Ticker

4/recent/ticker-posts

Mengapa Orang Malas Lebih Pintar dari Orang Rajin?

Daftar Isi [Tampilkan]


Receh.in
Apakah kamu pernah memiliki teman yang cerdas tapi sangat malas? Di dunia fiksi, kita sering melihat karakter seperti itu. Misalnya, dalam serial anime Naruto, ada Shikamaru yang memiliki IQ yang tinggi tapi sangat malas. Demikian juga dengan Sherlock Holmes yang terkenal cerdas tapi juga aneh dan malas.

Di dunia nyata, kita juga memiliki contoh orang sukses yang sesungguhnya malas. Salah satunya adalah Albert Einstein. 

Kalau kamu tidak tahu, Einstein sebenarnya hidupnya sangat malas. Mulai dari kecil hingga kuliah, dia adalah siswa dan mahasiswa yang tidak teratur. Nilainya buruk, dia tidak taat pada guru-gurunya, sering mengabaikan tugas, sering bolos kelas, dan setelah lulus dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan. 

Mungkin jika kamu menjadi guru Einstein, kamu juga akan mengatakan bahwa dia adalah siswa yang tidak teratur dan tidak akan sukses. Itu juga yang dikatakan guru-gurunya Einstein. Namun faktanya, dia mampu menciptakan beberapa teori penemuan yang benar-benar mengubah cara pandang kita terhadap dunia.

Mengingat fenomena ini, saya bertanya-tanya apakah benar ada orang seperti itu di dunia nyata? Apakah benar bahwa orang yang malas cenderung pintar? Dan apakah orang yang pintar rata-rata malas dan malas-malasan?

Sebelum melanjutkan, kita akan memberikan definisi tentang malas menurut teori psikologi Big Five personality. Dalam teori ini, terdapat aspek yang disebut conscientiousness. Orang yang memiliki tingkat conscientiousness yang rendah biasanya akan dianggap sebagai orang yang malas, karena mereka cenderung tidak terorganisir, tidak rapi, tidak bertanggung jawab, dan tidak memikirkan masa depan.

Namun, perlu diingat bahwa ini bukan merupakan spektrum yang menentukan seseorang sebagai baik atau buruk. Seseorang yang terlalu conscientious mungkin terlalu kaku, tidak dapat bersenang-senang, sementara seseorang yang malas (conscientiousness rendah) mungkin lebih mudah berubah, mudah bergaul, dan lainnya.

Kembali ke pertanyaan, apakah benar orang yang pintar cenderung malas dan apakah malas merupakan karakteristik dari orang pintar? Jawabannya adalah mungkin.

Telah ada sebuah riset yang membagi sampel menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang suka berpikir, menantang diri, dan menyukai pekerjaan yang kompleks (kelompok pertama), serta kelompok yang tidak suka berpikir, lebih suka hal-hal yang sederhana, dan lebih memilih pekerjaan yang pasti (kelompok kedua).

Setelah diberi alat pengukur aktivitas, hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pertama yang dianggap sebagai orang pintar tidak seaktif kelompok kedua. Hal ini terjadi karena orang yang pintar cenderung kurang aktif secara fisik, lebih suka berpikir dan melakukan pekerjaan yang menggunakan otak daripada fisik.

Namun, jangan salah paham, ini tidak berarti bahwa orang pintar selalu malas, hanya saja ada kecenderungan tersebut. Selain itu, orang yang pintar juga mungkin merasa lebih cepat bosan dengan pekerjaan yang terlalu mudah, sehingga menjadi malas untuk melakukannya. Namun demikian, masih ada banyak faktor lain yang mempengaruhi tingkat kecedasan seseorang, seperti motivasi, tujuan, dan faktor lingkungan.


Apakah Orang yang Pintar Cenderung Malas

Apakah orang yang pintar cenderung malas? Jawabannya bisa jadi iya. Ternyata, sifat-sifat rajin sering dimiliki oleh orang-orang yang mungkin tidak memiliki IQ yang tinggi. Hal ini mungkin terkait dengan keberlangsungan hidup, karena orang-orang yang pintar mungkin tidak perlu berusaha lebih keras untuk bisa bertahan, sedangkan orang-orang yang IQ-nya lebih rendah mungkin harus bekerja lebih keras untuk bisa bertahan di dunia yang cukup sulit ini.

Namun, ada orang yang berpikir bahwa jika seseorang malas, itu berarti dia pintar. Apakah itu benar? Jawabannya adalah tidak. Kemalasan tidak berarti bahwa seseorang pintar, tapi kecerdasan seseorang mungkin membuat dia cenderung malas.

Semua orang pasti pernah merasa malas, tapi mengapa ada orang yang terus merasa malas, bahkan sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun? Faktor yang bisa menyebabkan seseorang merasa malas bisa bermacam-macam, salah satunya adalah gejala depresi.

Orang-orang yang mengalami depresi seringkali merasa malas dan tidak memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, jika kita merasa malas terus-menerus dalam waktu yang lama, mungkin perlu untuk mempertimbangkan apakah kita mungkin mengalami gejala depresi dan mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.

Posting Komentar

0 Komentar