Ticker

4/recent/ticker-posts

Profil dan Sejarah Ringkas Blibli (BELI), Milik Orang Terkaya Indonesia

Daftar Isi [Tampilkan]


Receh.in
– PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli.com) akhirnya melangkah untuk go public dengan melakukan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia.

Entitas dari Grup Djarum yang menggarap sektor ecommerce tersebut berpeluang menjadi salah satu saham favorit di Bursa, meskipun ada pengalaman buruk dengan saham Bukalapak dan GOTO Gojek Tokopedia. 

Bekingan Grup Djarum yang sudah punya ekosistem di sejumlah bisnis, dan tentunya dengan stampel pemiliknya sebagai orang terkaya di Indonesia, menjadikan pamor Blibli tampak sedikit berbeda. Namun, apakah betul?

Tentunya tidak mudah menarik kesimpulan dari analisis terlalu sederhana ini, mengingat bahwa selain soal fundamental (sebagai startup yang merugi), perdagangan saham di Bursa ditentukan banyak faktor lain seperti selera pasar dan pergerakan market maker

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengenal lebih dekat Blibli.com dengan membaca sekilas soal profil dan sejarahnya berikut.

 

Perintis Ekosistem Perdagangan Melalui Omnichannel 

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) didirikan pada 2011, merupakan pelopor ekosistem belanja dan gaya hidup omnichannel terdepan di Indonesia.

Menurut Frost & Sullivan, Perseroan merupakan perintis ekosistem perdagangan dan gaya hidup yang dilakukan melalui omnichannel berfokus pada institusi dan konsumen kalangan kelas menengah dan atas yang terkoneksi secara digital di seluruh Indonesia.

Perseroan mengintegrasikan pengalaman online dan offline melalui layanan e-commerce dan toko fisik untuk beberapa mitra merek terkemuka.

Blibli juga berkolaborasi dengan lebih dari 27.000 toko yang melayani fitur Blibli InStore dan Click & Collect, serta didukung oleh infrastruktur rantai pasok, termasuk jaringan pergudangan dan logistik yang dikembangkan secara nasional dan meningkatkan layanan pengiriman langsung lewat layanan Blibli Express Services (BES), dan berbagai mitra logistik pihak ketiga.

GIA: PT Global Investama Andalan

GIA didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 09 tanggal 10 Desember 2018, dibuat di hadapan Lindawati, S.H., Notaris di Kabupaten Kudus. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0059371.AH.01.01.TAHUN 2018 tanggal 12 Desember 2018 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0168665.AH.01.11.TAHUN 2018 tanggal 12 Desember 2018.

GIA menjalankan usaha yang bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding, aktivitas pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce), bidang perdagangan eceran melalui media untuk barang campuran dan bidang perdagangan besar berbagai macam barang.


Akuisisi Tiket.com dan RANC

Pada 2017, Blibli mengakuisisi tiket.com untuk memperluas layanan hingga perjalanan, akomodasi, dan pengalaman gaya hidup.

Kamudian pada 2021, ekosistem omnichannel Blibli semakin lengkap dengan penambahan produk segar dan kebutuhan sehari-hari bagi pelanggannya melalui akuisisi PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) – perusahan pengelola sejumlah supermarket berkualitas tinggi seperti Ranch Market dan Farmers Market.

Pada 2022, Perseroan menempati peringkat pertama kategori consumer electronics dan makanan segar B2C omnichannel menurut Frost & Sullivan, serta memiliki layanan pelanggan 24/7.

Saat ini, Blibli.com menawarkan serangkaian produk dan jasa pihak pertama (1P) yang dibeli secara grosir dan dijual secara ritel kepada konsumen (segmen Ritel 1P).

Platform B2C Perseroan juga menaungi pihak ketiga independen (3P) yang menjual produk dan jasa yang ditawarkan secara langsung kepada konsumen (segmen Ritel 3P), baik melalui Blibli.com maupun tiket.com, agen perjalanan online.

Platform business-to-business (B2B) Perseroan menyediakan produk dan jasa 1P dan 3P kepada institusi publik dan swasta (segmen Institusi Perseroan).

Perseroan juga menyediakan pengalaman konsumen yang terintegrasi baik secara online dan offline, mengoperasikan toko fisik untuk mitra dengan merek terkemuka, termasuk Samsung, Vivo, dan Oppo, serta supermarket barang kebutuhan sehari-hari yang dioperasikan oleh anak perusahaan Perseroan yaitu Ranch Market.


Peringkat 1 Kategori Makanan Segar

Per tanggal 31 Desember 2021, menurut Frost & Sullivan, Blibli.com menduduki peringkat No. 1 dalam kategori makanan segar dan 1P consumer electronics dalam omnichannel B2C, dan peringkat No. 2 dalam otomotif dan B2B, di antara pelaku e-commerce terkemuka di Indonesia.

Ekosistem perdagangan dan gaya hidup yang dilakukan melalui omnichannel Blibli.com didukung oleh infrastruktur pemenuhan pesanan pelanggan (fulfillment infrastructure) Perseroan yang berkonsentrasi pada wilayah perkotaan yang padat penduduk (termasuk kota-kota satelit) di sepanjang kepulauan Indonesia.

Jaringan pergudangan dan logistik Perseroan seluas sekitar 130.000 m2 per 31 Maret 2022, dan didukung oleh anak perusahaan jasa logistik pihak pertama (1PL), Blibli Express Services, dan mitra jasa logistik pihak ketiga (3PL).

Perseroan berfokus pada penjualan silang antar platform dengan mengizinkan pelanggan menghubungkan akun mereka di Blibli.com dan tiket.com (yaitu sign-on melalui satu pintu) untuk menyatukan loyalty status dan memanfaatkan program loyalty di kedua platform.


Struktur Permodalan

Struktur permodalan Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:

  • PT Global Digital Prima   99,99%
  • PT Sapta Prima Persada 0,01%

Kemudian berdasarkan Akta No. 2/2022, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

  • PT Global Investama Andalan      98,46247%
  • Kusumo Martanto            0,04171%
  • Honky Harjo       0,03437%
  • Lisa Widodo         0,00298%
  • Hendry                  0,00218%
  • Andy Untono      0,00139%
  • Lain-lain*             1,45490%

Anggaran dasar Perseroan telah mengalami perubahan beberapa kali dengan perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas PT Global Digital Niaga No. 2 tanggal 2 Juni 2022, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Jakarta Barat (“Akta No. 2/2022”), sehubungan dengan antara lain:

  • a. Menyetujui perubahan status Perseroan dari perseroan terbatas tertutup menjadi perseroan terbatas terbuka dan karenanya mengubah nama Perseroan, dari sebelumnya bernama PT GLOBAL DIGITAL NIAGA menjadi PT GLOBAL DIGITAL NIAGA Tbk.; dan
  • b. Menyetujui perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No. IX.J.1, POJK No. 15/2020, POJK No. 33/2014, POJK No. 15/2020 dan dan POJK No. 16/2020, termasuk mengubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sehingga mencerminkan adanya kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang Perseroan.

Akta No. 2/2022 tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menkumham sebagaimana ternyata dalam surat persetujuan No. AHU-0036990.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 2 Juni 2022, dan telah diberitahukan kepada Menkumham sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0244596 tanggal 2 Juni 2022, serta didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU[1]0101978.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 2 Juni 2022.

Penawaran Umum Saham Perdana telah memperoleh persetujuan para pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 30 November 2021.

Pemegang saham pengendali dari Perseroan adalah PT Global Investama Andalan, sedangkan pihak pemilik manfaat (ultimate beneficial ownership) Perseroan adalah Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Keduanya adalah orang terkaya di Indonesia menurut Forbes.


Histori Struktur Permodalan

Struktur permodalan dan susunan pemegang saham sesuai Akta 19/2019


Tidak terdapat perbedaan antara saham seri A dan seri B sebagaimana tercantum dalam Akta No. 19/2019 selain perbedaan nilai nominal saham. Saham seri A dan seri B memiliki proporsi hak suara dan kewajiban yang sama, dengan demikian, saham seri A dan Seri B dalam Perseroan merupakan saham biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (3) UUPT.


Struktur permodalan dan susunan pemegang saham sesuai Akta 29/2019


Struktur permodalan dan susunan pemegang saham sesuai Akta No.49/2020


Struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 39/2021


Struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 68/2021


Struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 224/2021


Struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 265/2021


Struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 230/2021



Struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 236/2021


Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan terakhir pada tanggal Prospektus




Posting Komentar

0 Komentar