, tingkat drawdown 1 tahun reksa dana ini di level -9,90% dan expense ratio 1,49%, tingkat yang efektif dan wajar untuk reksa dana indeks.

AUM reksa dana Avrist IDX30 adalah Rp185,23 miliar per April 2022, turun dari posisi Maret 2022 di level Rp214 miliar. 

Untuk penilaian dari Pasardana, Avrist IDX30 mendapat bintang 4 untuk periode investasi 1 dan 4 tahun. 

Berikut daftar indikator risiko dari Pasardana untuk reksa dana Avrist IDX30:

Indikator (1 tahun)

Avrist IDX30

Kategori

Annualized Return

22,19%

16,60%

Standard Deviation

16,98%

16,75%

Beta

1,136

0,922

Sharpe Ratio

0,885

0,363

Treynor Ratio

0,132

-0,766

Jensen Alpha

-0,016

0,040

Tracking Error

0,43%

-5,13%

***

Keterangan Indikator Risiko

Annualized Return: Imbal hasil yang disetahunkan.

Standard Deviation: Dalam bahasa statistik, standar deviasi adalah penyimpangan dari nilai rata-rata. Sementara dalam konteks investasi reksa dana, standar deviasi dimaknai sebagai total risiko portofolio reksa dana yang terdiri dari risiko sistematis (risiko pasar) maupun risiko yang berasal dari portofolio itu sendiri. Semakin besar nilai standar deviasi, menandakan kinerja reksa dana akan “terdeviasi” atau menyimpang semakin besar dari rata-ratanya, sehingga semakin besar pula risiko reksa dana tersebut.

Beta: Dalam bahasa statistik, beta disebut juga dengan koefisien regresi. Sementara dalam konteks investasi reksa dana, beta dimaknai sebagai risiko sistematis (risiko pasar) yang mencerminkan sensitifitas pergerakan IHSG terhadap pergerakan reksa dana. Semakin besar nilai beta, menandakan kinerja reksa dana akan semakin terpengaruh dengan pergerakan IHSG, sehingga semakin besar pula risiko reksa dana tersebut.

Sharpe Ratio: Rasio yang mengukur perbandingan antara excess return (selisih antara return portofolio dikurangi dengan return bebas risiko) dengan total risiko portofolio reksa dana yang digambarkan dengan standar deviasi. Semakin besar nilai Sharpe Ratio, menandakan kinerja reksa dana semakin baik.

Treynor Ratio: Rasio yang mengukur perbandingan antara excess return (selisih antara return portofolio dikurangi dengan return bebas risiko) dengan risiko sistematis (risiko pasar) yang digambarkan dengan beta. Semakin besar nilai Treynor Ratio, menandakan kinerja reksa dana semakin baik.

Jensen Alpha: Rasio yang memperhitungkan excess return yang diperoleh sebuah portofolio melebihi imbal hasil yang diharapkan. Sebuah portofolio dengan kelebihan hasil yang positif akan mempunyai Alpha yang positif, sedangkan portofolio yang secara konsisten memberikan kelebihan hasil yang negatif akan mempunyai Alpha yang negatif. Semakin besar nilai Jensen Alpha, menandakan kinerja reksa dana semakin baik.

Tracking Error:Rasio yang mengukur selisih dari kinerja portofolio terhadap indeks acuan (benchmark-nya). Semakin kecil nilai Tracking Error, menandakan kinerja reksa dana semakin baik karena semakin dekat atau mirip dengan benchmark-nya.

Posting Komentar

0 Komentar